
Lensa Bola – Penyerang Bayer Munchen sekaligus kapten tim nasional Inggris Hurricane, kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu striker paling tajam di era sepak bola modern, dengan menembus torehan 500 gol sepanjang karir profesionalnya. Capaian bersejarah itu, diraih setelah ia mencetak 2 gol dalam kemenangan 3-0 Bayer Munchen atas Werder Bremen pada lanjutan Bundesliga Sabtu 14 Februari 2026. Dua gol tersebut tidak hanya memastikan tiga poin penting bagi Dio Rotten dalam persaingan gelar, tetapi juga melengkapi koleksi gol Kane di level klub dan tim nasional menjadi 500.
Dengan angkat tersebut, Hurricane resmi menjadi pemain ke-27 dalam sejarah sepak bola yang mampu mencapai 500 gol di kompetisi resmi. Sebuah pencapaian yang menempatkannya dalam jajaran elit para legenda dunia, yang membuat pencapaian ini semakin impresif adalah efisiensi waktu yang dibutuhkan Kane untuk sampai ke angka tersebut. Ia membukukan 500 gol hanya dalam waktu 743 pertandingan.
Sebagai perbandingan, Cristiano Ronaldo memerlukan 753 pertandingan untuk mencapai jumlah gol yang sama pada tahun 2015. Sebuah indikator konsistensi dan ketajaman yang luar biasa. Perbandingan ini semakin mempertegas posisi Kane sebagai salah satu penyerang paling produktif dalam dua dekade terakhir.
Dari total 500 gol tersebut, 422 diantaranya dicetak di level klub, sementara 78 gol lainnya disumbangkan untuk tim nasional Inggris. Sebelum bergabung dengan Bayern München, Hurricane lebih dulu mengukir namanya bersama dengan Tottenham Hotspur dengan torehan 280 gol di semua kompetisi. Di klub London Utara itulah, ia berkembang dari pemain muda potensial menjadi ikon sekaligus mesin gol utama tim.
Meski berkali-kali membawa Tottenham bersaing di papan atas Premier League dan mencapai final Liga Champions, Trophy Mayer selalu luput dari genggamannya. Sementara itu, 78 gol yang ia cetak bersama dengan England National Football Team menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim berjuluk The Three Lions tersebut. Hurricane melampaui para pendahulunya dan mengukuhkan statusnya sebagai legenda hidup sepak bola Inggris.
Sejak memutuskan hijrah ke Bayern München pada awal musim 2023-2024, produktivitas Kane justru semakin meningkat. Keputusan tersebut sempat mengejutkan banyak pihak, mengingat ia masih berada di puncak performa dan diminatis jumlah klub besar Premier League. Namun, kepindahannya ke Jerman diakini didorong oleh ambisi kuat untuk meraih Trophy utama, sesuatu yang belum berhasil ia wujudkan bersama dengan Tottenham.
Bayern München, dengan tradisi juara yang kuat dan dominasi panjang di Bundesliga, menawarkan lingkungan kompetitif sekaligus peluang realistis untuk mengangkat gelar setiap musim. Pilihan itu pun terbukti tepat. Dalam dua musim pertamanya, Hurricane langsung mencetak lebih dari 40 gol per musim dan meraih gelar top skor Bundesliga, menunjukkan bahwa adaptasi terhadap sepak bola Jerman berjalan tanpa hambatan berarti.
Musim 2025-2026 menjadi salah satu periode paling produktif dalam karirnya, hingga pertengahan Februari, Hurricane telah mengoleksi 41 gol di semua kompetisi, dengan 26 gol diantaranya dicetak di Bundesliga. Catatan tersebut bahkan melampaui total 3 gol klub rival sekaligus, yaitu Werder Bremen dengan 22 gol, St. Pauli 20 gol, dan Heidenheim 19 gol. Dominasi individu seperti ini jarang terjadi di liga yang dikenal kompetitif, dengan 12 pertandingan tersisa, Hurricane memiliki peluang besar untuk memecahkan rekor 41 gol dalam satu musim Bundesliga, yang sebelumnya dipegang oleh Robert Lewandowski.
Jika mampu melampaui angka tersebut, Kane bukan hanya mencetak sejarah pribadi, tetapi juga menorehkan rekor baru dalam buku sejarah sepak bola Jerman. Keberhasilan Kane tidak lepas dari dukungan sistem permainan Bayern München yang solid. Kreativitas lini tengah, kecepatan para pemain sayap, serta kedalaman sekuat membuatnya mendapatkan suplai bola yang konsisten di area berbahaya.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan kualitas individu yang komplit, kemampuan menahan bola, visi bermain, akurasi umpan, serta ketenangan dalam mengeksekusi peluang. Ia bukan sekedar finisher, melainkan juga fasilitator yang mampu membuka ruang bagi rekan-rekannya. Kombinasi atribut inilah yang membuatnya tetap produktif di usia 32 tahun.
Dalam pernyataannya usai mencapai 500 gol, Hari Kane menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada seluruh rekan satu tim dan staf pelatih yang telah membantunya sepanjang perjalanan karir. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif, bukan semata usaha individu. Sikap rendah hati ini konsisten dengan citranya selama ini sebagai pemain profesional yang fokus dan berdedikasi.
Ia juga menyatakan tekad untuk terus mendorong batas kemampuannya dan melihat sejauh mana Bayern München dapat melangkah musim ini, baik itu di kompetisi domestik maupun Eropa. Sementara itu, meski Bayern München menang meyakinkan atas Werder Bremen, laga tersebut menyisakan sedikit kekhawatiran setelah kapten sekaligus penjaga gawang utama Manuel Neuer harus ditarik keluar akibat cadera betis yang kambuh. Apsenya Neuer berpotensi mempengaruhi stabilitas pertahanan tim dalam beberapa pekan mendatang.
Selain itu, Bayern München juga harus bermain tanpa Michael Ollis yang menjalani scoresean, mengakhiri rekor 89 penampilan Bruntunya sejak bergabung pada 2024. Tantangan-tantangan ini menjadi ujian kedalaman squad Bayern München dalam menjaga konsistensi performa hingga akhir musim. Pada pekan ke-23 Bundesliga, Bayern München dijadwalkan menjamu Eintracht Frankfurt di Allianz Arena.
Publik sepak bola menantikan, apakah Kinn mampu memperpanjang rekor gol Bruntunya menjadi enam pertandingan, sekaligus semakin mendekati rekor Lewandowski. Antusiasme supporter meningkat setiap kali Kinn turun ke lapangan, karena hampir setiap laga membuka peluang terciptanya rekor baru. Keberadaannya juga memberikan dampak komersial signifikan bagi Bundesliga, memperluas jangkauan global Liga dan meningkatkan daya tarik di pasar internasional khususnya Inggris.
Puncak dari perjalanan Kinn bersama dengan Bayern München, sejauh ini adalah keberhasilannya meraih gelar Bundesliga musim 2024-2025, trofi Liga pertama dalam karir profesionalnya. Gelar tersebut menjadi simbol bahwa keputusan meninggalkan zona nyaman di Inggris adalah langkah strategis yang tepat. Kini, dengan koleksi 500 gol dan trofi yang mulai berdatangan, Haritian memasuki fase matang dalam karirnya, fase di mana pengalaman, kecerdasan taktik dan insting mencetak gol berpadu sempurna.
Jika mampu menjaga kebugaran dan konsistensi, bukan tidak mungkin ia akan menambah ratusan gol lagi sebelum pensiun. Untuk saat ini, dunia sepak bola menyaksikan bagaimana Haritian terus menulis sejarah, satu demi satu gol, dan membuktikan bahwa dedikasi serta ambisi dapat mengantar seorang pemain menuju puncak kejayaan.






