LensaBola – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Sofi Stadium, Jumat dini hari WIB.

Penampilan dominan anak asuh Luis de la Fuente sepanjang laga menunjukkan bahwa Spanyol kembali menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol yang menurunkan pemain seperti Lamine Yamal, Dani Olmo, hingga Mikel Oyarzabal langsung mengambil alih kendali permainan. La Furia Roja mendominasi penguasaan bola, memainkan umpan-umpan pendek khas tiki-taka modern, dan memaksa Austria lebih banyak bertahan di wilayah sendiri.

Peluang pertama hadir saat pertandingan baru memasuki menit kedua. Serangan balik cepat yang dibangun dari lini tengah berhasil membuka ruang bagi Lamine Yamal di sisi kiri kotak penalti. Wonderkid Barcelona tersebut melepaskan tembakan keras ke arah gawang, tetapi penjaga gawang Austria, Alexander Schlager, masih mampu melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang.

Dominasi Spanyol terus berlanjut sepanjang babak pertama. Austria dibuat kesulitan mengembangkan permainan karena tekanan tinggi yang diterapkan lini depan La Furia Roja. Hampir setiap kali menguasai bola, para pemain Austria langsung mendapatkan tekanan sehingga kesulitan membangun serangan dari belakang.

Pada menit ke-28, Spanyol sebenarnya sempat bersorak setelah Marc Cucurella berhasil menjebol gawang Austria. Bek kiri tersebut memanfaatkan bola muntah hasil kemelut di depan gawang untuk menceploskan bola ke dalam gawang. Namun, setelah ditinjau melalui VAR, gol tersebut dianulir karena terjadi pelanggaran lebih dahulu dalam proses terciptanya gol.

Meski gol itu tidak disahkan, Spanyol tidak kehilangan ritme permainan. Alex Baena beberapa menit kemudian memperoleh peluang emas melalui tembakan dari sudut sempit. Sayangnya, Schlager kembali tampil sigap dengan melakukan penyelamatan penting demi menjaga peluang Austria tetap hidup.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-37. Berawal dari pergerakan Marc Cucurella di sisi kiri pertahanan Austria, bek Chelsea tersebut mengirimkan umpan tarik akurat ke tengah kotak penalti. Mikel Oyarzabal yang datang tanpa kawalan langsung menyambut bola dengan tendangan datar yang mengarah ke sudut bawah gawang. Schlager tidak mampu mengantisipasi tembakan tersebut sehingga Spanyol akhirnya memimpin 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol hampir menggandakan keunggulan. Alex Baena memperoleh kesempatan melalui tendangan bebas yang mengarah ke pojok gawang. Namun, bola hanya membentur mistar sehingga keunggulan satu gol tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol tetap tampil dominan dengan mengontrol tempo permainan, sementara Austria lebih banyak menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Kapten tim, Rodri, sempat mengancam melalui tendangan jarak jauh yang mengarah ke sisi kiri gawang. Bola meluncur deras, tetapi masih melebar tipis sehingga belum mampu menambah keunggulan La Furia Roja.

Di tengah dominasi Spanyol, Austria sempat memperoleh peluang terbaik melalui penyerang mereka, Sasa Kalajdzic. Berawal dari umpan silang dari sisi kanan, Kalajdzic berhasil memenangkan duel udara dan melepaskan sundulan keras. Beruntung bagi Spanyol, bola melayang tipis di atas mistar sehingga gawang mereka tetap aman. Peluang tersebut menjadi salah satu ancaman langka yang mampu diciptakan Austria sepanjang pertandingan.

Spanyol akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-66 melalui Pedro Porro. Bek kanan Tottenham Hotspur itu sukses menyundul umpan silang matang yang dilepaskan Alex Baena dari sisi kiri. Sundulan Porro dari jarak dekat tidak mampu dihentikan Schlager sehingga skor berubah menjadi 2-0.

Gol tersebut memiliki makna khusus bagi Porro karena menjadi gol pertamanya bersama Timnas Spanyol di level senior. Bek berusia 26 tahun itu tampil impresif sepanjang pertandingan, baik saat membantu serangan maupun ketika menjalankan tugas bertahan.

Tak lama setelah gol kedua, Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor. Pemain berusia 18 tahun tersebut melepaskan tembakan yang sudah membuat Schlager mati langkah. Namun, seorang bek Austria berdiri tepat di garis gawang dan berhasil menghalau bola sebelum melewati garis sehingga peluang emas tersebut gagal berbuah gol.

