Lensa Bola – Liverpool kembali menjadi sorotan tajam jagad Premier League setelah performa luar biasa mereka di pekan ke-16 musim 2025-2026. Di tengah tekanan, kritik, dan gelombang negatif, satu nama mencuri perhatian publik sepak bola dunia yaitu Hugo Eketike. Striker asal Prancis itu menorehkan momen yang tak hanya menggetarkan Anfield, tetapi juga menjadi perbincangan hangat di seluruh Inggris.

Goal tercepat Premier League musim ini hanya 46 detik setelah kick-off. Pertandingan Liverpool vs Brighton & Hull Albion di Anfield bermula dengan intensitas tinggi. Baru 46 detik berjalan, sebuah momen krusial lahir dari kesalahan defensif Brighton.

Winger Ian Kubaminteh berusaha membersihkan bola dekat bendera sudut, namun sapuanya justru melambung dan menghentam area berbahaya. Bola jatuh ke kaki bek Liverpool Joe Gomez yang kemudian menyundul bola ke ruang kosong. Tanpa ragu, Eketike menyambut dengan tendangan volley tajam dari jarak sekitar 12 meter, menghujam ke gawang lawan, dan membuat stadion bergemuruh.

Goal cepat ini tidak hanya memberi keunggulan awal bagi Liverpool, tetapi juga menjadi gol tercepat Liverpool di Premier League sejak era pra-pandemi. Pencapaian ini menggugah memori fans The Reds. Terakhir kali klub mencetak gol menit pertama adalah pada April 2019, ketika Naby Kaita membuat gol dalam 15 detik saat menghadapi Huntersville Town.

Kedatangan hugo Eketike ke Liverpool dibarengi dengan kontroversi transfer besar. The Reds mendatangkan sang striker dari Eintracht Frankfurt dengan biaya yang dilaporkan mencapai 80 juta euro, belum termasuk bonus yang bisa membuat total nilai kontrak mencapai 95 juta euro, setara lebih dari 1,6 triliun bila dikonversi ke dalam rupiah. Biaya itu langsung memicu tekanan besar pada pundak pemain berusia 22 tahun tersebut.

Fans dan pakar sepak bola berkata transfer seheboh itu harus segera terbukti di lapangan, dan jawabannya pun kini mulai nyata. Musim ini, Eketike mencatatkan performa impresif 4 gol dalam 2 pertandingan terakhir, termasuk 2 gol ke Gawang Brighton setelah mencetak breast saat menghadapi Leeds United pada laga sebelumnya. Catatan ini menunjukkan bahwa ia tengah mengalami momentum panas, mulai menemukan ritme, kepercayaan diri dan kemampuan mencetak gol yang konsisten.

Gol kilat di Anfield bukan sekedar statistik, itu adalah sinyal bahwa Eketike bisa menjadi ujung tombak yang Liverpool butuhkan untuk kembali ke papan atas Premier League. Meski menjadi pahlawan kemenangan 2-0 Liverpool atas Brighton, Eketike justru mengaku tidak puas secara pribadi. Dalam wawancara dengan BBC Sport, striker asal Perancis itu menyatakan bahwa ia merasa seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.

Saya tidak bisa bilang penampilan saya hari ini sempurna, karena saya tahu bahwa saya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol tadi. Saya sebenarnya menargetkan hat-trick hari ini, tetapi mungkin itu bisa di lain hari. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar dan hasrat juang tinggi pemain muda tersebut.

Tidak hanya puas dengan sorotan sesaat, Eketike ingin menjadi kontributor nyata dan konsisten untuk Liverpool, sesuatu yang sangat dirindukan fans setelah beberapa musim klub kehilangan ketajaman di lini depan. Sejarah pertemuan Liverpool dan Brighton juga menambah lapisan drama dalam laga ini. Menariknya, dalam beberapa musim terakhir, mencetak gol lebih dulu justru bukan jaminan kemenangan dalam duel kedua tim.

Brighton pernah unggul lebih dulu di Anfield, namun akhirnya tetap tumbang dengan skor 1-2. Situasi sebaliknya juga terjadi ketika Liverpool memimpin lebih dulu di Amex Stadium, sebelum Brighton bangkit dan membalikan keadaan menjadi 3-2. Pada musim 2023-2024, kedua tim bahkan saling mengalahkan dengan skor identik 2-1 di kandang masing-masing, meski sama-sama sempat kebebolan terlebih dahulu.

Satu-satunya pengecualian dari pola aneh ini terjadi di ajang Piala Liga, ketika Liverpool berhasil mempertahankan keunggulan dan menang dramatis 3-2 di kandang Brighton setelah mencetak gol pembuka. Di tengah sorotan besar kepada ekitike, satu sejarah lain juga tercipta yang tak kalah monumental. Mohamed Salah mencatatkan rekor baru di Premier League.

Dengan total 188 gol dan 89 asisst untuk Liverpool, jumlah ini membuatnya memiliki keterlibatan gol terbanyak dalam sejarah liga bersama satu klub. Salah terlibat langsung dalam gol kedua Liverpool melalui asisst kepada ekitike setelah masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Joy Gomez yang cadera. Keterlibatan itu menjadi gol plus asis ke-277 di kompetisi Premier League, sebuah rekor yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat di era modern.

Musim ini, hubungan antara Salah dan pelatih Arne Slot sempat menjadi headline setelah pernyataan kontroversial dari sang pemain bahwa ia merasa dianaktirikan. Ia bahkan sempat dicadangkan absen dari squad dan ramai diperbincangkan media. Namun, dalam laga kontra Brighton, kembalinya Salah terbukti krusial.

Asisstnya menunjukkan profesionalisme sekaligus kontribusi nyata yang membantu tim meraih tiga poin penting di hadapan fans sendiri. Pasca kemenangan atas Brighton, Salah akan terbang untuk memperkuat tim Nasional Mesir di Piala Afrika di Maroko, turnamen yang menjadi ambisinya untuk meraih gelar pertama sejak 2010. Ia mengisyaratkan bahwa laga melawan Brighton bisa menjadi penampilan terakhirnya di Anfield sebelum keberangkatan, dan ia ingin menikmatinya bersama dengan para pendukung setia Liverpool.

Saya menelpon ibu dan ayah, dan saya mengajak mereka datang ke pertandingan melawan Brighton. Tidak masalah apakah saya bermain atau tidak, saya akan menikmatinya, karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi ketika saya berada di sana. Pernyataan ini menyiratkan ketidakpastian tentang masa depannya di Liverpool, tetapi juga komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi klub maupun negaranya.

Dengan performa Ekitika yang membara, rekor baru dari Salah, serta dinamika emosional di ruang ganti dan tribun, musim Liverpool 2025-2026 menjadi sebuah kisah epik yang layak diikuti oleh seluruh penggemar sepak bola. Akankah ini menjadi awal kebangkitan The Reds, atau justru babak penuh tantangan yang belum usai? Anfield dan seluruh Inggris akan segera memberikan jawabannya.

lion mesdon
Desember 28, 2025
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *