Lensa Bola – Di tengah surutan publik dan tekanan kompetisi yang semakin ketat, Arsenal kembali menunjukkan konsistensinya setelah menundukan Kristal Peles pada perempat final Carabao Cup musim 2025-2026. Bermain di Emirates Stadium 23 Desember 2025, Arsenal dibawah kepemimpinan Mikkel Arteta memastikan diri lolos ke semifinal setelah menang adu penalti dengan skor 8-7. Sejak awal pertandingan, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan dengan mendominasi penguasaan bola dan menekan Kristal Peles di area pertahanannya sendiri.

Pola permainan berbasis penguasaan bola, pergerakan dinamis antarlini, serta pressing tinggi kembali menjadi ciri khas yang ditampilkan pasukan Arteta. Dukungan penuh dari publik Emirates Stadium membuat intensitas permainan Arsenal semakin tinggi dengan sejumlah peluang berbahaya yang diciptakan melalui kaki kiri Bukayosaka, Martin Odegar dan Gabriel Martinelli. Namun, dominasi tersebut tidak serta merta berbuah gul.

Crystal Palace tampil disiplin dan terorganisasi mengandalkan pertahanan rapat serta penampilan gemilang penjaga gawang Walter Benitez yang berulang kali menggagalkan peluang tuan rumah. Kebuntuan baru terpecahkan pada menit ke-80 melalui sebuah momen yang tidak terduga. Berawal dari situasi bola mati, kemelut di depan gawang Crystal Palace berujung pada gol bunuh diri dari Maxence Lacroix.

Back Palace tersebut secara tidak sengaja mengarahkan bola ke gawangnya sendiri memicu surak-surai pendukung Arsenal yang mengira kemenangan sudah di depan mata. Gol tersebut seolah menjadi puncak dari tekanan panjang yang dilakukan Arsenal sepanjang pertandingan dan memberikan keunggulan krusial di menit-menit akhir laga. Namun, drama belum berakhir.

Ketika Arsenal mulai menurunkan tempo permainan dan fokus mengamankan keunggulan, Kristal Peles justru menunjukkan semangat juang luar biasa. Pada masa injury time menit ke-90 plus 5, Mark Gehi berhasil memanfaatkan bola muntah dari situasi bola mati dan mencetak gol penyeimbang dari jarak dekat. Gol tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 dan memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu sekaligus membungkam Emirates Stadium yang sempat larut dalam euforia.

Babak tambahan berlangsung dengan tempo tinggi meski kedua tim mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan akibat jadwal pertandingan yang padat. Arsenal tetap menguasai jalannya laga, sementara Kristal Peles bermain lebih berhati-hati dan fokus menjaga kedisiplinan demi membawa pertandingan ke adu penalti. Hingga 120 menit permainan usai, tidak ada gol tambahan tercipta menjadikan adu penalti sebagai penentu nasib kedua tim.

Dalam fase inilah, ketegangan mencapai puncaknya dengan para pemain harus berhadapan tidak hanya dengan keeper lawan, tetapi juga dengan tekanan mental yang luar biasa. Adu penalti berjalan dengan sangat ketat dan panjang dengan kedua tim saling bergantian mencetak gol. Momen penentuan kembali melibatkan Maxence Lacroix, sosok yang sebelumnya menjadi protagonis dan antagonis dalam laga tersebut.

Tendangan penalti terakhirnya untuk Kristal Peles berhasil dibaca dengan sempurna oleh keeper Arsenal Kepa Ariza Balaga yang tampil dengan tenang dan sigap. Penyelamatan tersebut memastikan kemenangan Arsenal dengan skor 8-7 sekaligus mengantarkan The Gunners ke semifinal Carabao Cup di mana rival sekota mereka Chelsea telah menanti. Keberhasilan Arsenal menegaskan konsistensi The Gunners di berbagai kompetisi musim ini.

Di Liga Inggris, Arsenal masih kokoh di puncak klasmen dengan koleksi 39 poin, unggul dua angka dari Manchester City yang terus membayangi di posisi kedua. Konsistensi ini mencerminkan kematangan tim dalam menghadapi tekanan persaingan domestik. Tak hanya itu, performa Arsenal di Liga Eropa juga sangat impresif.

The Gunners menjadi satu-satunya tim yang mencatatkan enam kemenangan beruntun di fase grup dan bertenggar di puncak klasmen menunjukkan bahwa mereka kini siap bersaing di level tertinggi Eropa. Dengan performa stabil di berbagai ajang, peluang Arsenal untuk meraih banyak gelar musim ini terbuka lebar. Selain Carabao Cup, piala FA juga menjadi target realistis mengingat Arsenal merupakan klub tersukses dalam sejarah kompetisi tertua tersebut dengan raihan 14 trofi.

Jika mampu menjaga konsistensi, mengelola rotasi pemain, dan mempertahankan fokus hingga akhir musim, Arsenal berpotensi mencatatkan salah satu musim terbaik dalam sejarah modern klub. Dibalik kebangkitan dan stabilitas performa Arsenal, peran Mikkel Arteta sebagai pelatih utama sangatlah krusial. Sejak ditunjuk pada 20 Desember 2019, Arteta telah menjalani perjalanan panjang selama enam tahun yang penuh tantangan dan pembelajaran.

Meski baru mengoleksi tiga trofi, yaitu piala FA 2019-2020, serta dua gelar Community Shield pada 2020 dan 2023, Arteta berhasil membangun fondasi kuat yang membawa Arsenal kembali menjadi penantang serius di berbagai kompetisi. Prestasi sebagai runner-up Liga Inggris selama tiga musim beruntun, serta keberhasilan menembus semifinal Liga Champions UFA musim 2024-2025, yang terakhir kali diraih Arsenal pada musim 2008-2009, menjadi bukti nyata progres yang dicapai. Arteta sendiri mengakui bahwa perjalanan enam tahunnya bersama Arsenal terasa begitu cepat dan penuh makna.

Ia menekankan bahwa keberhasilan membangun kembali klub sebesar Arsenal tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja. Menurutnya, dukungan penuh dari jajaran manajemen klub yang memiliki visi, etos kerja dan semangat yang sama menjadi faktor penting dalam proses pembangunan tim. Selain itu, kepercayaan para pemain terhadap ide dan keputusan yang diambilnya juga menjadi fondasi utama dalam menjaga konsistensi performa dari musim ke musim.

Dengan squad bertalenta yang diisi pemain-pemain kunci seperti Declan Rice, Ebereci Eze, Martin Odegar, Bukayosaka hingga Victor Gioqueres, Arteta optimis Arsenal kini berada di jalur yang tepat untuk meraih trafi-trafi besar yang selama ini dinantikan. Drama kemenangan atas Crystal Palace di Karabau Cup bukan sekedar kisah satu pertandingan, melainkan simbol ketangguhan, kedewasaan dan ambisi Arsenal di era baru. Sebuah tim yang siap menghadapi tekanan, bangkit dari situasi sulit, dan terus melangkah menuju kejayaan di panggung domestik maupun Eropa.

lion mesdon
Januari 19, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *