
LensaBola – Como 1907 kini tidak lagi pantas disebut sebagai sekadar tim kejutan di kompetisi Serie A. Performa konsisten yang mereka tunjukkan sepanjang musim 2025-2026 membuat klub asal Lombardia tersebut mulai dipandang sebagai salah satu kandidat serius untuk meraih tiket menuju Liga Champions.
Jika pada awal promosi mereka hanya diperkirakan akan berjuang untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia, kini situasinya berubah drastis. Tim asuhan Fabregas justru tampil sebagai kekuatan baru yang mampu menantang dominasi klub-klub besar.
Perjalanan Komo menuju status tersebut terbilang sangat cepat. Baru dua musim lalu klub ini kembali promosi ke Serie A setelah lama berkompetisi di divisi bawah. Namun, dalam waktu singkat mereka berhasil mengubah citra sebagai tim promosi menjadi penantang serius di papan atas klasemen.
Transformasi ini tidak terlepas dari manajemen klub yang stabil serta dukungan finansial kuat dari para pemiliknya, keluarga Hartono, melalui Grup Jarum. Kepemimpinan Presiden Klub Nirwan Suarso turut memberikan arah yang jelas dalam pengembangan tim, mulai dari perencanaan jangka panjang, perekrutan pemain muda potensial, hingga pembangunan identitas permainan yang kompetitif. Berkat strategi tersebut, Komo tidak hanya berusaha bertahan di Serie A, tetapi juga membangun fondasi untuk bersaing dengan klub-klub elit Italia.
Performa impresif Komo kembali terlihat pada pekan ke-29 Serie A ketika mereka menghadapi AS Roma. Bertanding di kandang sendiri di Stadio Giuseppe Sinigaglia pada 15 Maret 2026, Como berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-1. Pertandingan tersebut memperlihatkan karakter kuat yang kini dimiliki skuad muda berjuluk Ilariani.
Komo sempat berada dalam tekanan setelah Roma mencetak gol lebih dulu melalui penalti yang dieksekusi oleh Donial Malen. Gol cepat tersebut sempat membuat tim tuan rumah harus berjuang lebih keras untuk kembali menguasai pertandingan. Namun, alih-alih panik, Como justru menunjukkan ketenangan dan kedisiplinan dalam menjalankan strategi permainan.
Momentum kebangkitan mereka terjadi setelah jeda babak pertama ketika Fabregas melakukan sejumlah pergantian pemain yang terbukti efektif mengubah dinamika pertandingan. Komo tampil lebih agresif dan mampu menekan pertahanan Roma hingga akhirnya mencetak dua gol yang membalikan keadaan. Comeback tersebut tidak hanya memberikan tiga poin penting tetapi juga menunjukkan bahwa mentalitas permainan Komo semakin matang dan siap menghadapi tekanan besar dari tim-tim elit.
Kemenangan atas Roma semakin menegaskan bahwa keberhasilan Komo musim ini bukanlah kebetulan. Sepanjang kompetisi Serie A 2025-2026, mereka telah beberapa kali menunjukkan kemampuan untuk mengalahkan klub-klub besar Italia yang memiliki sejarah panjang dalam perebutan gelar juara atau Scudetto. Salah satu korban paling mencolok dari performa impresif Komo adalah Juventus.
Klub yang dikenal sebagai pemegang rekor gelar terbanyak di Serie A tersebut bahkan harus menelan dua kekalahan dari Komo pada musim ini. Yang lebih mengesankan, dua kemenangan Komo atas Juventus diraih dengan skor identik 2-0 dan tanpa kebobolan satu gol pun. Catatan clean sheet dalam dua pertandingan melawan tim sebesar Juventus menjadi bukti bahwa lini pertahanan Komo juga berkembang sangat baik.
Hasil tersebut memperkuat pandangan bahwa Komo kini bukan lagi tim kecil yang mudah dikalahkan. Selain Juventus, klub besar lain yang juga kesulitan menghadapi Komo adalah Lazio. Dalam dua pertemuan Liga musim ini, Komo tampil sangat dominan dan berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 serta 3-0.
Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa mereka tidak hanya mampu mencuri kemenangan, tetapi juga dapat mendominasi permainan melawan tim dengan kualitas tinggi. Performa solid juga ditunjukkan ketika Komo menghadapi Napoli yang berstatus sebagai juara bertahan Serie A. Pada pertemuan pertama di Liga yang berlangsung di Naples pada November lalu, Komo mampu menahan imbang Napoli dengan skor 0-0. Hasil tersebut sudah menjadi indikasi bahwa tim ini mampu bersaing dengan klub kuat bahkan ketika bermain di kandang lawan.
Namun, kejutan terbesar terjadi di ajang Coppa Italia. Dalam turnamen tersebut, Komo berhasil menyingkirkan Napoli pada babak perempat final melalui drama adu penalti. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi klub karena mereka mampu menyingkirkan salah satu tim terbaik Italia dari kompetisi domestik.
Meski demikian, masih ada dua raksasa yang belum sepenuhnya berhasil mereka kalahkan, yaitu AC Milan dan Inter Milan. Pada pertemuan pertama melawan Milan yang masih dilatih oleh Miliano Allegri, Komo harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 1-3 di Giuseppe Sinigaglia. Namun, dalam pertemuan kedua di San Siro, Komo menunjukkan perkembangan signifikan dengan menahan imbang Milan 1-1.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas antara Komo dan klub-klub elit semakin mengecil. Sementara itu, pengalaman menghadapi Inter Milan juga memberikan pelajaran penting bagi skuad Komo. Pada pertemuan pertama di Serie A musim ini, Komo harus menerima kekalahan telak 0-4 di San Siro.
Kekalahan tersebut menjadi salah satu dari hanya lima kekalahan yang mereka alami sepanjang musim Liga dan sekaligus menjadi kekalahan terbesar mereka. Namun, perkembangan tim terlihat jelas ketika mereka kembali bertemu di Inter pada laga pertama semifinal Coppa Italia. Dalam pertandingan tersebut, Komo mampu menahan imbang Inter 0-0 sambil menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Penampilan itu memperlihatkan bahwa mereka mulai mampu bersaing secara seimbang dengan salah satu klub terkuat di Italia. Laga kedua semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026 menjadi peluang besar bagi Komo untuk mencetak sejarah dengan mencapai final Coppa Italia. Selain itu, pertemuan berikutnya dengan Inter di Serie A pada pekan ketiga di Giuseppe Sinigaglia juga berpotensi menjadi pertandingan penting dalam perebutan posisi empat besar klasemen.
Berkat rangkaian hasil positif tersebut, Komo kini menempati posisi keempat dalam klasemen sementara Serie A yang merupakan batas akhir zona Liga Champions. Mereka bahkan memiliki keunggulan poin atas beberapa pesaing langsung seperti Juventus dan Roma. Konsistensi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan Komo musim ini.
Berbeda dengan banyak tim lain yang mengalami naik turun performa, Komo mampu menjaga stabilitas sejak awal musim. Sepanjang kompetisi berlangsung, mereka tidak pernah keluar dari posisi sembilan besar klasemen. Posisi terburuk yang pernah mereka tempati hanyalah peringkat kesembilan pada beberapa pekan awal sebelum akhirnya perlahan naik dan bertahan di zona empat besar.
Stabilitas tersebut tidak terlepas dari komposisi skuad yang relatif muda namun penuh potensi. Para pemain muda diberi kesempatan berkembang di bawah arahan Fabregas yang dikenal memiliki pendekatan taktik modern dan fleksibel. Kombinasi antara energi pemain muda serta pengalaman pelatih yang bermain di level tertinggi sepak bola Eropa membuat Komo memiliki identitas permainan yang jelas, dengan organisasi tim yang rapi dan kemampuan transisi yang cepat antara bertahan dan menyerang.
Meski timnya tengah menikmati performa gemilang, Fabregas tetap menunjukkan sikap rendah hati ketika membicarakan peluang tampil di Liga Champions. Ia menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah terus berkembang dan menjaga konsistensi permainan. Menurutnya, Komo masih merupakan tim muda yang sedang berada dalam proses pembangunan sehingga pembicaraan mengenai Liga Champions dianggap masih terlalu dini.
Mantan gelandang yang pernah membela klub-klub besar seperti Arsenal, FC Barcelona, dan Chelsea itu menilai bahwa kesuksesan akan datang secara alami jika tim tetap bekerja keras dan mempertahankan semangat kolektif. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati serta fokus pada setiap pertandingan yang dijalani. Dengan performa yang semakin stabil dan mentalitas yang terus berkembang, Komo kini menjadi salah satu kisah paling menarik dalam sepak bola Italia musim ini.
Klub yang sebelumnya jarang diperhitungkan kini mampu berdiri sejajar dengan raksasa-raksasa Serie A. Jika mereka mampu mempertahankan konsistensi hingga akhir musim, bukan tidak mungkin Komo benar-benar akan mengamankan tiket ke Liga Champions dan membuka babak baru dalam sejarah klub sebagai kekuatan baru di sepak bola Eropa.