Menjelang pertandingan berakhir, Spanyol memastikan kemenangan telak melalui gol kedua Mikel Oyarzabal pada menit ke-89. Lagi-lagi, Marc Cucurella menjadi kreator serangan dengan mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti. Oyarzabal yang berdiri bebas dengan mudah menyontek bola ke dalam gawang dan mengubah skor menjadi 3-0.

Gol tersebut sekaligus menjadi penutup pertandingan karena tidak ada tambahan gol hingga peluit panjang dibunyikan. Spanyol pun berhak melaju ke babak 16 besar dengan kemenangan meyakinkan sekaligus mempertegas status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.

Selain memastikan langkah ke babak berikutnya, kemenangan atas Austria juga memperpanjang rekor luar biasa Spanyol. La Furia Roja kini tercatat tidak terkalahkan dalam 34 pertandingan waktu normal sejak Maret 2024. Dalam rentang tersebut, mereka mengoleksi 25 kemenangan dan 9 hasil imbang, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi tinggi di bawah arahan Luis de la Fuente.

Pertahanan Spanyol juga menjadi sorotan utama sepanjang Piala Dunia 2026. Hingga berakhirnya babak 32 besar, mereka belum sekalipun kebobolan dalam empat pertandingan yang telah dijalani. Ketangguhan lini belakang yang dikomandoi Robin Le Normand dan Aymeric Laporte, serta penampilan impresif Unai Simón di bawah mistar, menjadi fondasi utama keberhasilan tersebut.

Data statistik dari Opta bahkan menunjukkan dominasi Spanyol yang sangat mencolok saat menghadapi Austria. Sepanjang pertandingan, Austria tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran ke arah gawang Spanyol. Catatan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena Spanyol menjadi tim pertama yang membuat lawannya gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak Jerman melakukannya pada final Piala Dunia 2014 melawan Argentina.

Kala itu, Jerman berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol Mario Götze pada babak perpanjangan waktu sekaligus keluar sebagai juara dunia. Kini, Spanyol menyamai rekor tersebut sebagai bukti kualitas permainan kolektif mereka yang sangat solid.

Di lini depan, Mikel Oyarzabal kembali menjadi sosok paling menentukan. Dua gol yang dicetaknya ke gawang Austria membuat koleksi golnya di Piala Dunia 2026 meningkat menjadi empat. Sebelumnya, penyerang Real Sociedad itu juga mencetak dua gol saat Spanyol menghadapi Arab Saudi pada fase grup.

Oyarzabal kini telah mengoleksi 29 gol dari 57 penampilan bersama Timnas Spanyol berdasarkan data Transfermarkt per 3 Juli 2026. Produktivitas tersebut menjadikannya salah satu penyerang paling konsisten yang dimiliki La Furia Roja dalam beberapa tahun terakhir.

Di sisi lain, Pedro Porro juga pantas mendapatkan apresiasi setelah berhasil mencetak gol internasional pertamanya. Selain mencetak gol, kontribusinya dalam membantu serangan dari sektor kanan memberikan variasi permainan yang membuat pertahanan Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Performa gemilang Marc Cucurella juga layak mendapatkan perhatian. Meski gagal mencetak gol karena dianulir VAR, bek kiri tersebut sukses menyumbang dua assist yang berujung pada dua gol Oyarzabal. Kontribusinya dalam membangun serangan dari sisi kiri menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol membongkar pertahanan Austria.

Keberhasilan mengakhiri penantian panjang selama 16 tahun untuk kembali mencapai babak 16 besar menjadi suntikan moral yang sangat besar bagi skuad Spanyol. Setelah beberapa edisi Piala Dunia gagal memenuhi ekspektasi, kini mereka kembali menunjukkan identitas sebagai tim yang mampu memadukan penguasaan bola, disiplin bertahan, dan efektivitas penyelesaian akhir.

Tantangan berikutnya tentu tidak akan mudah. Pada babak 16 besar, Spanyol akan menghadapi Portugal yang memiliki kualitas dan pengalaman di level tertinggi.

Namun, melihat performa yang ditunjukkan sejauh ini, Spanyol memiliki modal yang sangat kuat. Mereka datang ke babak 16 besar dengan status belum terkalahkan, belum kebobolan, memiliki lini serang yang produktif, serta pertahanan yang nyaris sempurna.

Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti saat menghadapi Austria, peluang La Furia Roja untuk melangkah lebih jauh, bahkan kembali mengangkat trofi Piala Dunia setelah penantian selama 16 tahun, terbuka sangat lebar.

lion mesdon
Juli 5, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *