Lensa Bola – Penyerang Real Madrid Rodrigo Góez menjadi sorotan publik sepak bola Eropa, setelah mencatatkan rekor yang tidak diinginkan dalam karirnya, penurunan performa yang signifikan, cadara berulang dan catatan panjang tanpa gol, membuat masa depan pemain asal Brasil itu berada pada titik kritis menjelang dibukanya bursa transfer Januari 2026. Situasi semakin kontras, jika dibandingkan dengan ekspektasi yang mengiringinya sejak bergabung pada 2019, ketika ia disebut sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Brasil. Awal tahun 2025, ternyata bukan periode yang mudah untuk sang pemain.

Sejak pergantian tahun, performanya di lapangan mengalami kemerosotan drastis. Hal itu terlihat jelas pada penghujung musim 2024-2025, ketika ia menutup kompetisi dengan catatan yang jauh dari memuaskan di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti. Ketika itu, isu mengenai peluang hingkangnya mulai mencuat karena ia kehilangan tempat di squad utama dan tidak tampil konsisten seperti musim sebelumnya.

Meskipun rumor kepergiannya cukup kuat, Rodrygo memilih bertahan dan bertekad menunjukkan kualitasnya kepada pelatih baru Xabi Alonso, yang resmi mengambil alih kursi kepelatihan Real Madrid pada musim panas 2025. Harapannya sederhana, yaitu mendapatkan kesempatan baru, memperbaiki performanya, dan kembali menjadi bagian penting dalam strategi permainan tim. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

Bukannya bangkit dari keterpurukan, performa Rodrigo justru semakin menurun akibat berbagai kendala fisik. Sepanjang musim 2024-2025, ia mengalami serangkaian cadera yang membuatnya bolak-balik menjalani pemulihan. Tercatat, ia harus absen selama total 38 hari karena cadera hamstring, masalah otak paha, dan demam yang mempengaruhi kondisi fisiknya.

Cadera beruntun tersebut membuat ritme permainan Rodrigo tidak stabil dan membuatnya kesulitan kembali menemukan sentuhan terbaiknya. Ketika memasuki musim 2025-2026, sebagian besar penggemar berharap ia siap bangkit dan menunjukkan kapasitasnya sebagai penyerang yang efektif. Namun, dalam 15 laga awal yang dijalani Real Madrid di semua kompetisi, ia gagal mencatatkan satu punggul.

Satu-satunya kontribusi signifikan, hanyalah dua asis diajang Liga Champions. Masing-masing ketika Madrid berhadapan dengan Olimpik Marseille pada 17 September dan Kairat Almaty pada 30 September. Minimnya kontribusi ini membuat Rodrigo menjadi surutan besar, terutama karena ekspektasi publik terhadap seorang penyerang Real Madrid selalu sangat tinggi.

Setelah menjalani pertandingan ke-14 La Liga melawan Girona, Rodrigo mencatatkan sebuah catatan yang tidak ingin dimiliki oleh pemain manapun. Ia resmi menjadi penyerang Real Madrid dengan jumlah pertandingan terbanyak tanpa mencetak gol dalam sejarah klub. Total, 30 pertandingan resmi telah ia lalui tanpa satupun gol, dengan waktu bermain mencapai 1.339 menit.

Gol terakhirnya untuk Real Madrid tercipta pada 4 Maret 2025 ketika menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Sementara di pentas La Liga, ia terakhir kali mencatatkan namanya di papan skor pada 19 Januari 2025 saat melawan Las Palmas. Rekor tersebut menempatkan Rodrigo di urutan teratas dalam daftar paceklik gol terpanjang, melampaui catatan Rafa Maranon di tahun 1970 dan mendekati catatan buruk Mariano Dias.

Jika tren ini berlanjut, Rodrygo berpotensi menjadi pemain dengan catatan gol terburuk sepanjang sejarah lini depan Madrid. Kondisi ini tentu memberi tekanan besar bagi pemain berusia 24 tahun tersebut. Dalam squad Real Madrid, posisinya mulai terpinggirkan.

Xabi Alonso perlahan memberikan kepercayaan kepada pemain lain yang tampil lebih konsisten, termasuk para pendatang baru serta pemain muda dari Akademi. Rodrigo pun semakin sering memulai pertandingan dari bangku cadangan, sesuatu yang belum pernah ia alami secara ekstrim pada musim-musim sebelumnya. Minimnya waktu bermain, juga berdampak pada rasa percaya dirinya, yang terlihat jelas pada gastur dan ekspresinya setiap kali tampil di lapangan.

Dengan kondisi yang semakin sulit, spekulasi mengenai masa depannya kembali mencuat. Laporan dari ESPN Brasil menyebut, bahwa Rodrygo kini terbuka pada kemungkinan hengkang pada bursa transfer musim dingin Januari 2026. Ia dikabarkan ingin mencari lingkungan baru yang dapat memberikan kesempatan bermain lebih banyak.

Keputusan ini didorong oleh keinginannya untuk tetap menjadi bagian dari sekuat Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026, mengingat posisinya di Timnas sangat dipengaruhi oleh performa dan menit bermain di klub. Sejumlah media Inggris melaporkan, bahwa Rodrygo lebih tertarik berkarir di Premier League jika benar-benar meninggalkan Madrid. Ia menilai gaya bermain kompetisi tersebut akan lebih cocok dengan karakteristiknya sebagai penyerang sayap yang cepat, eksplosif, dan agresif dalam melakukan penetrasi.

Meskipun belum ada tawaran resmi dari klub manapun, beberapa tim Premier League dikabarkan memantau situasinya secara intens. Real Madrid pun disebut siap mempertimbangkan tawaran yang masuk, entah berupa transfer permanen atau peminjaman hingga akhir musim. Opsi peminjaman dianggap sebagai solusi ideal bagi semua pihak.

Meskipun belum ada tawaran resmi dari klub manapun, beberapa tim Premier League dikabarkan memantau situasinya secara intens. Real Madrid pun disebut siap mempertimbangkan tawaran yang masuk, entah berupa transfer permanen atau peminjaman hingga akhir musim. Opsi peminjaman dianggap sebagai solusi ideal bagi semua pihak.

Dari pemain muda potensial yang tampil memukau di malam-malam besar Liga Champions, kini ia tengah berjuang keluar dari periode sulit yang membayangi karirnya. Dengan bursa transfer semakin dekat, masa depan Rodrygo berada di titik penentuan bertahan dan bangkit di Madrid atau memulai lembaran baru di kompetisi lain demi menyelamatkan karirnya. Bagaimanapun juga, beberapa bulan ke depan akan menjadi fase paling menentukan bagi perjalanan seorang Rodrygo.

lion mesdon
Desember 9, 2025
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *