
Real Madrid harus menelan kekalahan perdana mereka di LaLiga musim 2026/2027. Bertandang menghadapi Real Betis pada Jumat (4/9/2026), Los Blancos takluk 0-1 setelah gol Troy Parrott pada menit ke-81 menjadi pembeda.
Drama semakin menyakitkan bagi Real Madrid karena Kylian Mbappé gagal mengeksekusi penalti pada masa injury time. Sepakan penyerang asal Prancis itu berhasil ditepis kiper Real Betis, Álvaro Valles, sehingga Madrid pulang tanpa membawa satu poin pun.
Hasil ini sekaligus menghentikan start sempurna Real Madrid di bawah pelatih José Mourinho. Sebelum menghadapi Betis, Madrid berhasil memenangkan tiga pertandingan pertama mereka di LaLiga sejak Mourinho kembali menangani klub tersebut.
Real Madrid Dominan, tetapi Gagal Mencetak Gol
Real Madrid sebenarnya tampil agresif sejak awal pertandingan. Vinícius Júnior memperoleh peluang emas setelah menerima umpan dari Arda Güler, tetapi tembakannya justru membentur tiang gawang.
Mbappé juga beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk membuka keunggulan. Bahkan, pemain bernomor punggung 10 tersebut sempat dua kali digagalkan blok pemain Betis ketika Madrid membangun serangan cepat.
Thibaut Courtois juga harus bekerja keras menjaga gawang Madrid. Namun, hingga babak pertama berakhir, kedua tim tetap bermain imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan lebih ketat. Real Betis semakin berani menekan dan membuat Madrid kesulitan menciptakan peluang bersih seperti pada paruh pertama.
Troy Parrott Jadi Pahlawan Real Betis
Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-81.
Troy Parrott menjadi mimpi buruk bagi Real Madrid. Penyerang Real Betis tersebut memanfaatkan bola muntah setelah Courtois melakukan penyelamatan terhadap sundulan Nelson Deossa.
Parrott yang berada di posisi tepat langsung menyambar bola dan mengubah skor menjadi Real Betis 1-0 Real Madrid.
Gol tersebut menjadi sangat berarti karena merupakan gol pertama Parrott untuk Real Betis. Sang pemain baru masuk pada menit ke-68 dan hanya membutuhkan waktu sekitar 13 menit untuk menjadi penentu kemenangan timnya.
Gol Carlos Espí Dianulir VAR
Real Madrid sebenarnya sempat mendapatkan harapan untuk menyamakan kedudukan.
Carlos Espí berhasil mencetak gol melalui sebuah penyelesaian spektakuler setelah menerima umpan dari Vinícius Júnior. Namun, kegembiraan Madrid tidak berlangsung lama.
VAR kemudian meninjau posisi Espí dan menyatakan bahwa sang pemain berada dalam posisi offside. Gol tersebut dianulir dan keunggulan Real Betis tetap bertahan.
Beberapa menit sebelumnya, Mbappé juga sempat melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang. Madrid terus mengejar gol penyama kedudukan, tetapi pertahanan Betis mampu bertahan hingga memasuki masa tambahan waktu.
Mbappé Gagal Penalti pada Menit Akhir
Drama terbesar terjadi pada penghujung pertandingan.
Vinícius Júnior dijatuhkan Natan di dalam kotak penalti dan wasit menunjuk titik putih. Real Madrid mendapatkan peluang emas untuk menyelamatkan satu poin.
Mbappé maju sebagai eksekutor.
Namun, peluang tersebut berakhir dengan kekecewaan. Tendangan Mbappé berhasil dibaca dan ditepis oleh Álvaro Valles. Penyelamatan tersebut memastikan Real Betis tetap unggul 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Sempat muncul pertanyaan apakah penalti tersebut harus diulang karena posisi pemain Betis ketika tendangan dilakukan. VAR memeriksa insiden tersebut, tetapi akhirnya keputusan tetap sah dan penalti tidak diulang.
Dengan demikian, Mbappé menjadi salah satu pemain yang paling disorot setelah Real Madrid gagal mencetak gol untuk pertama kalinya pada musim ini.
Mourinho: Sulit Menjelaskan Kekalahan Real Madrid
José Mourinho mengaku kesulitan menjelaskan bagaimana Real Madrid bisa kalah dalam pertandingan tersebut.
Pelatih asal Portugal itu menilai Madrid sebenarnya tampil baik secara kolektif dan menciptakan banyak peluang. Menurut Mourinho, masalah utama timnya adalah kegagalan mengonversi peluang menjadi gol.
Mourinho juga tidak menyalahkan Mbappé atas kegagalan penalti. Baginya, kekalahan tersebut merupakan tanggung jawab seluruh tim, bukan hanya pemain yang gagal mengeksekusi tendangan dari titik putih.
Kekalahan Pertama Era Mourinho
Kekalahan dari Real Betis menjadi ujian pertama bagi Mourinho sejak kembali ke Real Madrid.
Madrid sebelumnya mengawali musim dengan tiga kemenangan beruntun. Namun, perjalanan sempurna tersebut terhenti di Sevilla.
Hasil ini juga membuat persaingan papan atas LaLiga semakin menarik. Real Madrid tetap mengoleksi sembilan poin dari empat pertandingan, sementara Real Betis ikut mengumpulkan sembilan poin setelah kemenangan tersebut. Barcelona masih berpeluang mengubah posisi di papan atas setelah menjalani pertandingan berikutnya.
Real Madrid Harus Segera Bangkit
Kekalahan dari Real Betis datang pada waktu yang tidak ideal bagi Real Madrid. Setelah laga ini, perhatian Los Blancos langsung tertuju pada Liga Champions.
Real Madrid dijadwalkan menghadapi Inter Milan dalam pertandingan pembuka fase liga Champions League pada 8 September. Artinya, Mourinho tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan dari Betis.
Laga melawan Inter juga akan menjadi kesempatan bagi Mbappé dan rekan-rekannya untuk memberikan respons.
Jika Madrid kembali gagal memanfaatkan peluang, masalah penyelesaian akhir yang terlihat ketika menghadapi Betis bisa menjadi perhatian serius. Sebaliknya, kemenangan atas Inter akan menjadi cara terbaik bagi Mourinho dan pasukannya untuk melupakan kekalahan menyakitkan di Sevilla.
Real Betis 1-0 Real Madrid akhirnya menjadi pertandingan yang mengingatkan Los Blancos bahwa dominasi permainan saja tidak cukup. Ketika peluang gagal dikonversi dan penalti pada menit akhir berhasil digagalkan, tiga poin pun melayang.
Kini, sorotan tertuju kepada Mbappé, Mourinho, dan Real Madrid: mampukah mereka bangkit saat menghadapi Inter Milan di Liga Champions?






