
- King Power dikabarkan membuka peluang menjual Leicester City dengan nilai lebih dari £200 juta.
- Penjualan muncul setelah Leicester terdegradasi ke League One dan menghadapi tekanan finansial
LensaBola, Jakarta: Leicester City dikabarkan berada di ambang perubahan kepemilikan setelah King Power, pemilik klub asal Thailand, menjajaki kemungkinan menjual The Foxes dengan nilai lebih dari £200 juta. Laporan terbaru menyebut King Power telah menggunakan jasa bank investasi Citigroup untuk mencari dan menjajaki calon pembeli, meski belum ada kepastian bahwa transaksi akan benar-benar terjadi.
King Power telah menguasai Leicester City sejak 2010 dan menjadi bagian penting dari periode paling sukses dalam sejarah klub. Di bawah keluarga Srivaddhanaprabha, Leicester promosi ke Premier League pada 2014 dan secara mengejutkan menjuarai kompetisi tersebut pada musim 2015/16. Klub juga memenangkan Piala FA untuk pertama kalinya pada 2021.
Namun, situasi berubah drastis dalam beberapa musim terakhir. Leicester terdegradasi dari Premier League pada 2023, kembali promosi setahun kemudian, lalu turun lagi pada 2025. Pada musim 2025/26, The Foxes bahkan terdegradasi ke League One, kasta ketiga sepak bola Inggris. Klub juga menerima pengurangan enam poin akibat pelanggaran regulasi finansial.
Dari sisi finansial, Leicester juga menghadapi tekanan serius. Laporan Financial Times menyebut klub mencatat kerugian £71,1 juta pada musim 2024/25. Sementara itu, keluarga Srivaddhanaprabha sebelumnya telah mengonversi utang pemegang saham senilai £124 juta menjadi ekuitas pada Januari 2025. Langkah tersebut membuat total investasi keluarga di Leicester selama masa kepemilikan mencapai lebih dari £420 juta.
Chairman Leicester, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, sebelumnya mengakui besarnya tanggung jawab setelah degradasi ke League One. “Sebagai Chairman, tanggung jawab itu berada di pundak saya. Tidak ada alasan,” kata Aiyawatt dalam pernyataan resmi klub. Ia juga menegaskan Leicester akan mengambil keputusan yang diperlukan untuk membangun kembali klub.
Baca juga:
Dampak bagi Leicester City
Jika proses penjualan benar-benar terealisasi, perubahan kepemilikan berpotensi membawa arah baru bagi Leicester, terutama dalam strategi finansial, perekrutan pemain, dan pembangunan skuad. Di tengah kondisi klub yang kini berada di League One, calon pemilik baru harus menggabungkan pemulihan finansial dengan target promosi secepat mungkin. Tantangan lainnya adalah mempertahankan aset dan akademi klub sambil membangun kembali kepercayaan suporter.
Untuk saat ini, status penjualan masih berupa penjajakan. Laporan Reuters yang mengutip BBC menyebut King Power mencari nilai lebih dari £200 juta, sementara belum ada kesepakatan final dengan calon pembeli.
Leicester sendiri akan memulai perjalanan mereka di League One 2026/27 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan menghadapi Notts County di Meadow Lane. Pertandingan tersebut dijadwalkan kick-off pukul 12.30 waktu Inggris dan menjadi laga pembuka Leicester di kasta ketiga setelah degradasi musim lalu.






