
Akreditasi pertandingan Liga Indonesia bukan sekadar tanda pengenal untuk masuk stadion. Dalam operasional pertandingan, akreditasi digunakan untuk memastikan setiap pemain, ofisial, dan personel lain berada di area yang sesuai dengan tugasnya. Karena itu, seseorang yang memegang ID card belum tentu dapat memasuki seluruh bagian stadion.
Perbedaan antara ID card dan supplementary access devices (SAD) menjadi hal penting untuk dipahami. Keduanya berkaitan dengan akses pertandingan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Penggunaan akreditasi juga harus mengikuti daftar personel yang telah terdaftar, disahkan, dan dinyatakan berhak terlibat dalam pertandingan.
Apa fungsi akreditasi pertandingan Liga Indonesia?
Regulasi Pegadaian Championship 2025/2026 mewajibkan seluruh personel yang terlibat dalam pertandingan menggunakan akreditasi berupa ID card. Kewajiban ini membantu panitia dan petugas keamanan mengenali siapa saja yang memiliki kepentingan resmi di stadion.
Akreditasi dapat digunakan untuk membedakan pemain, ofisial, serta personel pertandingan lainnya sesuai kebutuhan operasional. Namun, ID card yang diterbitkan I.League tidak otomatis menjadi izin untuk memasuki semua area stadion. Dengan kata lain, kepemilikan kartu tidak berarti pemegangnya bebas bergerak ke area lapangan atau area operasional tertentu.
Pembatasan tersebut dibuat agar area pertandingan tetap aman, tertib, dan steril dari orang yang tidak berkepentingan. Pengendalian akses juga membantu memastikan hanya personel yang memiliki fungsi resmi yang berada di sekitar lapangan dan area kerja pertandingan.
Perbedaan ID card dan SAD
ID card sebagai identitas personel
ID card berfungsi sebagai identitas dan bukti bahwa seseorang termasuk dalam personel yang terlibat dalam pertandingan. Klub wajib memastikan ID card hanya digunakan oleh pemain dan ofisial yang telah terdaftar serta disahkan.
ID card tetap harus diperiksa bersama status personel dan kebutuhan aksesnya. Seorang pemegang kartu mungkin diperbolehkan memasuki bagian umum stadion, tetapi tidak memiliki hak untuk masuk ke official area (OA) atau field of play (FOP).
SAD sebagai penanda akses terbatas
Supplementary access devices atau SAD digunakan sebagai penanda tambahan untuk akses terbatas ke area tertentu, terutama OA dan FOP. Jadi, SAD bukan pengganti ID card, melainkan perangkat tambahan yang menunjukkan bahwa pemegangnya mempunyai izin memasuki area operasional yang lebih terbatas.
Perbedaan ini penting karena akses stadion terbagi ke dalam beberapa tingkatan. Akses umum tidak sama dengan akses ke area ofisial, sedangkan akses ke area lapangan memiliki pengawasan yang lebih ketat. Petugas dapat menolak seseorang yang hanya memiliki ID card apabila orang tersebut tidak memiliki SAD atau tidak tercantum sebagai personel yang berhak masuk ke area tersebut.
Area stadion yang memiliki pembatasan khusus
Dalam penyelenggaraan pertandingan, beberapa area harus dijaga agar hanya dapat dimasuki personel yang berkepentingan. Dua area utama yang berkaitan dengan SAD adalah sebagai berikut:
- Official area (OA): area operasional yang digunakan oleh ofisial atau personel pertandingan sesuai kewenangannya.
- Field of play (FOP): area lapangan permainan yang harus tetap steril dari orang yang tidak memiliki tugas atau izin.
Selain OA dan FOP, area video assistant referee (VOR) serta referee review area (RRA) juga harus dijaga dari orang yang tidak berkepentingan. Pembatasan ini bukan hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menjaga konsentrasi petugas dan kelancaran proses pertandingan.
Karena itu, penonton atau personel dengan kepentingan terbatas tidak dapat menjadikan akses ke tribun atau bagian umum stadion sebagai alasan untuk memasuki OA, FOP, VOR, maupun RRA.
Siapa yang tidak boleh menggunakan SAD?
Akreditasi harus mengikuti status resmi personel pada pertandingan tersebut. Pemain atau ofisial yang berada dalam kondisi tertentu tidak boleh menggunakan SAD dan tidak boleh memasuki OA atau FOP selama masa larangan.
- Pemain atau ofisial yang terkena larangan bermain.
- Pemain yang tidak masuk dalam e-startlist.
- Personel yang tidak tercantum dalam daftar ofisial.
Ketentuan ini mencegah penggunaan akses oleh orang yang tidak berhak. Status sebagai pemain atau ofisial klub saja tidak cukup apabila nama yang bersangkutan tidak tercantum atau tidak memenuhi persyaratan untuk pertandingan tersebut.
Klub memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan kartu dan perangkat akses digunakan oleh orang yang tepat. Pengawasan internal perlu dilakukan sebelum personel menuju area pertandingan, sehingga masalah tidak baru diketahui ketika pemeriksaan berlangsung di pos akses.
Alur pemeriksaan akreditasi pada hari pertandingan
Pemeriksaan akreditasi pada hari pertandingan dapat dipahami sebagai proses berlapis. Berikut gambaran praktisnya:
- Personel menyiapkan ID card. Setiap orang yang terlibat dalam pertandingan harus membawa akreditasi yang diwajibkan.
- Petugas memeriksa identitas dan kesesuaian akses. ID card diperiksa untuk memastikan pemegangnya merupakan personel yang terdaftar dan disahkan.
- Akses area dicocokkan. Untuk memasuki OA atau FOP, petugas melihat apakah personel memiliki SAD dan memang berhak berada di area tersebut.
- Status pertandingan diperiksa. Pemain atau ofisial yang tidak masuk daftar yang berlaku, terkena larangan, atau tidak tercantum sebagai ofisial tidak boleh melanjutkan akses ke area terbatas.
- Personel tanpa akses yang sesuai ditahan di pos. Apabila ID card atau SAD tidak sesuai, petugas dapat mencegah orang tersebut masuk ke area operasional.
Alur ini menunjukkan bahwa pemeriksaan bukan sekadar melihat ada atau tidaknya kartu. Petugas juga perlu memastikan kesesuaian antara identitas, daftar personel, status pertandingan, dan area yang hendak dimasuki.
Peran klub dan match steward
Klub bertanggung jawab memastikan akreditasi hanya digunakan oleh pemain dan ofisial yang telah terdaftar serta disahkan. Klub juga perlu memahami siapa yang berhak menerima SAD dan area mana yang boleh dimasuki oleh setiap personel.
Sementara itu, match steward ditempatkan di pos akses yang ditentukan panitia pelaksana. Tugasnya adalah mengawasi orang yang tidak berkepentingan, mencegah personel tanpa akreditasi yang sesuai memasuki stadion, serta menjaga FOP dan OA tetap steril.
Pengawasan steward juga mencakup area VOR dan RRA. Agar mampu menjalankan tugas tersebut, match steward diwajibkan mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan evakuasi darurat, keselamatan, dan keamanan.
Dalam praktiknya, steward tidak hanya bertugas pada pintu masuk penonton. Mereka juga menjadi bagian dari pengendalian area operasional yang memerlukan pemeriksaan lebih ketat. Koordinasi dengan panitia pelaksana dan pihak klub diperlukan ketika terjadi perbedaan antara kartu, daftar personel, dan akses yang diminta.
Larangan dan konsekuensi pelanggaran
Penggunaan ID card atau SAD secara tidak semestinya dapat mengganggu keamanan dan kelancaran pertandingan. Regulasi Pegadaian Championship 2025/2026 mencantumkan denda Rp25 juta untuk pelanggaran ketentuan akreditasi.
Karena itu, klub tidak boleh meminjamkan kartu atau perangkat akses kepada orang lain. Pemegang akreditasi juga tidak seharusnya mencoba memasuki area yang tidak sesuai dengan kewenangannya. Pemeriksaan yang ketat melindungi pertandingan sekaligus membantu klub menghindari sanksi.
Hal yang perlu diperhatikan setiap musim
Rincian teknis akreditasi dapat diperbarui melalui manual kompetisi dan regulasi musim berjalan. Sebelum pertandingan atau sebelum menerbitkan informasi operasional, klub, panitia, dan personel terkait perlu memeriksa ketentuan terbaru mengenai daftar akses, penggunaan SAD, serta area yang dibatasi.
Intinya, ID card menunjukkan identitas personel, sedangkan SAD menandai akses tambahan yang lebih terbatas. Keduanya tidak dapat digunakan secara terpisah dari status pendaftaran dan kewenangan masing-masing. Dengan memahami perbedaan tersebut, pemeriksaan di stadion dapat berlangsung lebih tertib dan area pertandingan tetap aman.






