
Lensa Bola – Kedatangan Lionel Messi ke India pada 13 Desember 2025, menjadi peristiwa besar yang menyedot perhatian publik, baik di dalam negeri maupun secara internasional. Antusiasme masyarakat India terhadap mega bintang sepak bola asal Argentina tersebut terlihat sangat tinggi, bahkan jauh sebelum Messi benar-benar tiba. Berbagai persiapan dilakukan secara masif oleh pemerintah daerah, komunitas penggemar hingga pihak swasta sebagai bentuk penghormatan terhadap pemain yang kerap dijuluki sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa.
Punjungan ini menjadi momen istimewa karena merupakan kedatangan pertama Messi ke India sejak 2011, sekaligus penanda kuatnya daya tarik sepak bola global di tengah budaya olahraga India yang selama ini lebih didominasi oleh kriket. Salah satu penyambutan paling mencolok adalah pembangunan patung raksaksa Lionel Messi di Kolkata, ibu kota negara bagian Banggala Barat yang dikenal memiliki basis penggemar sepak bola yang fanatik. Patung setinggi 70 kaki atau setara dengan 21 meter tersebut didirikan di kawasan Lake Town dan menjadi pusat fanzone bertajuk Kohla Messi.
Replika itu menggambarkan Messi tengah memegang trofi piyala dunia, simbol puncak prestasinya bersama dengan tim nasional Argentina. Patung itu disebut-sebut sebagai replika pesepak bola terbesar yang pernah dibuat dan langsung menarik perhatian luas baik dari masyarakat lokal maupun penggemar sepak bola di berbagai belahan dunia. Sebelum dipamerkan secara penuh, patung tersebut sempat viral di media sosial karena wajahnya ditutup dengan kain.
Ketika akhirnya diperlihatkan secara utuh, reaksi publik pun beragam. Tidak sedikit warga net yang menilai wajah patung tersebut kurang menyerupai Messi. Bahkan ada yang menyebut tampilannya lebih mirip dengan Cristiano Ronaldo.
Kritik dan komentar bernada sindiran pun ramai bermunculan di media sosial. Meski demikian, banyak pula yang mengapresiasi usaha besar dibalik pembuatan patung tersebut. Montil Paul, Sang Pematung menjelaskan bahwa proses pengerjaan memakan waktu sekitar 40 hari dan melibatkan tantangan teknis yang cukup rumit termasuk penggunaan derek dan truk khusus untuk mengangkut patung raksasa itu melewati ganggang sempit di kawasan pemukiman Kolkata.
Gunjungan Messi ke India merupakan bagian dari agenda bertajuk God Tour yang berlangsung selama 3 hari. Selama berada di India, Messi dijadwalkan menghadiri berbagai kegiatan mulai dari pertemuan dengan Perdana Menteri Narendra Modi hingga menghadiri acara sosial dan hiburan. Ia juga direncanakan bertemu sejumlah tokoh ternama India seperti aktor Bollywood Shah Rukh Khan dan legenda kriket Sourav Ganguly.
Setelah dari Kolkata, Messi dijadwalkan mengunjungi kota-kota besar lain seperti Hyderabad, Mumbai dan New Delhi. Antusiasme penggemar untuk bertemu langsung dengan Messi dimanfaatkan melalui berbagai paket acara eksklusif. Penggemar yang ingin berfoto atau mendapatkan tanda tangan harus merogoh kocek yang sangat dalam dengan harga yang dilaporkan mencapai lebih dari 6000 pond sterling atau sekitar 130 juta rupiah.
Harga fantastis ini memunculkan perdebatan mengenai komersialisasi figur atlet dan batas antara apresiasi terhadap idola dan eksploitasi popularitas. Bagi sebagian penggemar, biaya tersebut dianggap terlalu mahal. Namun bagi lainnya, kesempatan bertemu langsung dengan Messi dinilai sepadan dengan nilai yang harus dibayar.
Dalam pernyataan resminya, Messi mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali ke India setelah 14 tahun. Ia menyebut India sebagai negara istimewa dengan penggemar yang penuh semangat dan memiliki kecintaan besar terhadap sepak bola. Messi juga menyoroti berkembangnya minat masyarakat India terhadap olahraga tersebut dan menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan generasi baru penggemar sambil berbagi kecintaannya terhadap sepak bola.
Pernyataan ini mempertegas perannya tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai figur inspiratif dalam perkembangan olahraga global. Kedatangan Messi ke India dilakukan setelah ia menyelesaikan musim kompetisi MLS 2025 bersama dengan Inter Miami. Pada musim tersebut, pemain berusia 38 tahun itu tampil impresif dengan membawa klubnya meraih gelar juara.
Selain itu, ia juga berhasil menyebut gelar Most Valuable Player atau MVP setelah menjadi pencetak gol terbanyak ke liga. Prestasi tersebut semakin memperkuat status Messi sebagai legenda hidup sepak bola dunia sekaligus membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi meskipun telah memasuki usia senja bagi seorang pesepak bola profesional. Namun, euforia kedatangan Messi di India sempat ternodai oleh insiden yang terjadi dalam momen pertemuan dengan para fans.
Beberapa jam setelah kedatangannya di India, ribuan penggemar memadati stadion Salt Lake di Kolkata. Banyak di antara mereka mengenakan jarsi Lionel Messi serta membawa bendera Argentina. Namun, pengamanan yang sangat ketat membuat mayoritas penonton kesulitan melihat sang idola dari jarak dekat.
Messi sempat berkeliling lapangan sambil melambaikan tangan kepada penonton. Namun, baru 20 menit berkeliling, Messi akhirnya meninggalkan stadion lebih awal dari yang diperkirakan. Situasi tersebut memicu kemarahan sebagian fans yang merasa kecewa karena tak mendapatkan pengalaman sesuai harapan.
Kekecewaan tersebut kemudian berubah menjadi kemarahan. Sejumlah supporter melampiaskan amarah mereka dengan melempar kursi dari tribun dan berbagai benda lain ke lintasan atletik. Beberapa penonton bahkan nekat memanjat pagar pembatas untuk melemparkan benda ke arah lapangan.
Laporan dari media internasional menyebutkan bahwa kericuan pecah tak lama setelah Messi meninggalkan stadion. Sekitar 20 menit setelah ia tiba, insiden ini menjadi sorotan tajam dan memunculkan kritik terhadap pihak penyelenggara yang dinilai gagal mengelola ekspektasi publik secara transparan.






