Lensa Bola – Liverpool kembali menegaskan kebangkitannya dengan meraih kemenangan ketiga secara beruntun di semua ajang kompetisi setelah menundukan Tottenham Hotspur dengan skor 21 di London. Hasil ini menjadi sinyal positif bagi The Reds yang perlahan menemukan kembali konsistensi permainan mereka di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris musim ini. Sejak awal pertandingan, Liverpool tampil dominan dengan penguasaan bola yang lebih baik, memaksa tuan rumah kesulitan membangun serangan secara rapi.

Dukungan lini tengah yang solid membuat Liverpool mampu menekan sejak menit awal, bahkan hampir membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui sundulan Virgil van Dijk yang menyambut tendangan bebas Dominic Szoboszlai. Meski peluang tersebut masih melayang tipis di atas Mister Gawang. Tottenham mencoba merespon lewat skema serangan balik cepat, dan kesempatan terbaik mereka di babak pertama hadir di menit ke-27 ketika Randall Kolomwani menyundul umpan silang Mohamed Kudus.

Namun, Ellison Becker kembali menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan penting. Situasi pertandingan berubah drastis pada menit ke-30 saat Tottenham harus kehilangan Xavi Simons yang diganjar kartu merah usai melakukan tackle terlambat dan berbahaya terhadap Virgil van Dijk. Keputusan tersebut diambil oleh Wasid Johnbrook setelah meninjau VAR.

Skor kacamata bertahan hingga turun minum, meskipun Liverpool jelas unggul dari segi kontrol permainan dan jumlah peluang. Memasuki babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas serangan dengan memasukkan Alexander Isaac yang langsung memberi dampak signifikan pada dinamika lini depan. Pergerakan Isaac membuat serangan Liverpool lebih cair dan sulit diantisipasi, hingga akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-5-6 melalui gol Isaac yang memanfaatkan umpan terobosan akurat dari Wirtz.

Sayangnya, kebahagiaan Liverpool sedikit tercoreng karena Isaac harus ditarik keluar hanya beberapa menit kemudian akibat cedera yang dialaminya dalam proses mencetak gol. Meski kehilangan Isaac, Liverpool tetap menjaga kontrol permainan dan bahkan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-6-4 melalui Hugo Ekitike. Penyerah asal Prancis tersebut kembali menunjukkan performa impresifnya dengan menyundul umpan silang Jeremy Frimpong.

Bola sempat membentur tiang sebelum akhirnya masuk ke gawang, menandai gol ke-5-nya dalam tiga pertandingan terakhir dan menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling produktif Liverpool saat ini. Tottenham sebenarnya nyaris memperkecil ketertinggalan di menit yang sama ketika sepakan Colomboani dari sisi kanan membentur Milos Kerkes dan berubah arah hingga menghantam Mister Gawang. Unggul dua gol membuat The Red sedikit menurunkan tempo permainan dan lebih fokus menjaga keseimbangan lini.

Namun, Tottenham baru mampu mencetak gol balasan pada menit ke-3-8 lewat Rickarlison yang memanfaatkan bola liar di depan gawang. Gol tersebut sempat membangkitkan harapan tuan rumah. Terlebih, mereka terus menekan di sisa waktu pertandingan.

Namun, Liverpool menunjukkan kedewasaan dalam bertahan. Dalam upaya mengejar ketertinggalan, Tottenham justru kembali kehilangan pemain setelah kapten mereka Christian Romero menerima kartu kuning kedua akibat melanggar Konate. Hal itu membuat situasi semakin sulit bagi tim tuan rumah.

Tekanan Tottenham berlanjut hingga 10 menit masa injury time. Tetapi, disiplin pertahanan Liverpool memastikan keunggulan 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tambahan tiga poin ini membawa Liverpool naik ke posisi kelima kelasmen sementara Liga Inggris.

Dengan koleksi 29 poin dari 17 pertandingan, hanya kalah selisih gol dari Chelsea di posisi keempat. Di luar performa impresif di lapangan, Liverpool juga mendapatkan kabar positif terkait situasi internal tim. Khususnya mengenai Mohamed Salah.

Winger berusia 33 tahun tersebut sebelumnya sempat memicu kontroversi setelah mengeluarkan pernyataan yang menyiratkan ketidakpuasanya terhadap kondisi tim dan hubungannya dengan manajer Arneslot. Bahkan, merasa dijadikan kambing hitam atas performa buruk Liverpool dan mengisyaratkan kemungkinan hengkang dari Anfield. Pernyataan tersebut menimbulkan polemik di internal klub, memancing reaksi dari penggemar dan sejumlah legenda Liverpool yang menyesalkan sikap sang pemain.

Namun, situasi tersebut perlahan meredah setelah Salah menyadari dampak dari ucapannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada rekan-rekan satu timnya. Hal ini dikonfirmasi oleh Curtis Jones, yang menyatakan bahwa Salah secara terbuka meminta maaf jika kata-katanya sempat mempengaruhi atau membuat rekan satu tim merasa tidak nyaman. Jones menegaskan bahwa seluruh pemain Liverpool tetap mendukung Salah dan memahami bahwa luapan emosinya berasal dari niat baik serta keinginan besar untuk membawa tim kembali ke jalur kemenangan.

Sikap dewasa yang ditunjukkan Salah setelah kontroversi tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan ruang ganti, terutama di tengah fase krusial musim ini. Secara keseluruhan, Liverpool kini berada dalam tren yang menjanjikan, dengan catatan 2 kemenangan dan 3 hasil imbang dalam 5 pertandingan terakhir, sebuah modal penting untuk terus bersaing di papan atas Liga Inggris. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan di lapangan, sekaligus stabilitas internal tim, Liverpool memiliki peluang besar untuk kembali terlibat serius dalam perburuan gelar hingga akhir musim.

lion mesdon
Januari 15, 2026
Tags: , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *