LensaBola – Norwegia mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 pada babak 16 besar yang berlangsung di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, Senin dini hari WIB. Kemenangan dramatis tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia karena untuk pertama kalinya mereka berhasil melaju ke babak perempat final Piala Dunia.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Norwegia sebenarnya sempat mengejutkan Brasil ketika Patrick Berg berhasil mencetak gol pada awal laga. Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama karena wasit menganulir gol tersebut setelah tinjauan VAR menunjukkan Alexander Sørloth lebih dahulu berada dalam posisi offside pada proses terciptanya gol.

Brasil kemudian mulai menguasai jalannya pertandingan melalui dominasi penguasaan bola yang dimotori oleh Vinicius Junior, Mateus Cunha, Gabriel Martinelli, dan Bruno Guimaraes. Kombinasi keempat pemain tersebut beberapa kali merepotkan lini pertahanan Norwegia yang dikawal Leo Ostigard dan Christopher Ajer. Meski lebih banyak menguasai permainan, Brasil tetap kesulitan menembus pertahanan Norwegia yang tampil disiplin, rapat, dan terorganisasi.

Peluang terbaik Brasil pada babak pertama datang melalui titik penalti setelah Christopher Ajer dinilai melakukan pelanggaran terhadap Mateus Cunha di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih dan Bruno Guimaraes dipercaya sebagai eksekutor. Situasi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi Brasil untuk membuka keunggulan.

Namun, Orjan Nyland menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain terbaik Norwegia pada pertandingan ini. Penjaga gawang berusia 35 tahun tersebut berhasil membaca arah tendangan Bruno Guimaraes dengan sempurna dan melakukan penyelamatan gemilang yang membuat skor tetap imbang. Tidak hanya menggagalkan penalti, Nyland juga mampu mengganggu konsentrasi Bruno sebelum eksekusi dilakukan sehingga gelandang Brasil itu kehilangan fokus saat melepaskan tendangan.

Keberhasilan menepis penalti semakin meningkatkan kepercayaan diri Nyland. Sepanjang babak pertama, penjaga gawang Norwegia itu tampil luar biasa dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting. Ia berhasil menghalau umpan silang berbahaya dari Gabriel Martinelli yang mengarah ke depan gawang, serta menggagalkan peluang emas Vinicius Junior dalam situasi satu lawan satu.

Berkat penampilan heroiknya di bawah mistar gawang, Norwegia mampu bertahan dari gempuran Brasil hingga babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Meski statistik penguasaan bola lebih banyak berpihak kepada tim asuhan Carlo Ancelotti, Brasil tetap gagal memecah kebuntuan.

Memasuki babak kedua, Brasil berusaha meningkatkan intensitas serangan. Carlo Ancelotti melakukan perubahan strategi dengan memasukkan penyerang muda Endrick pada menit ke-58. Pergantian tersebut nyaris langsung membuahkan hasil ketika Endrick memperoleh peluang emas melalui sentuhan pertamanya setelah menerima umpan matang dari Vinicius Junior. Akan tetapi, sekali lagi Nyland tampil sebagai penyelamat Norwegia dengan memenangi duel satu lawan satu dan menggagalkan peluang yang hampir pasti menjadi gol.

Tak lama berselang, Ancelotti kembali melakukan pergantian dengan memasukkan Neymar untuk menambah kreativitas serta daya dobrak lini serang Brasil. Kehadiran Neymar memang membuat alur serangan Brasil menjadi lebih hidup. Namun, efektivitas penyelesaian akhir tetap menjadi masalah utama yang gagal mereka atasi sepanjang pertandingan.

Sementara Brasil terus menekan, Norwegia justru menunjukkan permainan yang semakin matang. Martin Odegaard tampil sebagai motor permainan di lini tengah dengan kemampuan mengatur tempo dan mendistribusikan bola ke berbagai sisi lapangan. Kapten Norwegia tersebut tidak hanya berperan sebagai kreator serangan, tetapi juga rajin membantu Sander Berge mematahkan tekanan Brasil.

Mobilitas Odegaard yang tinggi membuat Norwegia mampu keluar dari tekanan lawan dan membangun serangan balik yang lebih rapi. Ia juga sempat memperoleh peluang emas pada babak pertama setelah mendapatkan umpan dari Erling Haaland. Namun, penyelesaiannya masih mampu digagalkan Alisson Becker.

Meski demikian, penampilan Odegaard tetap menjadi salah satu kunci keseimbangan permainan Norwegia sepanjang laga. Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Norwegia akhirnya berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-79. Gol bermula dari aksi impresif Andreas Schjelderup di sisi kiri pertahanan Brasil. Pemain muda tersebut mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Erling Haaland dengan penyelesaian klinis yang tidak mampu dihentikan Alisson Becker.

Gol tersebut membawa Norwegia unggul 1-0 sekaligus membungkam dominasi Brasil yang sepanjang pertandingan lebih banyak menguasai bola, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang dimiliki. Sebelum mencatatkan assist tersebut, Schjelderup sebenarnya juga sempat memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Walaupun gagal mencatatkan namanya di papan skor, kontribusinya dalam membangun serangan menjadi salah satu faktor penting kemenangan Norwegia.

Setelah unggul satu gol, Norwegia tetap bermain disiplin dan tidak terpancing untuk bertahan total. Brasil terus meningkatkan tekanan demi mencari gol penyeimbang, tetapi kembali terbentur performa luar biasa Nyland.

Pada menit ke-85, Nyland melakukan penyelamatan refleks saat menepis tendangan Danilo Santos yang berubah arah akibat mengenai Christopher Ajer. Sebelumnya, ia juga berhasil menggagalkan tendangan keras Ryan dari tepi kotak penalti serta peluang Bruno Guimaraes yang akhirnya dianulir karena offside. Penampilan Nyland sepanjang pertandingan menjadi faktor pembeda yang membuat Brasil frustrasi dalam menyelesaikan peluang.

Saat Brasil semakin agresif menyerang, Norwegia justru berhasil memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat. Memasuki menit ke-90, Erling Haaland kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Menerima bola di luar kotak penalti, striker Manchester City tersebut melepaskan tendangan keras yang meluncur ke pojok gawang tanpa mampu dijangkau Alisson Becker.

Gol spektakuler itu membuat Norwegia unggul 2-0 dan praktis mengunci kemenangan. Brace yang dicetak Haaland tidak hanya memastikan langkah Norwegia ke babak perempat final, tetapi juga kembali menegaskan statusnya sebagai mesin gol paling berbahaya di turnamen.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time setelah Leo Ostigard melakukan pelanggaran terhadap Casemiro di dalam kotak penalti. Wasit kembali menunjuk titik putih dan kali ini Neymar dipercaya sebagai algojo. Berbeda dengan Bruno Guimaraes yang gagal pada babak pertama, Neymar sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penaltinya mengecoh Nyland dan mengubah skor menjadi 2-1.

Namun, gol tersebut hanya menjadi pelipur lara karena waktu yang tersisa tidak cukup bagi Brasil untuk mengejar ketertinggalan. Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan bersejarah Norwegia sekaligus mengakhiri perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026. Bagi Norwegia, keberhasilan lolos ke babak perempat final menjadi pencapaian terbaik dalam sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia.

Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Brasil yang gagal mencapai babak perempat final. Selain Haaland yang mencetak dua gol, sosok paling berpengaruh dalam kemenangan Norwegia adalah Orjan Nyland. Penjaga gawang berpengalaman tersebut tampil hampir tanpa cela sepanjang pertandingan.

Ia menggagalkan penalti Bruno Guimaraes, menepis peluang Martinelli, Vinicius Junior, Endrick, Ryan, hingga melakukan penyelamatan refleks atas tendangan Danilo Santos yang berubah arah akibat defleksi. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawangnya berasal dari titik penalti Neymar pada masa injury time. Penampilan heroik Nyland menjadi fondasi utama keberhasilan Norwegia meraih salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.

Di lini tengah, Martin Odegaard juga memainkan peran yang tidak kalah penting. Kapten Norwegia tersebut menjadi pengatur ritme permainan sekaligus penghubung antara lini pertahanan dan lini depan. Ia membantu tim keluar dari tekanan melalui distribusi bola yang tenang serta pergerakan tanpa bola yang efektif.

Meski sempat kehilangan penguasaan bola yang menciptakan peluang bagi Vinicius Junior, kontribusi Odegaard secara keseluruhan tetap sangat besar dalam menjaga keseimbangan permainan Norwegia hingga akhir pertandingan.

Dua gol yang dicetak Haaland juga membuat persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik. Tambahan dua gol tersebut membawa koleksi gol penyerang berusia 25 tahun itu menjadi tujuh gol, menyamai torehan Lionel Messi dan Kylian Mbappe di daftar pencetak gol terbanyak sementara.

Mbappe mencapai jumlah tersebut setelah kembali mencetak gol saat Prancis menghadapi Paraguay pada babak 16 besar. Haaland pun masih berpeluang besar menambah koleksi golnya karena Norwegia berhasil melaju ke babak perempat final. Jika kembali mencetak gol pada pertandingan berikutnya, ia berpeluang menyamai bahkan melewati torehan Messi maupun Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.

Dengan performa impresif Haaland, kepemimpinan Odegaard di lini tengah, serta ketangguhan Orjan Nyland di bawah mistar gawang, Norwegia kini menjelma menjadi salah satu tim kejutan paling berbahaya di Piala Dunia 2026.

lion mesdon
Juli 6, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *