
Lensa Bola – Manchester City mencatatkan kemenangan dramatis 5-4 atas Fulham pada pekan ke-14 Liga Premier Inggris pada Rabu dini hari waktu Indonesia Barat. Pertandingan ini menjadi salah satu laga paling dramatis pada musim 2025-2026 bukan hanya karena 9 gol yang tercipta, tetapi juga karena rekor bersejarah yang berhasil ditorehkan oleh Erling Haaland. Sejak menit-menit awal, Manchester City tampil dominan dan langsung mengambil alih kontrol permainan.
Guardiola menurunkan komposisi menyerang yang kuat melalui kombinasi Jeremy Doku, Phil Foden, Tijani Reinders, dan Erling Haaland di lini depan. Tekanan tinggi yang mereka lancarkan sejak kick-off membuat Fulham beberapa kali kewalahan mengatasi gelombang serangan City. Dalam 6 menit pertama, Haaland bahkan sudah menciptakan peluang emas yang membentur tiang gawang, memberi sinyal bahwa lini pertahanan Fulham harus bekerja ekstra keras sepanjang laga.
Dominasi tersebut akhirnya berbuah hasil pada menit ke-17 ketika Jeremy Doku mengirimkan umpan terukur ke arah Erling Haaland. Penyerang Norwegia itu tak menyianyiakan kesempatan dan menaklukkan keeper Bert Leno untuk membuat City unggul 1-0. Gol tersebut menjadi sangat istimewa karena merupakan gol ke-100 Haaland di Liga Premier Inggris.
Yang membuatnya semakin fenomenal, pencapaian itu ditorehkan hanya dalam 111 pertandingan, menjadikannya pemain tercepat dalam sejarah Premier League yang mencapai 100 gol. Haaland melampaui rekor harikan yang membutuhkan 141 pertandingan serta Alan Shearer yang mencapai angka itu dalam 124 laga. Pada usia 25 tahun, Haaland juga telah mencatatkan 400 keterlibatan gol sepanjang karir profesionalnya, sebuah statistik yang mencerminkan betapa konsisten dan mematikannya ia sebagai penyerang modern.
City semakin memperlebar jarak pada menit ke-3-7. Melalui kombinasi serangan yang rapi, Tijani Reinders memanfaatkan ruang lini tengah dan menyelesaikan peluang dengan ketenangan tinggi untuk membawa City unggul 2-0. Kedikdayaan City tidak berhenti sampai di situ.
Menjelang babak pertama berakhir, Wilvorden menambah keunggulan menjadi 3-0 melalui sepakan akurat yang tidak mampu dihalau oleh Leno. Hingga menit ke-4-4, City tampak mengendalikan permainan sepenuhnya dan seolah dalam perjalanan menuju kemenangan telak. Namun, Fulham tak mau tinggal diam.
Pada masa injury time babak pertama, Emil Smitrau berhasil memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kanan. Gol ini memberi secerca harapan bagi tim tuan rumah, sekaligus menegaskan bahwa Manchester City tidak bisa menurunkan kuas padaan meskipun unggul cukup jauh. Memasuki babak kedua, City kembali tampil agresif.
Belum genap 3 menit berjalan, Wilvorden mengukir gol keduanya dalam laga ini pada menit ke-4-8 mengubah skor menjadi 4-1. 6 menit kemudian, sebuah situasi kurang beruntung bagi Fulham terjadi ketika bola hasil kerja sama City membentur Sander Burch dan masuk ke gawang sendiri menghasilkan gol bunuh diri yang membuat skor melebar menjadi 5-1. Pada titik ini, banyak yang memperkirakan City akan meraih kemenangan besar tanpa banyak keambatan.
Namun, kenyataannya jauh berbeda. Fulham justru menunjukkan semangat juang luar biasa. Pada menit ke-5-7, Alex Iwobi mencetak gol dari luar kotak penalti melalui tendangan keras yang tidak mampu dihalau oleh Ederson.
Skor berubah menjadi 2-5 dan pertandingan kembali hidup. Seakan mendapatkan energi baru, Fulham terus menggempur pertahanan City yang mulai kehilangan konsentrasi. Pemain pengganti Samuel Cukweze kemudian menjadi ancaman terbesar bagi lini belakang City.
Dalam tempo 6 menit. ia mencetak 2 gol, masing-masing pada menit ke-72 dan ke-78, yang membawa Fulham tiba-tiba mendekat hanya terpaut 1 gol. Gemuruh Craven Cottage pun akhirnya memuncak. Dukungan para supporter tuan rumah membara setiap kali Fulham menyerang dan City seolah kehilangan ketenangan yang sebelumnya mereka miliki.
Pada menit-menit terakhir, Fulham bahkan hampir menyamakan kedudukan ketika Joshua King melakukan cungkilan yang mengarah ke gawang kosong. Namun, Yusko Fardial melakukan penyelamatan heroik di garis gawang, menepis bola sebelum melewati garis dan menyelamatkan City dari kehilangan 2 poin yang nyaris pasti. Hingga Wasid meniup luit panjang, skor 5-4 tetap bertahan untuk kemenangan Manchester City.
Hasil ini, memastikan mereka tetap berada dalam persaingan ketat dengan Arsenal di puncak kelas men sementara Premier League. City, kini hanya berjarak 2 poin dari Arsenal, meskipun The Gunners masih memiliki 1 pertandingan lebih banyak. Kemenangan ini, membuat City terus menempel ketat dalam perburuan gelar.
Tetapi, juga memperlihatkan bahwa sektor pertahanan mereka masih memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh lawan. Bagi Fulham, kekalahan ini mungkin terasa mengecewakan. Tetapi, performa mereka di babak kedua menunjukkan kualitas dan determinasi tinggi.
Meskipun tertahan di posisi 15 dengan 17 poin dari 14 laga, semangat juang yang mereka tunjukkan bisa menjadi modal penting untuk menjaga jarak aman dari zona degradasi dan memperbaiki posisi di kelas men. Dari perspektif kolektif, pertandingan ini memperlihatkan betapa dinamisnya sepak bola. Dominasi Manchester City yang tampak mutlak di awal laga berubah drastis ketika Fulham menemukan momentum.
Hal ini, menjadi catatan penting bagi Guardiola untuk memperbaiki aspek konsentrasi dan koordinasi pertahanan, terutama ketika tim berada dalam posisi unggul jauh. Di sisi lain, Offensive City tetap memperlihatkan kualitas kelas atas dengan kontribusi gol dari Haalan, Foden, Reinders, dan tekanan konstan dari Jeremy Doku yang tak henti-hentinya menciptakan peluang.






