
JAKARTA — Fenerbahce akhirnya kembali ke panggung utama Liga Champions setelah melewati penantian panjang. Klub raksasa Turki itu memastikan tiket ke fase liga Liga Champions 2026/27 setelah menundukkan Olympique Lyon dengan skor 2-1 pada leg kedua playoff, Kamis (27/8/2026) dini hari WIB.
Kemenangan di Groupama Stadium tersebut membuat Fenerbahce unggul 3-2 secara agregat. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian mereka sejak terakhir kali tampil di fase grup Liga Champions pada musim 2008/09. UEFA mencatat keberhasilan ini sebagai pertama kalinya Fenerbahce melewati babak kualifikasi menuju fase utama sejak musim tersebut.
Muriqi dan Brown Jadi Pahlawan Fenerbahce
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Fenerbahce tampil dengan tekanan tinggi karena hasil leg pertama membuat kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk melaju.
Keunggulan Fenerbahce mulai terbentuk ketika Vedat Muriqi berhasil mencetak gol. Tidak lama berselang, Archie Brown kembali menggetarkan gawang Lyon dan membuat tim tamu berada dalam posisi sangat menguntungkan.
Lyon kemudian berusaha bangkit. Malick Fofana berhasil memperkecil ketertinggalan dan membuat pertandingan kembali menegangkan. Namun, tekanan tuan rumah pada babak kedua tidak menghasilkan gol penyama kedudukan.
Fenerbahce mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi dan membawa pulang kemenangan 2-1 sekaligus tiket menuju fase liga Liga Champions.
Penantian 17 Tahun Akhirnya Berakhir
Keberhasilan tersebut mempunyai arti besar bagi Fenerbahce. Mereka terakhir kali berada di fase grup Liga Champions pada musim 2008/09.
Kini, setelah 17 tahun, klub berjuluk The Yellow Canaries itu kembali mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan klub-klub elite Eropa dalam kompetisi paling bergengsi antarklub di benua tersebut.
Perjalanan menuju fase liga tidak mudah. Fenerbahce harus melewati Lyon dalam duel dua leg yang berlangsung ketat. Setelah bermain imbang 1-1 pada pertemuan pertama, kemenangan 2-1 di Prancis menjadi penentu kelolosan mereka.
Kemenangan yang Berubah Menjadi Drama
Namun, pesta Fenerbahce tidak sepenuhnya berjalan tenang.
Selepas pertandingan, suasana di lapangan berubah panas. Matteo Guendouzi menjadi salah satu pusat perhatian setelah terlibat dalam insiden dengan pihak Lyon.
Guendouzi merayakan kemenangan dengan gestur yang dianggap memancing reaksi suporter tuan rumah. Situasi kemudian memanas dan terjadi keributan yang melibatkan pemain serta staf kedua kesebelasan.
Insiden tersebut membuat momen kelolosan Fenerbahce ke Liga Champions diwarnai adegan kontroversial. Perayaan yang seharusnya menjadi simbol keberhasilan justru berakhir dengan ketegangan di sekitar lapangan.
Fenerbahce Kini Menatap Panggung Elite Eropa
Terlepas dari drama setelah pertandingan, keberhasilan mengalahkan Lyon menjadi pencapaian penting bagi Fenerbahce.
Mereka sekarang akan masuk ke fase liga Liga Champions 2026/27 bersama klub-klub terbaik Eropa. UEFA memastikan babak kualifikasi musim ini telah berakhir dan tujuh tim terakhir mendapatkan tiket melalui jalur playoff.
Bagi Fenerbahce, perjalanan tersebut baru saja dimulai. Setelah melewati Lyon dalam pertandingan penuh tekanan, tantangan berikutnya adalah menghadapi persaingan yang jauh lebih berat di fase liga.
Setelah menunggu selama 17 tahun, Fenerbahce akhirnya kembali. Kini pertanyaannya bukan lagi apakah mereka mampu menembus Liga Champions, melainkan sejauh mana The Yellow Canaries mampu melangkah di panggung terbesar Eropa tersebut.






