Lensa Bola – Real Madrid kembali meraih kemenangan di bawah arahan pelatih Alvaro Arbeloa. Tak tanggung-tanggung, El Real sukses membante Real Sociedad 41 dan menggeser Barcelona di puncak klasmen. Bermain di Estadio Santiago Bernabu, minggu dini hari waktu Indonesia Barat, pertandingan langsung berjalan dengan intensitas tinggi.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Madrid sempat dikejutkan oleh inisiatif menyerang Real Sociedad. Pada menit keempat, Mikro Oyarzabal memperoleh peluang melalui tendangan bebas yang dieksekusi dengan baik. Meski bola masih melebar tipis dari sasaran, ancaman dini tersebut menjadi peringatan bagi lini belakang Madrid untuk bisa lebih waspada.

Namun, respon tuan rumah sangat cepat dan efektif. Hanya satu menit berselang, tren Alexander Arnold mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan yang disambar oleh Gonzalo Garcia. Penyerang muda tersebut menunjukkan ketenangan luar biasa dengan penyelesaian klinis yang membawa Madrid unggul 1-0 pada menit kelima.

Gol cepat itu meningkatkan kepercayaan diri para pemain Madrid. Mereka mulai menguasai penguasaan bola dan memaksa tim tamu bermain lebih bertahan. Meski demikian, Real Sociedad tidak tinggal diam.

Pada menit ke-20, Wasid menunjuk titik putih setelah Dan Hewison dianggap melanggar Yangel Herrera di dalam kotak penalti. Oyar Zabal yang maju sebagai eksekutor, sukses menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-21, mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut sempat mengubah momentum pertandingan dan membuat laga kembali terbuka.

Namun, karakter tim besar kembali diperlihatkan Real Madrid. Hanya 4 menit setelah gol penyeimbang, Vinicius Junior dijatuhkan oleh John Aramburu di area terlarang. Tanpa ragu, Wasid kembali memberikan penalti.

Vinicius sendiri yang menjadi algojo, berhasil menaklukkan Alex Ramiro pada menit ke-25, membawa Madrid kembali memimpin 2-1. Keunggulan itu semakin memacu agresivitas tuan rumah. Pada menit ke-31, Federico Valverde mencetak gol spektakuler melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dibendung oleh Ramiro.

Gol tersebut memperlebar jarak menjadi 3-1, sekaligus mempertegas dominasi Madrid sepanjang babak pertama. Menjelang turun minum, Gonzalo Garcia hampir menambah keunggulan. Tetapi, peluang kemasnya pada masa tambahan waktu babak pertama masih melambung di atas Mister Gawang.

Memasuki babak kedua, Real Sociedad mencoba melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Gonzalo Guedes untuk meningkatkan daya gedor. Akan tetapi, rencana tersebut belum sempat berkembang karena Madrid kembali mendapatkan hadiah penalti pada awal babak kedua. Aramburu kembali menanggar Vinicius di kotak penalti pada menit ke-46.

Setelah melalui proses konfirmasi, eksekusi dilakukan pada menit ke-48 dan Vinicius kembali sukses menuntaskan tugasnya. Gol tersebut memastikan bres bagi pemain asal Brasil itu, sekaligus mengubah skor menjadi 4-1. Dengan keunggulan 3 gol, Madrid mulai bermain lebih sabar dan fokus mengontrol tempo pertandingan.

Mereka tidak lagi memaksakan serangan bertubi-tubi, melainkan menjaga keseimbangan antara lini tengah dan pertahanan. Real Sociedad beberapa kali mencoba memanfaatkan celah, tetapi penampilan solid Thibaut Courtois di bawah Mister Gawang menjadi penghalang utama. Salah satu momen penting terjadi pada menit ke-63 ketika Courtois melakukan penyelamatan Gemilang atas tembakan Carlos Soler.

Pada menit ke-70, Madrid kembali mendapatkan peluang emas melalui Gonzalo Garcia yang lolos 1-1. Namun John Martin melakukan sapuan krusial di garis Gawang untuk mencegah gol tambahan. Di penghujung laga, Vinicius sempat mencetak gol ketiganya, tetapi dianulir karena offside.

Real Sociedad pun mengalami situasi serupa saat gol Orris Carson dibatalkan karena posisi tidak sah. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-1 tetap bertahan. Kemenangan ini menjadi simbol perubahan arah yang tengah dibangun di Santiago Bernabeu sejak kepergian Xabi Alonso dari kursi ke pelatihan.

Di bawah arahan Alvaro Arbeloa, pendekatan yang diterapkan terlihat berbeda dibandingkan era sebelumnya. Berdasarkan laporan sejumlah media Spanyol, Arbeloa tidak secara khusus menitik beratkan pada skema taktik kompleks dalam enam pertandingan awalnya. Sebaliknya, ia lebih memprioritaskan pembendahan aspek fisik, membangun kekompakan tim, serta meningkatkan motivasi para pemain.

Pendekatan ini mencerminkan keyakinan bahwa kualitas individu Squad Madrid yang bertabur bintang dapat berkembang maksimal apabila ditopang dengan kondisi fisik prima dan mentalitas Squad. Langkah awal yang cukup signifikan adalah keputusan mengembalikan Antonio Pintus sebagai kepala pelatih fisik. Sosok asal Italia tersebut dikenal sebagai arsitek kebugaran Madrid pada periode kejayaan sebelumnya, termasuk saat merais jumlah gelar Liga Champions.

Presiden Florentino Perez dikabarkan sangat menghargai kontribusi Pintus, bahkan menilai peran pelatih fisik tersebut sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan klub di kompetisi Eropa. Dengan padatnya jadwal musim 2025-2026, fondasi fisik menjadi elemen vital agar tim mampu menjaga konsistensi performa. Pendekatan Arbelewa yang lebih pragmatis juga terlihat dari kebebasan yang diberikan kepada para pemain kunci seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe untuk mengekspresikan kemampuan terbaik mereka.

Alih-alih menerapkan pola permainan yang terlalu kaku, Arbelewa tempaknya lebih memilih membangun kepercayaan diri dan harmoni di ruang ganti. Filosofi ini berangkat dari keyakinan bahwa Real Madrid memiliki tradisi mengandalkan kualitas individu untuk memecah kebuntuan, terutama dalam laga-laga besar. Meski awal kepemimpinannya menunjukkan tren positif, tantangan jangga panjang tetap menanti.

Konsistensi akan menjadi ujian utama, terutama saat menghadapi jadwal padat pada pertandingan berintensitas tinggi di kompetisi domestik maupun Eropa. Di klub sebesar Real Madrid, ekspektasi selalu berada pada level tertinggi, di mana trofi menjadi tolak ukur utama keberhasilan. Arbelewa dituntut tidak hanya menjaga performa fisik dan mental tim, tetapi juga mampu menyesuaikan strategi ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.

Untuk saat ini, kemenangan meyakinkan atas Real Sociedad menjadi bukti bahwa proyek yang dirintis Arbelewa berada di jalur yang menjanjikan. Kombinasi antara kebugaran optimal, motivasi tinggi dan kecemerlangan individu terbukti efektif menghasilkan dominasi di lapangan. Dengan posisi puncak di kelas men yang kini kembali dikuasai, Madrid memiliki momentum penting untuk melanjutkan tren positif hingga akhir musim.

Jika fondasi fisik dan kebersamaan tim terus terjaga, bukan tidak mungkin Los Blancos akan kembali mengukir prestasi benilang dan mempertahankan reputasi mereka sebagai salah satu klub paling sukses di dunia sepak bola.

lion mesdon
Februari 16, 2026
Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *