
LensaBola – Timnas Prancis menutup perjalanan mereka di fase Grup E Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna setelah menaklukkan Norwegia dengan skor telak 4-1 di Gillette Stadium.
Kemenangan tersebut memastikan Les Bleus keluar sebagai juara grup dengan catatan tanpa kekalahan, sekaligus mempertahankan status mereka sebagai salah satu kandidat terkuat peraih gelar juara dunia.
Penampilan gemilang Ousmane Dembélé menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini setelah winger lincah tersebut mencetak hat-trick yang membawa Prancis tampil dominan sejak menit-menit awal pertandingan.
Pelatih Didier Deschamps menurunkan komposisi terbaiknya pada laga penentuan ini. Di lini depan, Prancis mengandalkan kecepatan dan kreativitas dari Désiré Doué, Michael Olise, Ousmane Dembélé, serta sang kapten Kylian Mbappé.
Kombinasi empat pemain tersebut langsung memberikan tekanan besar kepada pertahanan Norwegia yang tampil tanpa sejumlah pemain andalan.
Sebaliknya, The Vikings memilih menyimpan Erling Haaland di bangku cadangan dan kehilangan beberapa pilar utama lainnya seperti Martin Ødegaard, Antonio Nusa, Sander Berge, hingga penjaga gawang utama Ørjan Nyland.
Absennya sejumlah pemain inti membuat kekuatan Norwegia jauh berkurang dibandingkan penampilan mereka pada laga-laga sebelumnya.
Prancis langsung menunjukkan kualitasnya sejak peluit awal dibunyikan. Bahkan pertandingan belum genap berjalan satu menit ketika Kylian Mbappé hampir membawa timnya unggul.
Berawal dari pergerakan cepat dari sisi kiri, Mbappé berhasil lolos dari kawalan bek Norwegia sebelum melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Sayangnya, bola hanya membentur mistar sehingga peluang emas tersebut belum mampu mengubah kedudukan.
Meski gagal membuka keunggulan di awal laga, dominasi Prancis tidak mengendur. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-7.
Kylian Mbappé kembali menjadi kreator serangan dengan memberikan umpan matang kepada Ousmane Dembélé. Pemain sayap berusia 29 tahun itu kemudian menggiring bola memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tendangan kaki kanan yang meluncur deras ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper lawan.
Gol tersebut membuat Prancis unggul 1-0, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain Les Bleus.
Tertinggal satu gol memaksa Norwegia mencoba keluar dari tekanan. Mereka sempat memperoleh peluang emas melalui Jørgen Strand Larsen.
Penyerang tersebut menerima umpan matang dari Fredrik Aursnes dan berhasil mengontrol bola dengan baik sebelum melepaskan tembakan. Namun, penyelesaian akhirnya kurang sempurna karena bola melenceng tipis dari sasaran.
Kegagalan memanfaatkan peluang justru harus dibayar mahal oleh Norwegia.
Hanya berselang enam menit, Ousmane Dembélé kembali menunjukkan kualitas individunya. Kali ini ia bergerak dari sisi kanan menuju tengah lapangan, melewati penjagaan lawan, lalu melepaskan tembakan keras yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang.
Gol kedua Dembélé membuat Prancis memperbesar keunggulan menjadi 2-0.
Meski tertinggal dua gol, Norwegia tidak menyerah begitu saja. Respons cepat langsung diperlihatkan setelah pertandingan kembali dimulai.
Andreas Schjelderup mengirimkan umpan terukur kepada Thelo Aasgaard yang berhasil lolos dari jebakan offside.
Dengan tenang, Aasgaard melepaskan tendangan ke pojok kiri gawang yang gagal diantisipasi Mike Maignan.
Gol tersebut memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 sekaligus menghidupkan kembali harapan Norwegia untuk bangkit.
Namun, harapan tersebut tidak bertahan lama. Prancis kembali menguasai jalannya pertandingan dengan permainan cepat dan umpan-umpan pendek yang sulit dihentikan.
Aurélien Tchouaméni mengirimkan umpan terobosan akurat yang diterima Dembélé di depan kotak penalti.
Tanpa membuang waktu, pemain yang tampil luar biasa itu menggiring bola ke area berbahaya sebelum kembali menaklukkan kiper Norwegia melalui penyelesaian akhir yang dingin.
Gol tersebut sekaligus melengkapi hat-trick Dembélé pada babak pertama dan membawa Prancis unggul nyaman 3-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Norwegia memperoleh kesempatan emas untuk memangkas ketertinggalan setelah wasit menunjuk titik putih.
Theo Hernández dinilai melakukan pelanggaran terhadap Oscar Bobb di dalam kotak penalti sehingga Norwegia mendapatkan hadiah penalti.
Jørgen Strand Larsen dipercaya sebagai algojo. Sayangnya, eksekusi penyerang tersebut berhasil dibaca dengan sempurna oleh Mike Maignan.
Kiper AC Milan itu melakukan penyelamatan gemilang yang membuat skor tetap bertahan 3-1.
Memasuki pertengahan babak kedua, tempo pertandingan sedikit menurun.
Prancis yang telah unggul 3-1 memilih bermain lebih sabar dengan menguasai bola dan membangun serangan secara terukur. Les Bleus tidak lagi memaksakan permainan dengan intensitas tinggi seperti yang mereka tunjukkan sejak babak pertama.
Meski demikian, tim besutan Didier Deschamps tetap beberapa kali mampu menciptakan peluang berbahaya melalui kecepatan para pemain depan mereka.
Kylian Mbappé nyaris kembali memperlebar keunggulan setelah memperoleh ruang tembak di depan kotak penalti. Sang kapten langsung melepaskan tendangan kaki kanan yang mengarah ke sudut atas gawang.
Namun bola melayang tipis di atas mistar sehingga peluang emas tersebut belum menghasilkan gol keempat bagi Prancis.
Meski gagal mencatatkan namanya di papan skor, kontribusi Mbappé sepanjang pertandingan tetap sangat besar. Pergerakannya yang dinamis terus membuka ruang bagi rekan-rekannya, terutama Ousmane Dembélé yang tampil sebagai bintang lapangan.
Sementara itu, Norwegia mencoba meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, absennya sejumlah pemain inti sangat memengaruhi kualitas permainan mereka.
Tanpa kehadiran Erling Haaland sebagai ujung tombak utama, Martin Ødegaard sebagai pengatur serangan, Antonio Nusa di sektor sayap, hingga Sander Berge di lini tengah, kreativitas permainan The Vikings tampak menurun drastis.
Serangan-serangan yang dibangun kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya akibat rapatnya pertahanan Prancis.
Oscar Bobb menjadi salah satu pemain yang paling aktif berusaha membongkar pertahanan Les Bleus.
Namun Mike Maignan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Dengan refleks yang sangat baik, Maignan mampu mengamankan bola dan menggagalkan peluang Norwegia untuk memperkecil kedudukan.
Penampilan impresif sang kiper menjadi salah satu faktor penting yang membuat Prancis tetap nyaman memimpin hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Prancis tetap berusaha memanfaatkan setiap peluang yang tersedia meskipun mereka tidak lagi tampil agresif seperti pada babak pertama.
Rotasi yang dilakukan Didier Deschamps tidak mengurangi dominasi permainan Les Bleus karena kedalaman skuad mereka terbukti mampu menjaga kualitas permainan di setiap lini.
Menjelang berakhirnya pertandingan, Norwegia mulai kehabisan tenaga. Upaya mereka untuk menekan pertahanan Prancis semakin sulit dilakukan karena penguasaan bola lebih banyak berada di kaki para pemain Les Bleus.
Gol penutup akhirnya lahir pada masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+4.
Serangan cepat dibangun dari sisi kiri melalui Bradley Barcola yang mengirimkan umpan lambung akurat ke dalam kotak penalti.
Désiré Doué yang lolos dari penjagaan bek Norwegia menyambut bola tersebut dengan sundulan terarah.
Kiper Norwegia sebenarnya telah berusaha mengantisipasi arah bola, tetapi tandukan Doué terlalu akurat sehingga bersarang di sudut gawang.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 4-1 sekaligus memastikan kemenangan telak Prancis atas Norwegia.
Peluit panjang wasit menandai berakhirnya pertandingan dengan skor 4-1 untuk kemenangan Les Bleus.
Hasil ini membuat Prancis menyelesaikan fase grup dengan catatan sempurna dan keluar sebagai juara Grup E Piala Dunia 2026.
Performa konsisten yang mereka tampilkan sepanjang babak penyisihan semakin mempertegas status Prancis sebagai salah satu favorit kuat untuk melangkah jauh dalam turnamen.
Ousmane Dembélé menjadi sosok yang paling mencuri perhatian pada pertandingan kali ini. Hat-trick yang dicetaknya menunjukkan ketajaman sekaligus efektivitas lini serang Prancis.
Selain mencetak tiga gol, Dembélé juga beberapa kali merepotkan pertahanan Norwegia melalui kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan penyelesaian akhir yang sangat klinis.
Penampilannya mendapatkan dukungan penuh dari Kylian Mbappé yang menyumbang assist dan terus menjadi ancaman bagi pertahanan lawan meski tidak mencatatkan namanya di papan skor.
Di sektor pertahanan, Mike Maignan juga layak mendapatkan apresiasi tinggi.
Selain menggagalkan sejumlah peluang berbahaya Norwegia, penyelamatan penaltinya pada awal babak kedua menjadi momen penting yang membuat Prancis tetap menjaga keunggulan dua gol.
Sebaliknya, Norwegia harus mengakui keunggulan lawannya yang tampil lebih efektif di semua lini.
Meski sempat memberikan perlawanan melalui Thelo Aasgaard dan menciptakan beberapa peluang pada babak kedua, mereka gagal memanfaatkan kesempatan yang ada.
Absennya sejumlah pemain utama membuat permainan Norwegia kehilangan keseimbangan, baik dalam membangun serangan maupun saat bertahan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari Prancis.
Meskipun menelan kekalahan, Norwegia tetap berhak melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup E.
Sementara itu, Prancis sebagai juara grup melangkah dengan kepercayaan diri tinggi menuju fase gugur.
Kemenangan meyakinkan atas Norwegia bukan hanya menunjukkan ketajaman lini serang Prancis, tetapi juga memperlihatkan kedalaman skuad yang dimiliki Didier Deschamps.
Hampir di setiap lini, Les Bleus memiliki pemain berkualitas yang mampu tampil maksimal ketika dibutuhkan.
Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti yang mereka tunjukkan pada fase grup, Prancis berpeluang besar kembali melangkah jauh dan menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Dunia 2026.






