Lensa Bola – Pertandingan antara Newcastle United dan Tottenham Hotspur menghadirkan drama yang intense dan berakhir tanpa pemenang. Laga yang berlangsung di St. James Park pada Rabu Dini hari waktu Indonesia Barat itu menghasilkan skor imbang 2-2. Sebuah hasil yang meninggalkan rasa berbeda bagi kedua tim.

Newcastle yang tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri menurunkan kombinasi pemain seperti Joel Linton, Jacob Marpi, Harvey Barnes dan Nick Woltemate untuk membangun permainan agresif sejak menit awal. Mereka langsung mendominasi jalannya pertandingan terutama pada 15 menit pertama ketika 4 peluang berhasil diciptakan meski tidak satupun mengarah ke gawang. Dominasi ini menunjukkan intensitas tinggi yang mereka tampilkan untuk merebut poin penuh, terlebih setelah performa mereka dalam beberapa laga terakhir belum konsisten.

Sementara itu, Tottenham Hotspur datang dengan tekanan besar, menyusul tren negatif dalam 5 laga sebelumnya. Di bawah asuhan Thomas Frank yang baru menjalani musim debutnya, Spurs mencoba mengandalkan para pemain seperti Lucas Brekvall, Brennan Johnson, Mohamed Kudus dan penyerang Randall Kolomwani. Namun, penampilan mereka di babak pertama tidak terlalu meyakinkan.

Kesulitan membangun ritme permainan membuat peluang pertama mereka baru hadir di menit ke-36 melalui tembakan Lucas Brekvall yang masih melenceng dari sasaran. Minimnya kreatifitas dan koordinasi terlihat begitu jelas, sehingga membuat lini pertahanan Newcastle nyaris tidak teruji selama sebagian besar babak pertama. Memasuki babak kedua, atmosfer pertandingan kembali memanas.

Setelah terus menggempur pertahanan Tottenham, Newcastle akhirnya berhasil membuka keunggulan pada menit ke-71. Bruno Guimaraes yang menjadi salah satu pemain paling konsisten musim ini, mencetak gol melalui tembakan terukur setelah menerima umpan brilian dari Nick Woltemate. Gol tersebut disambut gemuruh luar biasa dari para supporter Newcastle yang merasa momentum kemenangan ada di depan mata.

Namun, Spurs tak tinggal diam. Dengan tekanan yang semakin menumpuk kepada mereka, Tottenham meningkatkan intensitas permainan dan akhirnya mampu menyemakan kedudukan pada menit ke-78. Christian Romero, back tengah yang dikenal agresif, sukses menanduk bola hasil skema bola mati dan membawa skor menjadi 1-1.

Respons cepat ini membuat permainan kembali hidup dan memaksa Newcastle untuk meningkatkan tempo dalam upaya merebut keunggulan kembali. Beberapa menit berselang, drama semakin memuncak. Newcastle mendapatkan hadiah penalti setelah Daniel Byrne dilanggar oleh Rodrigo Bentancur di kotak terlarang.

Wasit dengan tegas menunjuk titik putih dan Anthony Gordon yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-86. Gol ini mengembalikan keunggulan Newcastle menjadi 2-1 dan membuat atmosfer St. James Park kembali bergemuruh. Namun, pertandingan yang tampak hampir berakhir manis bagi tuan rumah berubah menjadi kekecewaan setelah Christian Romero mencetak gol keduanya pada masa injury time, tepatnya pada menit ke-90 plus 5. Gol tersebut tercipta melalui situasi sepak pojok yang dipenuhi kepadatan pemain.

Romero melepaskan tembakan salto yang mengenai Malik Tiau dan memantul masuk ke gawang, membuat skor menjadi 2-2. Suasana stadion yang sebelumnya penuh harapan seketika berubah menjadi hening. Tottenham berhasil mengamankan satu poin berharga dari sebuah laga yang tampak akan berakhir dengan kekalahan bagi mereka.

Selain Romero, keeper Guglielmo Vicario juga menjadi pahlawan Tottenham. Penampilannya yang solid, disertai beberapa penyelamatan krusial di garis gawang pada momen krusial, membuat Spurs tetap berada dalam pertandingan hingga detik-detik terakhir. Sementara itu, Newcastle harus menelan kekecewaan berat karena sebenarnya mereka tampil lebih baik sepanjang pertandingan.

The Magpies menciptakan lebih banyak peluang dan tampil lebih dominan dalam penguasaan bola. Namun, dua kali lengah pada situasi bola mati membuat mereka kehilangan kemenangan yang sudah hampir pasti berada di tangan. Bahkan, setelah fluid akhir ditutup, tensi pertandingan masih terasa ketika terjadi perdebatan panas antara Bruno Guimaraes dan Cristian Romero, mencerminkan betapa emosionalnya laga tersebut dari awal hingga akhir.

Dengan hasil imbang ini, posisi kedua tim di kelas men Liga Inggris tidak berubah signifikan. Newcastle tertahan di peringkat ke-13 dengan 19 poin dari 14 pertandingan, sedangkan Tottenham berada di posisi ke-11 dengan poin yang sama tetapi unggul dalam produktivitas gul. Bagi Spurs, meski berhasil mencuri poin di kandang lawan, tren tanpa kemenangan dalam lima laga beruntun masih menjadi masalah besar.

Hasil ini tidak sepenuhnya menghapus tekanan yang mengarah kepada pelatih Thomas Frank, yang kini berada dalam sorotan tajam dari publik, media hingga para pemainnya sendiri. Spurs sendiri saat ini tengah dilanda isu internal serius yang berpotensi memperburuk kondisi tim. Menurut laporan media Inggris Pertitasan dan Goal, sejumlah pemain Tottenham dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan terhadap Thomas Frank.

Gaya kepelatihan Frank dinilai terlalu berubah-ubah dan membingungkan. Ia disebut sering melakukan penyesuaian taktif pada menit-menit akhir menjelang pertandingan, bahkan terkadang merombaknya kembali di awal laga. Hal ini membuat para pemain merasa tidak memiliki kejelasan terkait peran dan tanggung jawab mereka di lapangan.

Kekalahan 5-3 Tottenham dari Paris Saint-Germain dalam melanjutan Liga Champions pekan lalu, disebut menjadi momen paling jelas ketika strategi yang berubah mendadak menyebabkan kekacauan dalam organisasi permainan Spurs. Beberapa pemain senior dikabarkan frustasi dengan instruksi yang diberikan Frank, yang dinilai tidak konsisten dan tidak sesuai dengan situasi di lapangan. Meskipun masih ada sejumlah pemain yang mendukung Frank, tekanan sudah terlanjur menguat.

Jika performa Tottenham tidak segera membaik dalam waktu dekat, resiko kehilangan kepercayaan ruang ganti akan semakin besar. Situasi ini berbahaya, mengingat Liga Inggris dikenal sangat cepat dalam mengambil keputusan terhadap manajer yang tampil buruk, terlebih jika tim memiliki target tinggi seperti Tottenham. Dengan jadwal padat yang menanti di bulan Desember, Frank berada dalam posisi yang sangat genting.

Satu kemenangan mungkin bisa meredakan atmosfer negatif di internal tim. Namun, jika hasil buruk kembali muncul, tidak menutup kemungkinan manajemen Spurs akan kembali mengambil langkah ekstrim. Bagi Newcastle, hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan tidak selalu berujung pada kemenangan jika konsentrasi tidak dijaga hingga akhir pertandingan.

Mereka memiliki cukup banyak peluang untuk mengunci hasil dan bahkan berpotensi unggul lebih jauh. Namun, ketidakmampuan memaksimalkan peluang serta kelengahan pada bola mati harus segera dibenahi jika ingin menembus papan tengah atau bersaing memperbutkan posisi Eropa.

lion mesdon
Desember 12, 2025
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *