
Lensa Bola – Federasi Sepak Bola Dunia atau FIFA kembali menggelar ajang prestisius Tahunan The Best FIFA Football Awards 2025 yang berlangsung di Doha, Qatar, Rabu Duni Hari Waktu Indonesia Barat. Acara ini menjadi momen puncak atau memberikan apresiasi kepada para insan sepak bola yang menunjukkan performa terbaik sepanjang periode penilaian 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025. Sebanyak 12 kategori penghargaan diumumkan, mulai dari pemain terbaik putra dan putri, pelatih, keeper hingga gol terbaik dunia melalui FIFA Puskas Award.
Malam penganugerahan ini bukan sekedar seremoni, tetapi juga cerminan perkembangan dan arah sepak bola dunia yang semakin kompetitif, modern dan terbuka terhadap talenta dari berbagai negara. Salah satu penghargaan yang paling menyita perhatian publik adalah FIFA Puskas Award 2025. Gelar gol terbaik dunia tahun ini tidak jatuh ke tangan Rizky Ridho, pemain Persija Jakarta sekaligus bek timnas Indonesia yang namanya masuk dalam daftar nominasi.
Penghargaan tersebut akhirnya diraih oleh Santiago Montiel, pemain sayap klub independiente asal Argentina. Montiel memukau dunia melalui sebuah gol spektakuler, berupa tendangan salto akrobatik dari luar kotak penalti ke gawang independiente Rifa Davia dalam laga Liga Profesional Argentina pada Mei 2025. Gol tersebut dinilai unggul dalam aspek estetika, tingkat kesulitan serta keberanian dalam eksekusi, sehingga dianggap layak menyandang predikat gol terbaik dunia tahun ini.
Gol Santiago Montiel langsung menjadi perbincangan global sesaat setelah tercipta. Tayangan ulang gol tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial dan disebut oleh banyak pengamat sebagai salah satu gol paling indah dalam satu dekade terakhir. Dengan menggunakan kaki kiri, Montiel melepaskan tembakan salto dengan presisi sempurna, memadukkan teknik tinggi, naluri menyerang serta keberanian mengambil resiko di momen krusial.
Dalam pernyataannya usai menerima penghargaan, Montiel mengungkapkan bahwa gol itu lahir secara spontan tanpa banyak pertimbangan. Ia menyebut hanya mengikuti instingnya sebagai penyerang, sebuah pengakuan yang justru mempertegas kualitas alami yang dimilikinya. Keberhasilan ini juga mencatatkan sejarah tersendiri karena menjadikan Montiel sebagai pemain Argentina ke-2 secara beruntun yang meraih Puskas World, mengikuti jejak Alejandro Garnacho yang menjadi pemenang pada edisi 2024.
Meski gagal meraih Trophy Puskas World, kehadiran nama Rizky Ridho dalam doftar nominasi tetap menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia. Untuk pertama kalinya, pemain Indonesia mendapatkan pengakuan langsung dari FIFA dalam kategori gol terbaik dunia. Fakta ini menegaskan bahwa kualitas pemain Indonesia mulai diperhitungkan di tingkat internasional.
Masuknya Rizky Ridho ke dalam nominasi tidak hanya berdampak positif bagi karir pribadinya, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa sepak bola Indonesia sedang mengalami kemajuan signifikan. Pengakuan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi pemain-pemain muda tanah air untuk terus meningkatkan kualitas dan berani bersaing di level global. Proses penentuan pemenang Puskas World dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan ketat.
FIFA menempatkan 10 gol terbaik sebagai nominasi dari seluruh dunia berdasarkan periode penilaian yang telah ditentukan. Penilaian yang dilakukan oleh dua kelompok pemilih dengan bobat suara yang sama, yaitu penggemar sepak bola global dan panel legenda FIFA. Masing-masing pemilih memberikan suara untuk pilihan pertama, kedua, dan ketiga dengan sistem poin.
Gol dengan total poin tertinggi kemudian dinobatkan sebagai pemenang. Sementara seluruh proses pemungutan suara diawasi oleh pengamat independen guna menjamin objektivitas dan kredibilitas hasil akhir. Selain Puskas World, ajang FIFA Best 2025 juga menobatkan Osman Dembele sebagai pemain terbaik putra dunia.
Pemain sayap asal Perancis tersebut menjalani musim yang luar biasa bersama dengan Paris Saint-Germain dan menjadi figur sentral dalam perjalanan bersejarah klub tersebut. Dembele berkontribusi besar dalam mengantarkan PSG meraih gelar Liga Champions UFA Perdana sepanjang sejarah klub. Sepanjang kompetisi Eropa musim 2024-2025, Dembele mencatatkan 8 goal dan 6 asisst, sebuah torehan impresif yang mengantarkannya meraih penghargaan MVP Liga Champions sekaligus MVP Lingang.
Kontribusinya juga terasa di kompetisi domestik di mana ia membantu PSG menyapu bersih seluruh gelar utama dan melaju hingga final edisi perdana piala dunia antar klub FIFA. Dominasi Dembele sepanjang musim dinilai sangat lengkap karena mampu mengawinkan prestasi kolektif tim dengan penghargaan individu paling prestisius. Di kategori putri, Aitana Bonmati kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
Pemain Barcelona Femeny dan timna Spanyol tersebut dinobatkan sebagai pemain terbaik putri FIFA 2025 berkat performa konsisten dan pengaruh besarnya dalam permainan tim. Bonmati menjadi motor penggerak Barcelona Femeny di berbagai kompetisi serta tampil dominan bersama dengan tim nasional Spanyol. Penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai ikon sepak bola wanita modern yang mengandalkan kecerdasan taktik, teknik tinggi dan visi permainan yang luar biasa.
Peran pelatih juga mendapatkan sorotan penting dalam ajang ini. Luis Enrique terpilih sebagai pelatih pria terbaik FIFA 2025 atas keberhasilannya membawa PSG mencapai level tertinggi. Pelatih asal Spanyol tersebut dinilai sukses membangun tim yang solid, seimbang dan efektif.
Puncak keberhasilan Luis Enrique terlihat saat PSG menjuarai Liga Champions UFA dengan kemenangan telah 5-0 atas Inter Milan di partai final, sebuah hasil yang tercatat sebagai salah satu final paling dominan dalam sejarah kompetisi. Selain itu, PSG juga tampil sangat superior di kompetisi domestik dengan Merahi Ligue 1, Coupe de France dan Trophy Days Champions dalam satu musim, menegaskan reputasi Luis Enrique sebagai pelatih elit dunia. Penghargaan lain yang tak kalah bergensi adalah keeper pria terbaik FIFA 2025 yang diraih oleh Gianluigi Donnarumma.
Penjaga gawang asal Italia tersebut mendapatkan pengakuan atas performa gemilangnya bersama PSG pada musim sebelumnya, di mana ia berperan besar dalam kesuksesan klub Meraih Treble. Donnarumma berhasil mengunggulis jumlah keeper papan atas dunia seperti Alison Becker, Thibaut Courtois, Emiliano Martinez, Manuel Neuer dan Jan Sommer. Meski pada awal musim berikutnya ia memutuskan hengkang dari PSG dan bergabung dengan Manchester City, performa sepanjang periode penilaian dinilai sangat konsisten dan menentukan.
Donnarumma mengaku bangga atas pencapaian tersebut dan menyebut tahun 2025 sebagai salah satu fase terbaik dalam perjalanan karir profesionalnya.






