
Lensa Bola – Perjalanan Inter Miami dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan transformasi besar yang tidak bisa dilepaskan dari kehadiran Lionel Messi sebagai pusat proyek klub. Sejak mega bintang asal Argentina itu resmi bergabung pada 2023, Inter Miami bukan hanya mengalami peningkatan performa di atas lapangan, tetapi juga perubahan citra menjadi salah satu klub paling diperhatikan di dunia sepak bola. Kedatangan Messi menjadi titik awal terbentuknya era baru yang ditandai dengan masuknya pemain-pemain berpengalaman Eropa, terutama mereka yang memiliki hubungan historis dan emosional dengannya.
Pada fase awal, Inter Miami identik dengan dominasi klan Barcelona, sebuah istilah yang merujuk pada masuknya sejumlah mantan rekan Messi saat masih membela Blaugrana. Nama-nama seperti Jordi Alba, Sergio Busquets, dan Luis Suarez menjadi tulang punggung tim, menghadirkan kualitas teknis tinggi, pengalaman juara serta kemistri yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Tak hanya di level pemain, nuansa Barcelona juga terasa di jajaran staf kepelatian, dengan hadirnya Gerardo Tata Martino sebagai pelatih kepala dan Javier Mascherano sebagai figur penting di balik layar.
Kombinasi ini membuat Inter Miami seolah menjadi perpanjangan Barcelona di Amerika Serikat, sekaligus mempercepat adaptasi Messi dan memperkuat daya saing klub di Mayor League Soccer. Namun, seiring berjalannya waktu, fondasi yang dibangun atas dasar nostalgia tersebut mulai mengalami perubahan. Faktor usia, kondisi fisik, dan durasi kontrak menjadi penyebab utama perlahan runtuhnya klan Barcelona di tubuh Inter Miami.
Jordi Alba dan Sergio Busquets, yang telah menjalani karir panjang di level tertinggi, memutuskan untuk gantung sepatu setelah musim 2025 berakhir. Keputusan tersebut menandai akhir perjalanan dua gelandang dan back legendaris yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kesuksesan Barcelona dan kemudian Inter Miami. Di sisi lain, Luis Suarez mengadapi situasi berbeda.
Kontrak penyerang asal Uruguay itu bersama dengan Inter Miami berakhir pada 31 Desember 2025 dan hingga memasuki penghujung musim belum ada kepastian terkait perpanjangan. Kondisi ini membuat masa depan Suarez menjadi tanda tanya besar, sekaligus memperkuat kesan bahwa era Barcelona di Inter Miami sedang memasuki fase akhir. Alhasil, Lionel Messi kembali berdiri sebagai satu-satunya representasi Barcelona yang tersisa di klub berjuluk The Herons tersebut.
Di tengah berakhirnya dominasi klan Barcelona, Inter Miami justru memulai babak baru dengan merekrut pemain dari latar belakang yang berbeda. Sergio Reguilon, backyuri jebolan Akademi Real Madrid, resmi bergabung dengan Inter Miami mulai musim 2026. Perekrutan ini menjadi simbol pergeseran arah kebijakan klub yang tidak lagi hanya mengandalkan kedekatan emosional dengan Messi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan teknis dan keseimbangan squad.
Reguilon didatangkan dengan status bebas transfer setelah Tottenham Hotspur memutuskan untuk melepasnya secara gratis pada musim panas 2025. Pemain yang akan berusia 29 tahun pada Desember 2025 tersebut menandatangan di kontrak 2 tahun hingga Desember 2027 dengan opsi perpanjangan satu musim tambahan hingga 2028. Perjalanan karir Sergio Reguilon sendiri mencerminkan dinamika pesepak bola Eropa Modern yang penuh naik turun.
Ia merupakan produk Akademi Real Madrid La Fabrica, tempat ia menimba ilmu sejak 2005 hingga 2015. Setelah lulus dari Akademi, Reguilon menjalani masa peminjaman ke Udelo Grones dalam 2 periode berbeda, sebelum kembali memperkuat Real Madrid ke setia. Penampilan konsisten di tim cadangan, akhirnya mengantarkannya promosi ke tim utama Real Madrid pada 2018.
Sayangnya, persaingan ketat dan terbatasnya kesempatan bermain membuat Reguilon kesulitan berkembang bersama dengan Los Blancos. Ia hanya mencatatkan 22 penampilan bersama dengan tim utama. Untuk mendapatkan menit bermain, Reguilon dipinjamkan ke Sevilla pada musim 2019-2020.
Dan justru di klub inilah, ia tampil impresif serta menunjukkan potensi terbaiknya. Performa tersebut menarik perhatian Tottenham Hotspur yang kemudian merekrutnya secara permanen pada musim panas 2020. Meski sempat diharapkan menjadi solusi jangka panjang sektor back-kiri Tottenham, perjalanan Reguilon di Inggris tidak berlangsung mulus.
Setelah dua musim, ia mulai kehilangan tempat utama dan lebih sering dipinjamkan ke klub lain, termasuk Atletico Madrid pada musim 2022-2023 serta Manchester United dan Brentford pada musim 2023-2024. Pada musim 2024-2025, Reguilon hanya berperan sebagai pelapis dan tampil enam kali di berbagai ajang. Minimnya kontribusi tersebut membuat Tottenham mengambil keputusan untuk melepasnya secara gratis, sebuah situasi yang kemudian dimanfaatkan Inter Miami untuk mendapatkan pemain berpengalaman dengan biaya minimal.
Bergabungnya Reguilon ke Inter Miami menjadi babak baru dalam karirnya sekaligus menghadirkan narasi unik karena ia kini akan bermain satu tim dengan Lionel Messi, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi ikon rival abadi Real Madrid. Selain memperkuat lini pertahanan, Inter Miami juga dikabarkan tengah menyusun rencana ambisius untuk menambah daya gedor tim. Nama Robert Lewandowski mencuat sebagai target utama klub untuk musim mendatang.
Penyerang veteran asal Polandia tersebut dinilai sebagai kandidat ideal untuk mengisi potensi kekosongan di lini depan, terutama jika Luis Suarez tidak memperpanjang kontraknya. Menurut laporan dari jurnalis Polandia Marek Joswiak, Inter Miami telah memulai langkah konkret untuk menjajaki kemungkinan transfer Lewandowski, termasuk mencari opsi tempat tinggal bagi sang pemain di Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan keseriusan klub dalam membangun proyek jangka panjang yang kompetitif, baik di level domestik maupun internasional.
Situasi kontrak Lewandowski bersama Barcelona yang akan berakhir pada penghujung musim ini membuka peluang besar bagi klub-klub peminat. Sejak Januari mendatang, Lewandowski berhak melakukan negosiasi dengan klub lain. Selain itu, perannya di squad Barcelona juga dilaporkan mengalami penurunan.
Dari total 19 penampilan di berbagai kompetisi musim ini, 7 di antaranya dijalani sebagai pemain pengganti, dengan torehan 8 gol yang dinilai menurun dibandingkan musim-musim sebelumnya. Persaingan di lini depan Barcelona semakin ketat, terutama dengan performa Ferran Torres yang tampil produktif dan menjadi andalan utama. Meski demikian, kontribusi Lewandowski selama 4 musim membela Barcelona tetap sangat signifikan.
Ia mencetak 109 gol dan membantu klub meraih 5 trofi, termasuk 2 gelar La Liga, sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu striker terbaik generasinya. Kehadiran Inter Miami diakini tidak hanya akan memperkuat tim di lapangan, tetapi juga meningkatkan nilai komersial dan daya tarik global klub, terutama dalam upaya mempertahankan gelar juara MLS 2025 yang baru saja mereka raih. Diluar dinamika transfer dan komposisi squad, pengaruh Lionel Messi terhadap sepak bola global tetap terasa sangat kuat.
Meski telah meninggalkan panggung sepak bola Eropa sejak 2023, popularitas Messi di benua tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kesuksesan Inter Miami menjuarai MLS 2025 semakin mengukuhkan peran sentral Messi sebagai ikon global dan motor utama kebangkitan klub. Dari tim yang sebelumnya kurang diperhitungkan, Inter Miami kini menjelma menjadi kekuatan baru yang disegani, baik di Amerika Serikat maupun di panggung internasional.
Runtuhnya klan Barcelona, kedatangan pemain jebulan Real Madrid seperti Sergio Reguilón, serta potensi bergabungnya bintang besar seperti Robert Lewandowski, menggabarkan fase transisi yang sedang dijalani oleh klub. Inter Miami tidak lagi sekedar membangun tim berdasarkan nostalgia masa lalu Messi, tetapi mulai menyusun struktur yang lebih beragam, kompetitif dan berorientasi masa depan. Dalam konteks ini, Lionel Messi tetap menjadi poros utama, namun ia kini dikelilingi oleh ekosistem baru yang mencerminkan perubahan lanskap sepak bola global, di mana Major League Soccer semakin diakui sebagai destinasi serius bagi pemain-pemain elit dunia.






