Lensa Bola – Aston Villa kembali menjadi salah satu pusat perhatian terbesar dalam sepak bola Inggris. Klub yang musim lalu mencuri perhatian melalui performa impresif itu, kini tampak berada di level yang jauh lebih meyakinkan. Jika pada musim sebelumnya, Aston Villa dipandang sebagai tim kuda hitam yang tampil melebihi ekspektasi, kini mereka mulai dinilai sebagai penantang serius gelar Premier League.

Perjalanan yang mereka lalui tidak hanya mencerminkan catatan kemenangan yang luar biasa, tetapi juga sebuah proses transformasi menyeluruh yang melibatkan aspek taktik, mentalitas, kedalaman sekuat hingga kekokohan struktur klub secara keseluruhan. Yang membuat kisah ini semakin menarik adalah bahwa kebangkitan Villa dimulai dari titik paling rendah, yaitu saat mereka terjebak dalam situasi rumit pada musim panas lalu. Beberapa bulan sepenuhnya, Aston Villa tampak berada dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Musim panas mereka digambarkan sebagai periode yang penuh kegelisahan dan masalah bertumpuk, bahkan disebut sebagai mimpi buruk oleh orang dalam klub. Tekanan finansial akibat ketatnya aturan profit dan sustainability membuat ruang gerak transfer membatasi banyak keputusan penting. Hubungan antara Unai Emery dan Direktur Olahraga Monci sempat dikabarkan memanas akibat perbedaan pandangan terkait pemilihan dan perekrutan pemain.

Ditambah lagi, Villa membuka musim dengan performa mengecewakan, gagal memenangkan lima pertandingan pertama mereka. Situasi itu membuat banyak pihak memperkirakan bahwa klub akan menghadapi musim yang berat dan akan kembali merosot menjadi tim papan tengah. Ekspektasi terhadap mereka merosot drastis dan banyak analis menilai momentum positif musim lalu tidak akan berlanjut.

Namun, Aston Villa membalikan semua prediksi tersebut dengan cara yang nyaris dramatis. Dari kondisi yang digambarkan begitu suram, mereka berubah menjadi tim yang sangat kompetitif dan penuh determinasi. Dalam kurun waktu beberapa bulan, Villa menjelma menjadi kekuatan baru yang memainkan sipak bola modern dengan struktur jelas dan mentalitas kuat.

Kebangkitan mereka terlihat paling mencolok dari rentetan performa luar biasa, yaitu memenangkan 9 dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Momentum perubahan itu dimulai dari kemenangan 2-0 atas Macabi Tel Aviv, sebuah laga yang belakangan diakui menjadi titik balik bagi tim. Setelah kemenangan itu, Villa terus melaju seperti mesin yang tak pernah berhenti.

Mereka menang besar 4-0 melawan Burnemouth, mengalahkan Leeds 2-1 dan meraih poin penuh saat menghadapi Young Boys di kompetisi Eropa. Kemenangan demi kemenangan mengalir, termasuk hasil krusial atas Wolves, 4-3 melawan Brighton, kemenangan bergangsi 2-1 atas Arsenal, hingga kemenangan 2-1 atas Basel di Swiss. Dari semua pertandingan tersebut, laga melawan Arsenal menjadi penegas bahwa Aston Villa bukan lagi tim yang hanya mengandalkan momentum keberuntungan.

Arsenal, salah satu tim paling konsisten dan taktis di Premier League, justru dibuat kesulitan oleh kecerdikan strategi Emery. Villa, mampu memanfaatkan kelemahan struktural pada sisi sayap Arsenal, yang bek sayapnya terlalu tinggi dan sempit saat melakukan build up. Emery, memerintahkan lini tengah dan pemain sayapnya untuk memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan tersebut dengan transisi cepat dan umpan vertikal yang presisi.

Hasilnya adalah ancaman konstan yang membuat Arsenal tidak mampu menguasai alur permainan seperti biasanya. Pada titik ini, tak banyak tim yang mampu mengeksekusi rencana permainan setepat ini melawan tim sekuat Arsenal. Namun, Villa bukan hanya menang melalui kecerdikan taktik, melainkan juga lewat mentalitas yang sulit ditandingi.

Ketika Arsenal berhasil menyamakan kedudukan dan momentum permainan tampak berbalik, Aston Villa tidak menunjukkan tanda-tanda panik. Mereka tetap disiplin, tetap agresif saat dibutuhkan, dan tetap sabar dalam menjaga struktur. Pada masa injury time, keeper Emiliano Martinez membuat keputusan yang menunjukkan mentalitas juara, yaitu melempar bola dengan cepat untuk memulai serangan balik.

Keputusan spontan itu melahirkan peluang emas yang kemudian diselesaikan oleh Buendia di menit ke-95. Goal tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan manifestasi dari keyakinan kolektif yang sudah dibangun Emery dalam squadnya. Mereka menolak hasil imbang dan berjuang hingga detik terakhir.

Bahkan, Mikkel Arteta harus mengakui keunggulan mental dan struktur permainan Villa setelah pertandingan tersebut. Ia menyatakan bahwa Villa kini merupakan salah satu penantang gelar yang benar-benar harus diperhitungkan. Kekuatan Aston Villa kini tidak hanya terlihat pada hasil pertandingan, tetapi juga pada konsistensi mereka menghadapi berbagai jenis lawan.

Dalam laga yang membutuhkan dominasi, mereka mampu mengatur tempo dan menekan lawan. Dalam pertandingan ketat di mana mereka tidak memegang kendali penuh, mereka tetap mampu menjaga stabilitas dan menemukan momen yang tepat untuk menciptakan peluang. Kedewasaan permainan ini menjadi bukti betapa besarnya pengaruh Unai Emery.

Pelatih asal Spanyol itu membawa pendekatan taktis yang fleksibel dan penuh detail. Villa dapat melakukan pressing tinggi dengan struktur rapi, tetapi juga sangat nyaman bermain dalam blok menengah untuk memancing lawan agar keluar dari zona aman mereka. Formasi 4-2-3-1 atau 4-4-2 yang ia gunakan memberikan kelulasaan mobilitas bagi gelandang serang, serta memungkinkan fullback untuk berperan agresif dalam membangun serangan dari sisi sayap.

Selain itu, Villa juga menjadi salah satu tim dengan variasi skema serangan paling kaya. Mereka bisa mencetak gol melalui bullet up panjang, serangan balik cepat, aksi individual hingga situasi bola mati yang dirancang dengan cermat. Keragaman ini membuat Villa sulit diprediksi dan lebih adaptif terhadap berbagai situasi pertandingan.

Yuri Tilmans, salah satu gelandang kunci dalam squad, menyatakan bahwa meski kemenangan demi kemenangan diraih, tim tidak boleh merasa puas diri. Ia menekankan bahwa mereka harus tetap fokus terutama dalam dua laga sisa di fase grup Liga Eropa. Bagi Tilmans, kemenangan tandang dalam kondisi lapangan yang kurang ideal seperti saat menghadapi Basel menjadi bukti kematangan tim.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak tim kini bertahan lebih dalam ketika menghadapi Villa, yang membuka ruang bagi dirinya untuk mencoba tembakan dari luar kotak penalti. Komentar Tilmans menunjukkan bahwa para pemain kini memahami dinamika baru yang mereka hadapi sebagai tim besar, lawan yang lebih defensif, tekanan lebih kuat dan kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas serangan. Di sisi lain, Unai Emery kembali melorehkan pencapaian historis.

Ia tercepat dalam sejarah Aston Villa yang meraih 90 kemenangan, melampaui sosok legendaris seperti Ron Saunders dan Joe Merker. Catatan ini mempertegas kualitas Emery sebagai pelatih papan atas Eropa dan bukti bahwa proyek jangka panjangnya bersama Villa berada di jalur yang sangat positif. Meskipun rangkaian kemenangan ini belum menjamin trofi pada akhir musim, fondasi kokoh yang dibangun Emery menempatkan Aston Villa pada posisi ideal untuk memperbutkan tiket ke Liga Champions dan melangkah lebih jauh di Liga Eropa.

Jika performa dan mentalitas ini terus dijaga, Villa berpotensi menjadi salah satu kisah terbesar dalam sejarah Premier League Modern. Aston Villa kini bukan lagi sekedar tim yang sedang dalam tren positif. Mereka sedang membangun identitas baru sebagai klub ambisius dengan permainan modern yang solid, struktur taktik yang matang, serta mentalitas kolektif yang kuat.

Dari krisis musim panas hingga rangkaian kemenangan yang mencengangkan, perjalanan ini menjadi bukti bahwa transformasi total dapat terjadi ketika sebuah klub memiliki visi yang jelas dan pelatih dengan kemampuan manajerial tinggi. Dengan segala perkembangan tersebut, Aston Villa tampaknya siap tidak hanya bersaing di papan atas, tetapi juga mengubah peta kekuatan Premier League musim ini.

lion mesdon
Desember 25, 2025
Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *