Lensa Bola – Setelah raksaksa Malaysia Johor Darul Ta’zim dikaitkan dengan nama besar Jesse Lingard, isu ini langsung menyitap perhatian publik karena melibatkan pemain dengan reputasi global yang pernah merasakan kerasnya persaingan di Liga Inggris, Liga Champion sehingga di turnamen internasional bersama dengan Timnas. Rumor tersebut menguat setelah nama Jesse Lingard muncul dalam basis data pemain di situs resmi Johor Darul Ta’zim meski tanpa dilengkapi dengan foto resmi. Dalam profil singkat tersebut, Lingard hanya dicantumkan sebagai pemain asal Inggris.

Namun, kemunculan namanya di platform resmi klub dianggap sebagai sinyal kuat bahwa proses kepindahannya tengah berlangsung. Apalagi JDT dikenal sebagai klub yang sangat rapi dan terstruktur dalam manuver transfer sehingga kecil kemungkinan mereka menampilkan nama pemain tanpa dasar yang jelas. Jesse Lingard sendiri baru saja menyelesaikan kebersamaannya dengan FC Seoul di Korea Selata dengan laga terakhirnya berlangsung pada 30 November 2025.

Selama sekitar 1,5 tahun membela klub ibu kota Korea Selatan tersebut, Lingard menunjukkan performa yang cukup solid dan konsisten. Sejak bergabung pada awal 2024 hingga akhir 2025, ia mencatatkan total 60 penampilan di Kelly Kwan dan menyumbangkan 16 gol. Sebuah statistik yang membuktikan bahwa kualitas permainannya masih relevan dan belum sepenuhnya menurun meski usianya sudah tak lagi mudah.

Per 1 Januari 2026, Lingard resmi berstatus tanpa klub. Setelah kontraknya dengan FC Seoul berakhir, menjadikannya bebas untuk bergabung dengan klub manapun tanpa biaya transfer. Status bebas transfer inilah yang membuat namanya kembali ramai diperbincangkan di bursa pemain termasuk oleh JDT yang selama ini dikenal agresif dalam mendatangkan pemain-pemain asing berkualitas demi memperkuat dominasi mereka di level domestik maupun regional.

Pada 15 Desember 2025, Jesse Lingard genap berusia 33 tahun, sebuah usia yang kerap dianggap sebagai fase akhir karir bagi seorang sepak bola profesional. Namun, performanya di Korea Selatan menunjukkan bahwa ia masih memiliki kapasitas fisik dan teknis untuk bersaing. Sebagai gelandang serang, Lingard masih mampu menjadi motor permainan, menciptakan peluang serta berkontribusi langsung dalam urusan mencetak gol.

Pengalaman panjangnya di Eropa dan Asia menjadi nilai tambah besar, terutama bagi klub seperti JDT yang memiliki ambisi besar di level ASEAN dan Asia. Tak heran, jika kemunculan nama Lingard di situs resmi JDT langsung memicu euforia di media sosial dengan banyak penggemar menyebut istilah Here We Go seolah transfer tersebut hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi. Jika transfer ini benar-benar terrealisasi, maka Johor Darul Ta’zim akan semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu klub paling ambisius dan bergangsi di Asia Tenggara.

Sekaligus, mempertegas status mereka sebagai magnet bagi pesepak bola dunia yang ingin melanjutkan karir di luar Eropa. Kehadiran Jesse Lingard tentu akan menambah kedalaman dan kualitas kuat JDT, tidak hanya dari sisi teknis permainan, tetapi juga dari aspek mentalitas juara, pengalaman bertanding di level tertinggi, serta pengaruh positif di ruang ganti. Namun, dibalik potensi keuntungan besar tersebut, kedatangan Lingard juga berpotensi membawa konsekuensi bagi pemain lain di dalam tim.

Salah satunya adalah Mausha Sidibe, mantan pemain persis solo yang kini memperkuat JDT. Bagi Sidibe, kehadiran Lingard bisa menjadi pisau bermata dua. Dari sisi positif, Sidibe berpeluang mendapatkan pengalaman berharga dengan bermain bersama dengan pemain berkelas dunia.

Bermain bersama dengan pemain yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi elit Eropa tentu memberikan pembelajaran langsung baik dari segi teknik, visi bermain, pergerakan tanpa bola hingga profesionalisme di dalam dan di luar lapangan. Namun, sisi negatifnya tidak bisa diabaikan. Saat ini, Mausha Sidibe lebih sering berperan sebagai pemain belapis JDT dan jarang mendapatkan menit bermain reguler karena ketatnya persaingan di lini depan.

Kedatangan Jesse Lingard berpotensi mempersempit peluang Sidibe untuk tampil mengingat Lingard dikenal sebagai pemain yang sangat versatil. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi opsi ideal bagi pelatih dalam berbagai skema permainan. Namun di sisi lain, juga berarti satu pemain dapat menutup beberapa posisi sekaligus yang berpotensi menggeser pemain lain dari susunan utama.

Jika dinilai tidak mampu bersaing atau tidak sesuai dengan kebutuhan tim, bukan tidak mungkin Sidibe akan dilepas oleh JDT mengingat klub tersebut dikenal tidak ragu melakukan perombakan sekuat demi menjaga standar performa tinggi. Situasi ini menjadi semakin kompleks karena Johor Darul Ta’zim saat ini juga tengah menghadapi persoalan di luar lapangan. Tiga pemain mereka yaitu Joao Figueiredo, Hector Havel dan John Irizabal sedang menjalani sanksi dari FIFA terkait kasus naturalisasi palsu Malaysia.

Sanksi tersebut tentu berdampak pada komposisi dan kedalaman sekuat sehingga JDT membutuhkan solusi cepat dan efektif untuk menjaga stabilitas tim. Dalam konteks ini, kedatangan Jesse Lingard bisa menjadi langkah strategis untuk menutup kekurangan yang muncul akibat absennya sejumlah pemain. Secara keseluruhan, rumor kepindahan Jesse Lingard ke Johor Darul Ta’zim mencerminkan dinamika sepak bola Asia Tenggara yang semakin berkembang dan kompetitif.

JDT kembali menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya mendominasi Liga Malaysia tetapi juga menjadi kekuatan yang diperhitungkan di level Asia. Bagi Jesse Lingard, kepindahan ke Malaysia bisa menjadi babak baru dalam perjalanan karirnya. Sementara bagi pemain lain seperti Maussa Sidibe, situasi ini menjadi ujian berat untuk bertahan dan membuktikan kualitas di tengah persaingan yang semakin ketat.

lion mesdon
Januari 1, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *