
LensaBola – Manchester City menghadapi salah satu periode paling menentukan pada musim 2025–2026 dengan jadwal pertandingan yang sangat padat dan penuh tantangan dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Rentetan laga penting yang harus dijalani tim asuhan Pep Guardiola ini bahkan sering disebut sebagai “jadwal neraka” karena mempertemukan mereka dengan sejumlah klub kuat di berbagai kompetisi sekaligus.
Dalam rentang waktu dari pertengahan Maret hingga pertengahan April 2026, Manchester City harus membagi fokus antara Liga Champions, Premier League, Carabao Cup, dan Piala FA. Situasi ini menuntut konsistensi performa, kesiapan fisik pemain, serta kecermatan strategi dari tim pelatih jika mereka ingin menjaga peluang meraih gelar di setiap kompetisi yang diikuti.
Bagi klub yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut, periode ini tidak hanya menjadi ujian kekuatan skuad, tetapi juga menjadi fase yang berpotensi menentukan keberhasilan mereka dalam mengejar ambisi meraih empat trofi sekaligus, atau yang dikenal sebagai quadruple.
Tantangan bagi Manchester City semakin berat setelah hasil undian perempat final Piala FA mempertemukan mereka dengan Liverpool, salah satu rival utama di sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Undian tersebut dilakukan di London pada Selasa dini hari, 10 Maret 2026 (waktu Indonesia Barat).
Pertandingan antara dua tim papan atas Premier League ini dijadwalkan berlangsung pada 4 atau 5 April 2026 dan diprediksi akan menghadirkan duel sengit yang sarat gengsi. Liverpool dikenal sebagai tim dengan intensitas permainan tinggi dan kemampuan menekan lawan secara agresif, sehingga pertemuan ini diperkirakan menjadi ujian berat bagi Manchester City dalam menjaga peluang mereka di kompetisi domestik.
Sebelum menghadapi Liverpool di Piala FA, Manchester City terlebih dahulu harus menjalani sejumlah pertandingan penting lainnya yang tak kalah menantang. Jadwal padat ini dimulai dengan laga besar di kompetisi Liga Champions ketika mereka menghadapi Real Madrid pada leg pertama babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026 di Stadion Santiago Bernabéu.
Pertemuan ini langsung menjadi salah satu pertandingan paling menarik pada fase gugur Liga Champions musim ini karena mempertemukan dua klub elite Eropa yang dalam beberapa tahun terakhir sering bertemu pada tahap knockout. Rivalitas antara Manchester City dan Real Madrid dalam lima musim terakhir telah menghadirkan berbagai pertandingan dramatis yang kerap menentukan arah perebutan gelar juara.
Real Madrid melaju ke babak 16 besar Liga Champions setelah berhasil mengalahkan Benfica dengan agregat 3-1 pada babak playoff fase gugur. Sementara itu, Manchester City datang dengan tingkat kepercayaan diri tinggi setelah sebelumnya mampu meraih kemenangan 2-1 saat bertandang ke Santiago Bernabéu pada fase liga musim ini. Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa Manchester City memiliki kemampuan untuk bersaing dengan klub-klub besar Eropa, bahkan ketika bermain di kandang lawan.
Pertemuan kedua tim selalu menghadirkan pertandingan dengan tempo tinggi, kualitas teknis luar biasa, serta ketegangan hingga menit-menit akhir. Secara statistik, keseimbangan kekuatan antara Real Madrid dan Manchester City terlihat jelas dari catatan pertemuan mereka di kompetisi Eropa. Hingga saat ini, kedua tim telah bertemu sebanyak 15 kali di berbagai ajang antarklub Eropa.
Dari jumlah tersebut, masing-masing tim meraih lima kemenangan, sementara sisanya berakhir imbang. Dalam hal produktivitas gol, kedua tim sama-sama mencetak 25 gol. Hal ini menunjukkan betapa seimbangnya kualitas kedua tim dalam beberapa musim terakhir dan mengapa setiap pertemuan mereka selalu menjadi sorotan utama.
Pada pertemuan fase liga musim ini, Manchester City sempat menunjukkan mentalitas kuat ketika berhasil membalikkan keadaan untuk menang 2-1 di kandang Real Madrid. Los Blancos sempat unggul lebih dahulu melalui gol Rodrygo pada menit ke-28. Namun, Manchester City mampu merespons dengan cepat ketika Nico O’Reilly menyamakan kedudukan pada menit ke-35.
Tak lama kemudian, Erling Haaland mencetak gol kemenangan melalui tendangan penalti pada menit ke-43. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa Manchester City memiliki kemampuan untuk bangkit dari tekanan serta memanfaatkan peluang secara efektif ketika menghadapi tim besar.
Meski demikian, Real Madrid tetap memiliki rekor yang sangat kuat di Liga Champions, terutama pada fase gugur. Klub raksasa Spanyol tersebut tercatat memenangi 10 dari 12 pertandingan leg pertama babak 16 besar dalam beberapa musim terakhir. Selain itu, mereka juga berhasil memenangkan 11 dari 13 duel dua leg terakhir di Liga Champions, menunjukkan konsistensi dalam sistem kandang dan tandang.
Rekor kandang Real Madrid di Santiago Bernabéu juga sangat impresif, dengan 19 kemenangan dari 25 pertandingan kandang terakhir mereka di kompetisi ini. Statistik tersebut menjadi indikasi bahwa Manchester City harus tampil maksimal jika ingin membawa pulang hasil positif dari leg pertama.
Setelah menghadapi Real Madrid pada 12 Maret, Manchester City tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat karena tiga hari kemudian mereka harus kembali fokus pada kompetisi domestik. Pada 15 Maret 2026, mereka dijadwalkan menghadapi West Ham United dalam lanjutan Premier League.
Tiga hari setelah itu, Manchester City kembali bertemu Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung pada 18 Maret 2026. Pertandingan ini akan sangat menentukan nasib kedua tim di kompetisi paling prestisius di Eropa tersebut.
Tantangan besar lainnya menanti Manchester City pada 22 Maret 2026 ketika mereka harus menghadapi Arsenal dalam final Carabao Cup. Laga ini menjadi peluang bagi Manchester City untuk meraih trofi pertama musim ini, namun Arsenal juga memiliki motivasi besar untuk menghentikan dominasi mereka.
Memasuki bulan April, jadwal berat Manchester City masih belum berakhir. Setelah pertandingan perempat final Piala FA melawan Liverpool, mereka harus kembali fokus ke Premier League dengan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada 12 April 2026.
Rangkaian pertandingan berat tersebut kemungkinan mencapai puncaknya pada 19 April 2026 ketika Manchester City menjamu Arsenal di Etihad Stadium dalam lanjutan Premier League. Laga ini berpotensi menjadi penentu dalam perebutan gelar juara Liga Inggris musim 2025–2026.
Di tengah jadwal yang sangat padat tersebut, Manchester City masih memiliki peluang untuk meraih empat gelar sekaligus. Mereka masih bertahan di Liga Champions, Premier League, Piala FA, dan Carabao Cup. Ambisi meraih quadruple tentu bukan hal mudah karena membutuhkan konsistensi luar biasa sepanjang musim.
Namun, dengan kedalaman skuad yang kuat serta pengalaman Pep Guardiola, peluang tersebut tetap terbuka. Keberadaan pemain bintang juga menjadi faktor penting, seperti Erling Haaland yang terus menunjukkan ketajamannya sebagai salah satu striker paling produktif di dunia.
Penyerang asal Norwegia tersebut telah mencetak 56 gol dari 56 penampilan di Liga Champions sepanjang kariernya. Selain itu, ia juga memiliki rekor mencetak 10 gol dalam 10 pertandingan melawan klub-klub asal Spanyol.
Di sisi lain, Real Madrid memiliki Kylian Mbappé yang tampil sangat tajam dengan 13 gol di Liga Champions musim 2025–2026, termasuk tujuh gol dari tujuh pertandingan melawan Manchester City.
Dengan kualitas kedua tim serta sejarah pertemuan yang selalu dramatis, duel Manchester City dalam beberapa pekan ke depan dipastikan menjadi tontonan menarik bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia. Jadwal padat ini tidak hanya menguji kemampuan taktik Pep Guardiola, tetapi juga mentalitas para pemain dalam menghadapi tekanan di berbagai kompetisi secara bersamaan.






