Lensa Bola – Hujan gol, terjadi di lanjutan Liga Premier Inggris, ketika Manchester United menjamu tamunya AFC Burnemouth selasa dini hari waktu Indonesia Barat. Bermain di stadion Old Trafford, duel ini menyajikan sebuah drama sepak bola yang syarat dengan emosi, intensitas tinggi dan kualitas permainan yang mencerminkan ketatnya persaingan kompetisi kasta tertinggi Inggris. Manchester United yang tampil sebagai tuan rumah, turun dengan ambisi besar untuk mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri.

Sementara Burnemouth, datang dengan kepercayaan diri tinggi untuk mencuri hasil positif. Pelatih Manchester United Ruben Amorim, menerapkan pendekatan menyerang sejak awal laga dengan menurunkan trio Brian Beumoh, Ahmad Diallo dan Matheus Cunha di lini depan, didukung oleh kreativitas Bruno Fernandes serta pengalaman Kasemiro dan Mason Mount di lini tengah. Strategi tersebut, langsung terlihat dari dominasi penguasaan bola dan tekanan intensi yang dilancarkan Setan Merah sejak menit-menit awal pertandingan.

Manchester United, hampir membuka keunggulan pada menit ke-8 melalui Mason Mount yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Namun, peluang tersebut masih dapat digagalkan oleh penjaga gawang Burnemouth George Petkovic yang tampil sigap menjaga gawangnya. Tekanan berkelanjutan, akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-13 ketika Manchester United berhasil mencetak gol pembuka.

Berawal dari umpan Diogo Dalat yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Petkovic, bola liar jatuh ke kaki Ahmad Diallo yang dengan cermat mengontrol bola sebelum menyelesaikannya dengan sundulan akurat ke gawang, membuat Old Trafford bergemuruh menyambut keunggulan tim kesayangan mereka. Gol tersebut, semakin meningkatkan intensitas permainan Manchester United yang terus berusaha menggandakan keunggulan. Pada menit ke-26, Brian Baumeau mendapatkan peluang emas setelah berhasil menembus kotak penalti Burnemouth.

Namun, tembakannya yang kurang bertenaga kembali mampu diamankan oleh Petkovic. Gegagalan memaksimalkan peluang tersebut memberi Burnemouth kesempatan untuk memulai keluar dari tekanan dan membangun serangan balasan. Tim tamu perlahan menunjukkan keberanian dan efektivitas mereka dalam menyerang, yang hampir membuahkan hasil melalui sundulan Marcus Tavernier yang menyambut umpan silang dari sisi kanan.

Tetapi, Manchester United kembali selamat berkat penyelamatan gemilang dari Senne Lammens. Burnemouth kembali mengancam pada menit ke-36 ketika Justin Kluivert menerima sodoran Evan Nielsen di depan gawang. Namun, kontrol bola yang kurang sempurna membuat peluang tersebut berhasil digagalkan oleh Lammens yang tampil sigap melakukan sergapan.

Jual-beli serangan pun terjadi di pertengahan babak pertama, menciptakan ritme pertandingan yang cepat dan terbuka. Manchester United kembali mendapatkan peluang lewat Casemiro pada menit ke-38 setelah Sang Gelandang mendapatkan ruang di sisi kiri kotak penalti. Namun, tembakannya masih melenceng dari sasaran.

Burnemouth akhirnya berhasil menyamakan kedudukan setelah Antoang Semenyo memanfaatkan kesalahan Lukso dalam duel di sisi kiri, lalu menusuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dihentikan oleh Lammens, membuat skor kembali imbang dan menambah ketegangan pertandingan. Meski demikian, Manchester United berhasil menutup babak pertama dengan keunggulan setelah memanfaatkan situasi bola mati. Bruno Fernandes mengirimkan sepak pojok akurat yang disambut Kasemiro dengan sundulan keras di tiang jauh.

Bola meluncur deras ke gawang dan tak terbendung oleh Pat Kovic, sehingga skor 2-1 untuk Manchester United bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Burnemouth tampil lebih agresif dan langsung memberikan tekanan sejak menit awal. Hasilnya, terlihat hanya 1 menit setelah kickoff babak kedua, ketika Evan Nielsen menerima umpan dari Marcus Tavernier dan melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang Manchester United, membuat Lammens tak berdaya dan skor kembali sama kuat.

Momentum Burnemouth terus berlanjut dan mencapai puncaknya pada menit ke-5-2, saat Marcus Tavernier mencetak gol indah melalui eksekusi tendangan bebas dari depan kotak penalti, di mana bola meluncur ke sudut kanan gawang tanpa mampu dijangkau oleh keeper Manchester United. Gol tersebut membuat tim tamu berbalik unggul 3-2. Situasi itu memaksa Manchester United meningkatkan tempo serangan dan mengambil resiko lebih besar dalam upaya mengejar ketertinggalan, sementara Ruben Amorim melakukan penyesuaian taktik untuk mengembalikan keseimbangan permainan.

Usaha Manchester United akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-7-7 melalui peran krusial sang kapten. Bruno Fernandes, yang berdiri di posisi hampir serupa dengan Tavernier saat mencetak gol sebelumnya, mengeksekusi tendangan bebas dengan sempurna melalui sepakan melengkung yang melewati pagar hidup dan bersarang di gawang bernemut, sehingga kedudukan kembali imbang 3-3. Gol tersebut membangkitkan kembali semangat Manchester United, dan dua menit kemudian mereka berhasil membalikkan keadaan.

Serangan dari sisi kiri yang diawali oleh umpan Benjamin Sesko, menciptakan kemelut di depan gawang bernemut, di mana upaya back tim tamu untuk menghalau bola justru mengarahkannya ke Mateusz Cunha. Dengan ketenangan dan penyelesaian klinis, Cunha mampu mengecoh Petkovic dan mencetak gol keempat Manchester United pada menit ke-79, membuat duan rumah kembali unggul 4-3. Suasana stadion pun semakin bergelora.

Namun, drama pertandingan belum berakhir, karena bernemut kembali menunjukkan mental pantang menyerah mereka. Pada menit ke-84, Alejandro Gimenez mengirimkan umpan terukur ke Eli Kroupi yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Dan dengan kontrol bola yang baik, serta penyelesaian yang tenang, Kroupi mengarahkan bola ke pojok kanan gawang Manchester United untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Di menit-menit akhir pertandingan, bernemut bahkan memiliki 2 peluang emas untuk mencetak gol kemenangan melalui David Brooks. Yang pertama, lewat sudulan jarak dekat, dan kedua melalui tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Namun, pada 2 kesempatan tersebut, St. Lamens tampil luar biasa dengan refleks dan keberaniannya untuk menggagalkan peluang, sehingga Manchester United terhindar dari kekalahan di kandang sendiri, hingga peluit panjang dibunyikan, (6:09) skor imbang 4-4 tetap bertahan, menandai berakhirnya salah satu pertandingan paling dramatis musim ini.

Hasil ini membuat Manchester United menempati posisi ke-6 kelas men sementara Liga Premier Inggris dengan koleksi 26 poin. Sementara AFC Bernemut berada di peringkat ke-13 dengan 21 poin, sebuah hasil yang mencerminkan keseimbangan kekuatan kedua tim pada laga tersebut. Di balik hasil imbang ini, Bruno Fernandes layak mendapatkan sorotan utama, setelah dinobatkan sebagai man of the match berkat kontribusi krusialnya sepanjang pertandingan, di mana ia tidak hanya berperan sebagai pengatur tempo permainan dan pemimpin di lapangan, tetapi juga mencatatkan satu asis penting melalui sepak pojok yang menghasilkan gol Casemiro, serta gol penyeimbang melalui tendangan bebas saat timnya berada dalam tekanan.

Hal itu menjadikan Bruno sebagai figur sentral yang menjaga Manchester United tetap kompetitif dalam laga penuh drama ini, sekaligus menegaskan perannya sebagai jantung permainan setan merah di tengah ketat dan tak terduganya persaingan Liga Premier Inggris.

lion mesdon
Desember 31, 2025
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *