Lensa Bola – Manchester United kembali menelan hasil mengecewakan pada pekan ke-17 Liga Inggris musim 2025-2026. Bertandang ke Villa Park pada minggu malam, setan merah harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2. Sejak sebelum laga dimulai, keputusan Amorim sudah memancing perhatian publik.

Manchester United tampil dengan susunan pemain yang tidak biasa, dimana Patrick Dorgo, Manuel Ugarte, hingga Aiden Heaven dipercaya menjadi starter. Langkah ini dinilai berani sekaligus beresiko, mengingat Villa Park merupakan stadion yang kerap menyulitkan tim tamu. Kondisi MU semakin tidak ideal, karena absennya beberapa pemain penting seperti Brian Beumo dan Ahmed Diallo yang harus membelan negara masing-masing di ajang Piala Afrika.

Situasi ini membuat opsi serangan MU terbatas, terutama dari sektor sayap, yang lebih mengkhawatirkan daftar pemain cadangan MU tidak diisi oleh nama-nama senior yang biasa menjadi andalan. Tidak adakah Semirow maupun Kobimaino, sementara bangku cadangan justru dipenuhi oleh pemain muda seperti Jack Fletcher, Sheila Kay, Tyler Fredrickson hingga Bendito Mantato. Kondisi ini mencerminkan keterbatasan kedalaman squad MU, sekaligus menunjukkan keberanian Amorim untuk memberi kepercayaan kepada pemain akademi, meski resikonya sangat besar dalam pertandingan penting.

Di sisi lain, Aston Villa datang dengan rasa percaya diri tinggi setelah selalu menang dalam lima laga terakhir. Unai Emery menurunkan komposisi terbaiknya dengan mengandalkan John McGinn, Yuri Tilmans, Morgan Rogers, serta Ollie Watkins sejak menit awal. Alhasil, Villa langsung tampil agresif dan mengambil inisiatif serangan.

Pada menit ketujuh, John McGinn melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih mampu ditepis oleh keeper MU. Ancaman ini menjadi sinyal bahwa tuan rumah tidak akan mengendurkan tekanan. Manchester United sendiri, tanpa kesulitan mengembangkan permainan di awal laga dan kerap kehilangan bola di lini tengah, peluang pertama MU baru tercipta pada menit kedua-dua melalui Benjamin Sesko. Namun, tembakan kaki kanannya masih bisa diamankan dengan baik oleh Emiliano Martinez.

Seiring berjalannya waktu, pertandingan berlangsung semakin terbuka dengan kedua tim saling bergantian melancarkan serangan. Intensitas meningkat memasuki setengah jam pertandingan. Namun, penyelesaian akhir dari kedua kubu masih belum efektif.

Gol yang dinantikan akhirnya tercipta pada menit keempat-lima ketika Morgan Rogers sukses memecah kebuntuan lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dibendung oleh Lamens, membuat Aston Villa unggul 1-0. Keunggulan tersebut sempat memberikan keuntungan psikologis bagi tuan rumah, tetapi Manchester United menunjukkan respons sepat. Tiga menit berselang, Mateus Kunya berhasil menyemakan kedudukan setelah memanfaatkan kesalahan Maticas yang terlalu lama menguasai bola di area pertahanan sendiri.

Kunya dengan sigap merebut bola dan menaklukkan Martinez, sehingga skor berubah menjadi 1-1 hingga jeda babak pertama. Memasuki babak kedua, masalah kembali menghentam Manchester United. Kapten tim Bruno Fernandes terlihat mengalami cedera dan harus ditarik keluar, digantikan oleh Lissandro Martinez.

Absennya Bruno berdampak signifikan terhadap alur serangan Emu, mengingat perannya sebagai motor permainan dan pemimpin di lapangan yang sangat vital. Aston Villa memanfaatkan situasi ini dengan meningkatkan intensitas tekanan. Hasilnya, Morgan Rodgers kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui gol keduanya.

Dengan skema serangan yang hampir sama, Rodgers melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti yang kembali gagal diantisipasi oleh Lamens, membawa Villa unggul 2-1. Tertinggal, Emu mencoba bangkit dan sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-6-5, ketika Mateus Kunya menyambut umpan silang dari Patrick Dorgo dengan sundulan. Namun, bola masih melenceng tipis dari gawang.

Setelah momen tersebut, Manchester United tampak kesulitan menciptakan peluang bersih. Aston Villa bermain disiplin dan rapi dalam bertahan, sementara serangan Emu kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya. Kunya terlihat bekerja keras seorang diri di lini depan, namun minimnya dukungan membuat pergerakannya mudah dipatahkan barisan belakang Villa, yang dikawal dengan baik oleh Martinez di bawah Mistar.

Pada masa injury time, Emu sempat memperoleh peluang terakhir melalui tendangan bebas di dekat kotak penalti setelah Dorgo dilanggar. Mason Mount dipercaya sebagai eksekutor, tetapi sepakannya masih melambung tipis di atas Mistar, sekaligus menutup peluang Emu untuk menyamakan skor. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Aston Villa tetap bertahan.

Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi Manchester United di klasmen sementara. Setan Merah harus turun ke peringkat ke-7 dengan koleksi 26 poin, dan hanya mampu meraih 2 kemenangan dalam 5 pertandingan terakhir, sebuah catatan yang menegaskan inkonsistensi mereka di musim ini. Sebaliknya, Aston Villa semakin nyaman di posisi 3 besar dengan 36 poin, hanya tertinggal 3 angka dari Arsenal di puncak klasmen.

Aston Villa kian menunjukkan diri sebagai penantang serius dalam perburuan gelar, di luar hasil pertandingan, serotan besar juga mengarah kepada Ruben Amorim yang terus mencadangkan wonderkid Emu Kobe Maino. Keputusan ini menuai kritik tajam dari para penggemar, mengingat peran penting Maino pada musim sebelumnya. Sejak musim 2025-2026 dimulai, gelandang berusia 20 tahun tersebut lebih sering duduk di bangku cadangan dan sangat jarang menjadi starter.

Dari total 12 penampilan yang ia catatkan musim ini, Maino baru sekali bermain sebagai starter dan tampil penuh selama 90 menit, yaitu saat Emu menghadapi Grimsby Town di Ajang Karabau Cup. Secara keseluruhan, ia baru mengoleksi 302 menit bermain, jumlah yang menurun drastis dibanding musim lalu ketika ia mencatatkan 37 penampilan dengan total 2069 menit. Situasi ini membuat Amorim menjadi sasaran pertanyaan dan kritik.

Menanggapi hal tersebut, pelatih asal Portugal itu memberikan pembelaannya dengan menegaskan bahwa setiap pemain harus berjuang untuk mendapatkan tempat di tim utama. Menurut Amorim, Maino harus menunjukkan performa terbaiknya dalam sesi latihan dan mampu bersaing dengan pemain senior seperti Bruno Fernandes yang menempati posisi serupa. Amorim juga menilai bahwa duduk di bangku cadangan bukan hal yang buruk bagi pemain muda berusia 20 tahun, terutama di klub sebesar Manchester United.

Ia mengingatkan bahwa banyak pemain besar dalam sejarah MU seperti Cristiano Ronaldo, Wendroni hingga Sebastian Veron juga pernah mengalami fase dicadangkan di usia muda sebelum akhirnya berkembang menjadi pemain kunci. Berdasarkan pengalaman tersebut, Amorim menegaskan bahwa Maino tidak memiliki banyak pilihan selain bekerja keras dan terus meningkatkan kualitasnya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi tegas yang diterapkan oleh Amorim dimana reputasi dan potensi tidak menjadi jaminan tempat utama tanpa adanya konsistensi dan kerja keras.

Secara keseluruhan, kekalahan dari Aston Villa menjadi gambaran nyata berbagai persoalan yang masih membelit Manchester United mulai dari keterbatasan kedalaman squad, ketergantungan pada beberapa pemain kunci, hingga kebijakan rotasi yang masih menimbulkan perdebatan. Jika MU ingin kembali bersaing di papan atas Liga Inggris, perbaikan menyeluruh dari segi taktik, konsistensi performa serta pengelolaan pemain muda menjadi hal yang mutlak, sementara Aston Villa pantas mendapatkan pujian atas performa solid dan konsistensi mereka yang menjadikan Villa Park sebagai salah satu stadion paling sulit ditaklukkan musim ini.

lion mesdon
Januari 16, 2026
Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *