Lensa Bola – Chelsea harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas klub promosi Leeds United pada pekan ke-14 Liga Inggris. Bermain pada kamis dini hari waktu Indonesia Barat, tim Asuhan Enzo Maresca dipermalukan tuan rumah dengan skor 1-3. Pelatih Daniel Vard menurunkan pemain seperti Jayden Bolge, Lucas Nmeka, Dominic Calvert-Lewin, Autanaka hingga bek keturunan Indonesia Pascal Struijk yang menjadi pilar penting di lini pertahanan.

Hasilnya, sejak peluit awal dibunyikan, Leeds United yang berada di zona merah langsung tampil agresif dengan menerapkan pressing tinggi untuk menekan aliran bola Chelsea. Dukungan penuh publik Elan Rood turut membakar semangat para pemain. Strategi tekanan ketat ini sukses membuat Chelsea kesulitan mengembangkan permainan mereka secara nyaman.

Baru 6 menit pertandingan berjalan, gawang Chelsea sudah kebobolan. Berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Anton Stets dengan presisi, Jacob Bijol berhasil lepas dari pengawalan dan menyundul bola dengan keras ke dalam gawang tanpa mampu diantisipasi oleh Robert Sanchez. Gol cepat tersebut langsung mengubah dinamika pertandingan.

Leeds United semakin percaya diri, sementara Chelsea terlihat terkejut dan harus segera beradaptasi dengan tekanan intensi yang diberikan tuan rumah. Tertinggal satu gol membuat Chelsea berusaha mengambil alih penguasaan bola. Namun, dominasi tersebut tidak diiringi dengan efektivitas serangan.

Pressing kolektif pemain Leeds United membuat lini tengah Chelsea kesulitan membangun serangan yang terstruktur. Enzo Fernandes dan rekan-rekannya kerap kehilangan bola di area berbahaya, sementara para pemain sayap Chelsea juga tidak leluhasa bergerak karena terus mendapatkan pengawalan ketat. Peluang pertama Chelsea baru tercipta pada menit ke-27 melalui sepakan Estevao.

Namun, bola masih melenceng dari sasaran. Beberapa menit kemudian, Enzo Fernandes mencoba peruntungan dari luar kotak penalti. Tetapi, tembakannya berhasil diblock oleh barisan pertahanan Leeds United yang tampil disiplin.

Di sisi lain, Leeds United tidak hanya bertahan dengan rapat, tetapi juga mengandalkan permainan direct ke depan dengan memanfaatkan kecepatan serta kekuatan fisik Dominic Calvert-Lewin sebagai target man. Berkali-kali, Chelsea kehilangan bola akibat kesalahan sendiri yang dipaksa oleh tekanan intens para pemain tuan rumah. Frustasi mulai tampak jelas di kubu Chelsea.

Estevao melakukan pelanggaran yang tidak perlu pada menit ke-39 dan harus menerima kartu kuning. Pelanggaran tersebut mencerminkan bagaimana para pemain Chelsea kesulitan menjaga emosi dan ritme permainan. Saat Chelsea berusaha bangkit untuk menyemakan kedudukan sebelum turun minum, justru Leeds United kembali memberikan pukulan telak.

Pada menit ke-4-3, Autanaka melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke arah gawang dan gagal dibendung oleh Robert Sanchez. Goal ini membuat skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan Leeds. Memasuki babak kedua, Enzo Maresca segera melakukan perubahan untuk menghidupkan kembali permainan timnya.

Estevao dan Benoit Badiasil ditarik keluar dan digantikan oleh Pedro Neto serta Malo Gusto guna menambah kreatifitas serta kecepatan serangan dari sisi sayap. Keputusan ini terbukti memberikan dampak instan. Baru lima menit babak kedua berjalan, Chelsea berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol dari Pedro Neto.

Winger asal Portugal tersebut memanfaatkan umpan silang akurat dari Jamie Gittens dan menyelesaikannya dengan tembakan keras yang tak mampu dihentikan oleh Kieper Leeds. Skor berubah menjadi 2-1 dan harapan Chelsea untuk bangkit pun kembali terbuka. Momentum pertandingan sempat beralih ke pihak tim tamu dengan Chelsea lebih dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan.

Meski demikian, Leeds United tetap bermain dengan disiplin tinggi dan tidak panik menghadapi tekanan. Lini pertahanan yang dikawal Pascal Struik dan rekan-rekannya mampu mematahkan banyak upaya serangan Chelsea. Maresca kembali mencoba perjudian taktis pada menit ke-6-9 dengan memasukkan Cool Palmer dan Alejandro Garnacho untuk menggantikan Liam Delap dan Jamie Gittens.

Masuknya dua pemain kreatif ini sempat memberikan ancaman nyata terutama lewat kombinasi umpan 1-2 di sisi kiri pertahanan Leeds. Salah satu peluang terbaik Chelsea tercipta dari kerjasama Garnacho dan Palmer. Tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal berbuah gol penyama kedudukan.

Saat Chelsea tengah berupaya keras menyemakan skor, justru kesalahan fatal kembali muncul di lini belakang mereka. Pada menit ke-7-2, sebuah ancaman backpass yang buruk dari Tosin ke arah Robert Sanchez berhasil dibaca dengan sangat baik oleh Dominic Calvert-Lewin. Dengan refleks cepat, penyerang Leeds tersebut merebut bola dengan tenang, menceploskannya ke gawang yang sudah kosong.

Gol ini membuat skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Leeds. Kesalahan koordinasi di lini pertahanan kembali menjadi sorotan tajam, sekaligus menegaskan rapuhnya sektor belakang Chelsea dalam laga ini. Bagi Calvert-Lewin, gol tersebut menjadi bukti betapa efektifnya ia dalam memanfaatkan peluang sekecil apapun.

Gol ke-3 Leeds seolah mematahkan mental para pemain Chelsea. Sisa waktu pertandingan dihabiskan dengan upaya Chelsea yang tetap menyerang, namun sudah kehilangan ketenangan dan ketajaman di sepertiga akhir lapangan. Sementara itu, Leeds United tampil semakin percaya diri, memainkan tempo dengan lebih cermat, serta menutup setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh lawan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-1 untuk keunggulan Leeds United tetap bertahan dan disambut dengan sorak-sorak yang meriah dari para pendukung tuan rumah yang memadati Elan Rood. Kekalahan ini menjadi alarm keras bagi Enzo Maresca yang harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa timnya, khususnya di lini pertahanan. Koordinasi antar pemain belakang, kesalahan individu, serta kesulitan menghadapi tekanan tinggi lawan menjadi pekerjaan rumah besar yang tidak bisa diabaikan.

Chelsea masih harus menghadapi rangkaian laga berat dalam waktu dekat, termasuk kunjungan ke markas Bournemouth dan pertandingan penting Liga Champions melawan Atalanta. Jika masalah lini belakang tidak segera diperbaiki, peluang Chelsea untuk bersaing di papan atas dan menjaga konsistensi performa akan semakin terancam. Meski demikian, terdapat sedikit sisi positif dari laga ini, yaitu kontribusi instan Pedro Neto yang langsung mencetak gol,  serta kembalinya Cool Palmer dari Chadra, meskipun belum mampu mengubah hasil akhir pertandingan.

Bagi Leeds United, kemenangan ini menjadi lebih dari sekedar tambahan 3 poin. Hasil ini mengakhiri tren negatif mereka dan sekaligus memberikan suntikan kepercayaan diri yang sangat besar dalam perjuangan keluar dari zona degradasi. Tambahan 3 poin dari kemenangan atas Chelsea membuat Leeds naik ke posisi 17 klasmen sementara dengan koleksi 14 poin dari 14 pertandingan.

Sebuah capaian yang sangat berarti di tengah ketatnya persaingan papan bawah. Daniel Ferg patut mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya meramus strategi yang tepat untuk menghadapi tim sekelas Chelsea. Disiplin bertahan, efektivitas memanfaatkan peluang,serta keberanian menerapkan pressing tinggi menjadi kunci sukses Dwight dalam laga ini.

Di sisi lain, Chelsea masih tertahan di peringkat keempat klasmen dengan raihan 24 poin dari 14 pertandingan. Posisi tersebut memang masih berada di zona Liga Champions, namun persaingan di papan atas semakin ketat dan tidak memberi ruang bagi tim untuk terus-menerus kehilangan poin.

lion mesdon
Desember 13, 2025
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *