Lensa Bola – Pertemuan antara Inter Milan dan Juventus kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu sepaling panas di Eropa. Dalam lanjutan seri A yang digelar di Stadion Giuseppe Mezza, Minggu Dini Hari Waktu Indonesia Barat, Inter Milan meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2. Dengan intensitas tinggi serta momen-momen emosional yang menentukan arah perburuan gelar musim ini, kemenangan tersebut bukan sekedar tambahan 3 poin, melainkan penegasan mentalitas dan kedewasaan sekuat nerazuri dalam menghadapi tekanan di fase krusial kompetisi.

Inter Milan, yang bermain di hadapan pendukung sendiri, berusaha mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu, sementara Juventus mengendalkan organisasi pertahanan rapat dan transisi cepat. Keunggulan tuan rumah lahir dari situasi tak terduga. Umpan silang Luis Henrique berubah arah setelah membentur Andrea Cambiaso, membuat bola meluncur tak terantisipasi ke gawang sendiri.

Tipper Juventus Michael DiGregorio terkecoh oleh perubahan arah bola tersebut, sehingga tak mampu mencegah gol bunuh diri yang memberi Inter keunggulan awal. Namun, Cambiaso menunjukkan respon mental yang kuat. Tak lama berselang, ia membalas kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang melalui penyelesaian tenang di tiang jauh setelah menerima umpan silang Weston McKennie.

Skor kembali imbang, dan atmosfer pertandingan semakin memanas. Menjelang turun minum, pertandingan memasuki fase paling kontroversial. Dalam sebuah kemelut di depan gawang Juventus, Alessandro Bastoni hampir membawa Inter kembali unggul setelah upayanya membentur kedua tiang gawang dalam satu rangkaian serangan.

Dalam duel berikutnya dengan Pierre Calullo, Bastoni terjatuh, dan Wasid memutuskan memberi kartu kuning kedua kepada back Juventus tersebut. Keputusan itu memicu protes keras karena tayangan ulang memperlihatkan kontak yang minimal. Namun, keputusan menyangkut kartu kuning kedua, VAR tidak memiliki kewenangan untuk meninjau ulang.

Juventus pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain sejak akhir babak pertama. Situasi yang secara taktis memberi keuntungan signifikan bagi Inter. Memasuki babak kedua, Inter 9 memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas tekanan.

Pelatih Christian Cifu melakukan penyesuaian strategi dan memasukkan pemain muda Francesco Pio Esposito untuk bisa menambah daya dobrak di lini depan. Keputusan tersebut pun terbukti jitu. Esposito mencetak gol melalui sundulan indah setelah menyambut umpan akurat Federico Di Marco.

Meski tertinggal dan bermain dengan 10 orang, Juventus tidak kehilangan semangat juang. Tim asuhan Luciano Spalletti tetap berani menekan dan mencari celah melalui pergerakan Kenan Yildiz serta kreatifitas dari Weston McKennie. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-84 ketika Manuel Locatelli mencetak gol penyama kedudukan dua-dua lewat tembakan mendatar terarah yang kembali memanfaatkan asis dari McKennie.

Gol itu menjadi bukti karakter Juventus yang tak mudah menyerah bahkan dalam situasi sulit sekalipun. Stadion sempat terdiam menyaksikan kebangkitan dramatis tim tamu dan mementup pertandingan seolah kembali berimbang. Namun derby daya Italia kali ini menyimpan klimaks yang lebih dramatis.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Inter melancarkan serangan terakhir pada menit ke-90. Piotr Zielinski menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras dengan kaki kiri. Bola meluncur deras tanpa mampu dijangkau oleh Di Gregorio, memastikan kemenangan 3-2 bagi Inter Milan.

Selebrasi para pemain dan supporter mencerminkan betapa besar arti kemenangan tersebut dalam konteks persaingan musim ini. Tambahan tiga poin membawa Inter semakin kokoh di puncak klasmen dengan 61 poin dari 25 pertandingan. Mereka unggul delapan angka dari rival sekota AC Milan yang masih memiliki satu pertandingan tunda melawan Komo 19-07.

Keunggulan tersebut memberi tekanan psikologi signifikan kepada para pesaing dalam perebutan skudeto. Setelah sebelumnya kerap kesulitan meraih hasil maksimal melawan tim-tim besar, kemenangan atas Juventus menjadi validasi bahwa Inter Milan telah berkembang menjadi yang matang secara mental dan taktis. Dalam pernyataannya usai pertandingan, Zielinski menegaskan pentingnya kemenangan ini bagi mentalitas tim.

Ia mengakui, Inter sempat kehilangan fokus ketika Juventus menyemakan kedudukan, namun kemampuan untuk bangkit dan mencetak gol penentu menunjukkan karakter juara. Ia juga menekankan bahwa perjalanan musim masih panjang dan timnya harus tetap menjaga konsistensi serta kerendahan hati. Di sisi lain, Esposito menyampaikan kebahagiaannya karena dapat berkontribusi dalam lagah sebesar ini, menyebut malam tersebut sebagai momen yang diimpikan setiap pemain muda.

Bagi Juventus, kekalahan ini meninggalkan rasa pahit sekaligus pelajaran berharga. Bermain dengan 10 orang selama 1 babak penuh tentu menjadi tantangan besar, tetapi performa mereka tetap menunjukkan determinasi dan daya juang tinggi. Keputusan wasit terhadap Kalulu akan terus menjadi bahan diskusi, namun fokus utama tim kini adalah memulihkan stabilitas dan memperbaiki detail permainan.

Absennya Kalulu akibat scoursing, serta kondisi beberapa pemain yang masih cadera, menjadi pekerjaan rumah bagi Spalletti dalam menjaga daya saing tim di sisa musim. Pertandingan ini juga menyoroti proses regenerasi kedua tim. Inter Milan berhasil memberi panggung bagi talenta muda seperti Esposito, sementara Juventus menampilkan potensi masa depan melalui pemain-pemain muda mereka.

Kombinasi pengalaman dan derah segar menjadi fondasi penting dalam kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi sepanjang musim. Bagi Inter, kemenangan ini mempertegas posisi mereka sebagai kandidat kuat juara dan memberi momentum penting menuju fase akhir musim. Bagi Juventus, kekalahan ini menjadi ujian karakter sekaligus motivasi untuk bangkit.

Kompetisi seri A masih menyisakan perjalanan panjang, tetapi laga ini mungkin akan dikenang sebagai salah satu titik krusial yang membentuk arah perburuan gelar musim ini. Sebuah malam ketika emosi, kualitas dan sejarah berpadu dalam panggung klasik sepak bola Italia.

lion mesdon
Februari 17, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *