
Lensa Bola – Duel Liverpool vs Leeds United dalam lanjutan Premier League 7 Desember 2025 menjadi salah satu laga paling dramatis di musim ini. Liverpool yang hampir memastikan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri harus rela berbagi poin setelah Leeds menyamakan kedudukan di detik-detik terakhir pertandingan. Gol penyeimbang tersebut dicetak oleh Ao Tanaka, Belandang asal Jepang yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada pertengahan babak kedua.
Pada menit ke-90 plus 6, Tanaka melepaskan tendangan kaki kiri terukur yang meluncur ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh keeper Liverpool. Skor pun berubah menjadi 3-3, sekaligus memupus ambisi Liverpool untuk mengamankan 3 poin penuh. Sebelumnya, Liverpool sempat bangkit dengan cepat setelah tertinggal lebih dulu 2 gol yang dicetak oleh Hugo Eketike pada menit ke-48 dan ke-50 menjadi titik balik yang membuat suasana stadion mendadak bergemuruh.
Dalam rentang waktu hanya 2 menit, Liverpool berhasil membalikan keadaan dan mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena pertahanan Liverpool mulai kehilangan fokus memasuki 20 menit terakhir laga. Leeds United memanfaatkan situasi tersebut untuk memberikan tekanan balik.
Hasilnya, Dominic Kelford mencetak gol pada menit ke-73 dan disusul oleh gol Anton Stets 2 menit kemudian yang kembali mengubah kedudukan menjadi imbang. Liverpool sempat kembali unggul lewat gol dari Dominic Zoboslai pada menit ke-80 setelah menerima umpan matang dari Ryan Gravenberch. Gol itu sempat memberi harapan besar bahwa Liverpool akan mengakhiri laga dengan kemenangan sebelum akhirnya kembali runtuh akibat gol dramatis Tanaka di penghujung pertandingan.
Bagi Leeds United, satu poin dari laga ini sangat berarti mengingat posisi mereka yang masih berkutat di papan bawah klasmen. Hingga pekan tersebut, Leeds berada di peringkat ke-16 dengan perolehan 15 poin yang membuat mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Tambahan satu angka dari markas Liverpool, tak hanya berharga secara matematis tetapi juga memberikan suntikan motivasi besar bagi tim untuk menghadapi sisa musim.
Sebaliknya, Liverpool yang berada di posisi ke-9 dengan raihan 23 poin harus menelan kekecewaan akibat kegagalan menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil imbang ini kembali memperlihatkan bahwa masalah konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sekuat asuhan mereka. Nama Ao Tanaka pun langsung menjadi sorotan setelah pertandingan tersebut.
Pemain kelahiran Kawasaki Kanagawa Jepang pada 10 September 1998 ini tampil sebagai pahlawan tak terduga bagi Leeds. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-65 menggantikan Ilya Gruev, Tanaka memperlihatkan ketenangan luar biasa di tengah tekanan laga besar. Dengan usia yang menginjak 27 tahun, ia kini berada dalam fase matang sebagai pesepak bola profesional.
Postur tubuh setinggi 180 cm membuatnya cukup ideal untuk berduel di lini tengah, baik itu duel fisik maupun duel udara. Sementara kecerdasan bermain dan kemampuan teknisnya menjadikannya efektif dalam membangun serangan. Perjalanan karir Tanaka tidak terjadi secara instan, ia menempuh proses panjang sejak mengenyam pendidikan sepak bola di Akademi Kawasaki Frontel usia 18 pada 2017.
Klub tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pembinaan terbaik di Jepang yang melahirkan banyak pemain berkualitas. Selama 4 tahun menimba ilmu di sana, Tanaka perlahan membentuk karakternya sebagai gelandang modern yang mampu bertahan sekaligus menyerang. Pada 2021, ia mendapatkan kesempatan besar untuk merantau ke Eropa setelah dipinjamkan ke klub Jerman Fortuna Dusseldorf.
Di sana, ia belajar beradaptasi dengan gaya sepak bola yang lebih cepat, keras dan menuntut fisik kuat. Pengalaman tersebut menjadi modal penting sebelum akhirnya ia benar-benar menetapkan langkahnya di Eropa. Setelah sempat bolak-balik antara Jepang dan Jerman, titik balik karir Tanaka terjadi ketika ia resmi bergabung dengan Leeds United pada 30 Agustus 2024.
Bersama klub Inggris tersebut, Tanaka perlahan membuktikan kualitasnya sebagai gelandang yang dapat diandalkan. Hingga kini, ia telah mencatatkan 57 penampilan dengan torehan 7 gol, 2 asis serta total waktu bermain 3917 menit. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa perannya bukan sekedar pelapis, melainkan bagian penting dalam struktur permainan Leeds.
Ia dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, melakukan intersepsi tepat waktu serta melepaskan tembakan jarak menengah yang berbahaya. Kontribusinya bersama dengan Leeds mencapai puncak ketika klub tersebut berhasil menjuarai English Second Tier Championship pada musim 2024-2025. Gelar tersebut menjadi bukti bahwa Tanaka mampu berperan penting dalam perjalanan sebuah tim menuju kesuksesan.
Keberhasilan itu pula yang membuka jalan bagi Leeds United untuk kembali tampil di kasta tertinggi Liga Inggris. Bagi Tanaka sendiri, gelar tersebut menjadi pencapaian penting dalam karirnya di Eropa, sekaligus mempertegas kualitasnya sebagai gelandang bermental juara. Sebelum mencicipi kerasnya persaingan di Inggris, Tanaka telah lebih dulu meraih berbagai prestasi di kompetisi domestik Jepang bersama Kawasaki Frontail.
Ia pernah mengangkat dua trofi Japanese Super Cup, satu gelar Japanese Cup, tiga gelar juara Liga Jepang, serta satu gelar Japan League Cup. Diretan prestasi tersebut menunjukkan bahwa sejak awal karirnya, Tanaka telah terbiasa berada dalam tim yang kompetitif dan berorientasi pada kemenangan. Mentalitas inilah yang kemudian ia bawa ketika berkarir di Eropa.
Pengalaman internasional Tanaka semakin lengkap ketika ia memperkuat tim nasional Jepang di piala dunia 2022. Saat itu, namanya menjadi perbincangan luas. Setelah mencetak bol kontroversial ke gawang Spanyol, gol tersebut berawal dari umpan silang Kaoru Mitoma yang sempat dianggap keluar garis lapangan.
Namun, setelah ditinjau melalui teknologi VAR, wasit memutuskan bahwa bola masih berada dalam lapangan dan gol pun dinyatakan sah. Tanaka yang berdiri bebas di depan gawang, menyelesaikannya dengan tenang dan membawa Jepang berbalik unggul pada menit ke-51. Pertandingan kemudian berjalan dengan tempo lebih lambat dan skor 21 bertahan hingga akhir laga.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam turnamen dan mengukuhkan Jepang sebagai tim yang patut diperhitungkan di level dunia. Performa Tanaka yang konsisten tidak hanya terbatas pada 1-2 pertandingan. Ia kembali mencuri perhatian ketika membantu Leeds meraih kemenangan telak 31 atas Chelsea.
Dalam pertandingan tersebut, Tanaka mencetak gol spektakuler melalui tendangan jarak jauh yang sangat keras dan tidak mampu dijangka oleh penjaga gawang Chelsea Robert Sanchez. Gol tersebut memperlihatkan sisi lain dari Tanaka sebagai gelandang yang memiliki naluri menyerang kuat dan keberanian untuk mengambil resiko dari luar kotak penalti. Seiring dengan meningkatnya performa dan kontribusi di lapangan, nilai pasar Aotanaka pun ikut melonjak.
Saat ini, nilai pasarnya diperkirakan mencapai 173,82 miliar rupiah yang merupakan angka tertinggi sepanjang karir profesionalnya. Peningkatan nilai ini mencerminkan pengakuan terhadap kualitas, konsistensi dan potensi yang dimilikinya. Tanaka kini dipandang sebagai salah satu gelandang Asia paling berharga di Eropa dan menjadi simbol keberhasilan pemain Jepang menembus kerasnya persaingan liga-liga top dunia.
Lebih dari sekedar pencetak gol penyeimbang melawan Liverpool, Ao Tanaka merupakan potret pesepak bola modern yang tumbuh melalui proses panjang, penuh disiplin dan berani menghadapi tantangan besar. Dari akademi di Jepang, menembus sepak bola Jerman, hingga bersinar di Inggris, perjalanan karirnya mencerminkan ketekunan dan kerja keras yang tidak instan. Golnya pada menit-menit terakhir melawan Liverpool, bukan hanya tentang satu poin bagi Leeds, tetapi juga simbol ketangguhan mental seorang pemain yang mampu tampil tenang di tengah tekanan besar.
Bagi Leeds United, Tanaka kini menjadi salah satu aset penting dalam upaya mereka bertahan dan bersaing di Premier League. Sementara bagi Liverpool, hasil imbang tersebut menjadi pengingat bahwa kelengahan sekecil apapun bisa berujung pada kegagalan meraih kemenangan. Di sisi lain, bagi publik sepak bola Asia, khususnya Jepang, Ao Tanaka adalah representasi generasi baru pemain yang tidak hanya mengandalkan teknik tinggi, tetapi juga kekuatan mental, kecerdasan taktik, dan keberanian untuk bersaing di level tertinggi.






