
Lensa Bola – Debut seorang keeper di klub sebesar Ajax selalu menarik perhatian. Apalagi jika keeper tersebut adalah Marten Paes, penjaga gawang yang juga membela tim Nas Indonesia. Laga perdananya bersama dengan Ajax Amsterdam menjadi sorotan karena terjadi dalam situasi yang tidak mudah.
Tim sedang bersaing di papan atas eredivisi, keeper utama cedera, dan tekanan publik sangatlah tinggi. Marten Paes menjalani debut resminya saat Ajax Amsterdam menghadapi NEC Nijmegen di kompetisi eredivisi musim 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Johan Cruyff Arena tersebut berakhir imbang dengan skor 1-1.
Hasilnya memang bukan kemenangan, tetapi penampilan Paes justru menjadi salah satu poin paling dibicarakan dari pertandingan itu. Ajax Amsterdam merekrut Marten Paes pada Januari 2026 setelah keeper utama mereka mengalami cedera yang memaksanya absen cukup lama. Situasi ini membuat manajemen harus bergerak cepat mencari solusi.
Marten Paes dipilih karena pengalaman dan konsistensinya, terutama saat bermain di Major League Soccer bersama dengan FC Dallas. Selama di MLS, Marten Paes mencatatkan lebih dari 100 penampilan resmi, dan dikenal sebagai salah satu keeper dengan refleks cepat serta kemampuan membaca arah tembakan dengan baik. Statistiknya di Amerika Serikat menunjukkan ia sering masuk daftar penyelamatan terbanyak dalam satu musim, sekaligus memiliki persentase penyelamatan yang stabil.
Kepindahan ke Ajax bukan sekedar transfer biasa. Ajax adalah klub dengan sejarah panjang di Eropa, dikenal dengan filosofi permainan menyerang dan penguasaan bola tinggi. Dalam laga melawan NEC Nijmegen, Ajax sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola, namun NEC tampil efektif dan berani menekan.
Di babak pertama, NEC Nijmegen sempat mencetak gol, yang kemudian dianulir karena offside setelah pemeriksaan VAR. Ajax akhirnya unggul lebih dulu lewat Mika Gotts di menit ke-39. Skor 1-0, bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, situasi kemudian berubah. NEC Nijmegen meningkatkan intensitas serangan dan memanfaatkan set-piece. Pada menit ke-57, Darkone Jasmik mencetak gol penyama kedudukan melalui situasi kemelut setelah sepak pojok.
Marten Paes sudah berusaha menghalau bola, tetapi posisi bola yang berubah arah membuatnya sulit bereaksi sempurna. Setelah gol tersebut, tekanan ke pertahanan Ajax semakin meningkat. NEC Nijmegen mencetak total 16 tembakan, 9 di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Dari 9 tembakan on target itu, Marten Paes berhasil melakukan 7 penyelamatan. Statistik pertandingan menunjukkan bahwa ia menghadapi nilai expected goals on target yang cukup tinggi. Dalam konteks ini, 7 penyelamatan menjadi kontribusi signifikan yang mencegah Ajax mengalami kekalahan di kandang.
Jika melihat pertandingan secara keseluruhan, penampilan Marten Paes menunjukkan beberapa hal yang cukup menonjol. Dari sisi refleks, ia tampil sigap dalam menghadapi tembakan jarak dekat maupun percobaan dari luar kotak penalti. Beberapa kali, ia mampu menutup sudut tembak dengan posisi berdiri yang tepat, sehingga ruang bagi penyerang untuk mencetak gol menjadi lebih sempit.
Penempatan posisinya terbilang disiplin dan jarang terlihat panik, meskipun mendapatkan tekanan bertubi-tubi di babak kedua. Selain itu, Marten Paes juga cukup aktif menguasai area kotak penalti. Ia tidak hanya terpaku di garis gawang, tetapi juga berani keluar untuk memotong umpan silang dan membantu pertahanan saat terjadi situasi bola mati.
Memang, satu-satunya gol yang bersarang ke gawangnya terjadi dari skema sepak pojok, namun secara umum, ia menunjukkan keberanian dalam duel udara dan respon cepat terhadap bola pantul di area berbahaya. Dalam hal distribusi bola, Marten Paes juga menyesuaikan diri dengan gaya bermain Ajax yang menuntut keeper ikut terlibat dalam proses pembangunan serangan. Ia beberapa kali membangun serangan dari bawah melalui umpan pendek, serta melepaskan bola panjang ketika dibutuhkan.
Yang tak kalah penting adalah ketahanan mentalnya. Bermain untuk klub sebesar Ajax di stadion seperti Johan Cruyff Arena tentu menghadirkan tekanan tersendiri, apalagi ini adalah laga debut. Namun sepanjang pertandingan, Marten Paes terlihat cukup tenang, tidak menunjukkan kepanikan meskipun timnya ditekan.
Sikap ini menjadi modal penting terutama untuk seorang keeper yang perannya sangat krusial dalam menjaga stabilitas tim. Setelah pertandingan, Marten Paes menyampaikan bahwa sebagai tim, Ajax seharusnya mampu menang di kandang. Ia mengakui masih perlu meningkatkan ritme permainan karena baru bergabung dan belum sepenuhnya beradaptasi dengan intensitas eredivisi.
Pernyataan tersebut menunjukkan pendekatan profesional. Ia tidak menyoroti statistik individu, tetapi lebih fokus pada hasil tim. Hasil imbang membuat Ajax tetap harus bekerja keras dalam perburuan posisi atas klasemen.
Kompetisi eredivisi musim ini memang cukup ketat, dengan PSV Eindhoven dan beberapa tim lain bersaing di papan atas. Kehadiran Paes memberi tambahan opsi di bawah Mistar. Jika ia mampu mempertahankan performa konsisten, peluangnya menjadi keeper utama terbuka lebar, terutama selama keeper utama masih dalam masa pemulihan cedera.
Bagi publik Indonesia, debut ini memiliki makna tersendiri. Marten Paes adalah bagian dari proyek penguatan tim Nas Indonesia yang mulai menembus level Asia lebih kompetitif. Bermain di klub seperti Ajax memberi pengalaman menghadapi tekanan besar dan tempo permainan tinggi.
Pengalaman tersebut akan sangat berguna ketika ia kembali membela tim Nas Indonesia di ajang seperti kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia. Meski debutnya cukup solid, tantangan Paes belum selesai. Konsistensi adalah kuncinya.
Ajax dikenal tak ragu melakukan rotasi jika performa pemain menurun. Ia perlu meningkatkan chemistry dengan lini belakang, terutama dalam komunikasi saat menghadapi situasi bola mati. Gol yang terjadi dari sepak pojok menunjukkan masih ada detail yang perlu diperbaiki dalam koordinasi pertahanan.
Debut Marten Paes bersama dengan Ajax memang tidak berakhir dengan kemenangan, tetapi secara individu ia menunjukkan performa yang menjanjikan. 7 penyelamatan dari 9 tembakan tepat sasaran adalah bukti kontribusi nyata di laga pertamanya. Kini, fokus berikutnya adalah menjaga konsistensi dan terus beradaptasi dengan tuntutan permainan Ajax Amsterdam.
Bagi Ajax, ia adalah solusi di tengah situasi darurat. Bagi Indonesia, ini adalah representasi pemain yang mampu bersaing di panggung Eropa. Dan bagi Paes sendiri, ini baru langkah pertama dalam babak baru karirnya di Amsterdam.






