Lensa Bola – Bek Timnas Indonesia Elkan Bagot kembali menghadapi fase krusial dalam perjalanan karir profesionalnya bersama dengan klub Inggris Ipsiston. Setelah hingga memasuki paruh pertama musim 2025-2026, ia belum juga mendapatkan kesempatan tampil di level tim senior. Kondisi ini membuat opsi peminjaman kembali mencuat sebagai solusi yang paling realistis, sekaligus berpotensi menjadi peminjaman ke-6 bagi pemain bertinggi hampir 2 meter tersebut sejak resmi menandatangani kontrak profesional dengan Ipsiston pada 2020.

Elkan Bagot merupakan produk Akademi Ipsiston yang telah bergabung sejak 2019 dan sempat diproyeksikan sebagai salah satu prospek masa depan klub, terutama karena keunggulan fisik, kemampuan duel udara, serta pengalaman internasionalnya bersama dengan Tim Nash Indonesia. Namun, perjalanan karirnya bersama dengan klub berjuluk The Tractor Boys itu tidak berjalan mulus karena hingga kini ia belum mampu menembus persaingan ketat di lini belakang tim utama secara konsisten. Pada musim 2025-2026, Ipsiston sebenarnya memasukkan Bagot ke dalam squad senior dengan harapan ia bisa menjadi bagian dari rotasi.

Tetapi kenyataannya, hingga menjelang akhir paruh pertama musim, namanya belum pernah tercatat tampil dalam pertandingan resmi tim utama baik di kompetisi liga maupun turnamen domestik. Pelatih Ipsiston, Kieran McKenna, secara terbuka menjelaskan bahwa minimnya kesempatan bermain yang didapatkan Elkan Bagot bukan semata-mata karena faktor kualitas individu melainkan disebabkan oleh kondisi squad yang relatif stabil sepanjang awal musim. Ipswich Town nyaris tidak mengalami krisis cadera sehingga McKenna merasa tidak perlu melakukan banyak rotasi pemain dan lebih memilih mempertahankan susunan tim yang sudah berjalan dengan baik.

Situasi ini membuat sejumlah pemain pelapis termasuk Elkan Bagot dan Cameron Humphries harus lebih sering duduk di bangku cadangan tanpa kesempatan unjuk gigi. McKenna bahkan menyebut keduanya sebagai pemain yang sangat tidak beruntung karena dalam kondisi normal, rotasi biasanya terjadi ketika beberapa pemain utama absen. Tetapi musim ini, sebagian besar pemain Ipsiston selalu berada dalam kondisi siap bermain.

Dengan hanya membawa sekitar 22 pemain inti sepanjang musim dan hampir seluruhnya tersedia setiap pekan, ruang bagi pemain muda atau pelapis menjadi sangat terbatas. Menyadari kondisi tersebut, McKenna membuka peluang untuk meminjamkan Elkan Bagot dan Humphries pada bursa transfer musim dingin Januari 2026 demi memastikan perkembangan karir mereka tidak terhambat. Menurut McKenna, meski keduanya tidak lagi bisa dikategorikan sebagai pemain akademi, mereka tetap merupakan aset penting di klub yang harus dijaga nilainya.

Dan cara terbaik untuk itu adalah dengan memberikan mereka menit bermain reguler di klub lain. Bagi Elkan Bagot, peminjaman bukanlah hal baru, karena sejak bergabung dengan Ipswich Town, ia telah menjalani 5 kali masa peminjaman ke klub yang berbeda. Peminjaman pertama terjadi pada 2021 bersama dengan Kingsling Town, di mana ia mulai merasakan kerasnya sepak bola senior Inggris.

Pada musim 2022-2023, ia melanjutkan peminjaman ke Gillingham. Kemudian pada 2023 memperkuat Shelton Hamptown sebelum kembali dipinjamkan ke Bristol Rovers. Peminjaman kelima berlangsung pada 2024 ketika ia membela Blackpool yang memberinya pengalaman bermain di level kompetisi yang cukup kompetitif.

Serangkaian peminjaman tersebut membuat Bagot memiliki jam terbang yang relatif baik, tetapi ironisnya belum cukup untuk mengamankan tempat reguler di Ipsiston. Musim ini, kontribusinya baru sebatas membela tim Ipswich Town U21 di kompetisi Premier League 2 dan Premier League Cup, di mana ia telah mencatatkan 3 penampilan di Premier League 2 dan 2 laga di Premier League Cup. Di level U21, performa Elkan Bagot sebenarnya cukup menjanjikan.

Bahkan, ia sempat mencetak gol dalam kemenangan 3-0 Ipswich Town U21 atas Shelton Athletic U21, yang menunjukkan bahwa ia masih memiliki naluri mencetak gol dan kontribusi positif sebagai back tengah. Namun, jarak antara tim U21 dan tim senior tetap menjadi tantangan besar yang belum berhasil ia lewati musim ini. Catatan terakhir Elkan Bagot mencetak gol untuk tim utama Ipswich Town terjadi pada Ajang Karabokap 2023, saat Ipswich Town harus mengakui keunggulan full-time dengan skor 1-3, yang hingga kini masih menjadi salah satu momen langka keterlibatannya bersama dengan squad senior.

Di luar level klub, perjalanan Elkan Bagot bersama timnas Indonesia juga mengalami dinamika yang cukup signifikan. Setelah sempat menjadi andalan di lini belakang squad Garuda, ia perlahan tersisih pada era kepelatian Shin Tae Yong dan tidak lagi menjadi pilihan utama dalam beberapa agenda penting tim nasional. Situasinya semakin rumit ketika ia mangkir dari pemanggilan timnas Indonesia U23 yang berdampak pada posisinya di mata federasi dan staf pelatih saat itu.

Pas keberakhirnya era STY, timnas Indonesia sempat memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert. Tetapi, Elkan Bagot pun juga belum kembali mendapatkan panggilan. Penampilan terakhirnya bersama dengan timnas Indonesia tercatat pada ajang Piala Asia 2024 yang menjadi titik terakhir kontribusinya untuk squad Garuda sejauh ini.

Meski demikian, peluang Elkan Bagot untuk kembali mengenakan seraga merah putih belum sepenuhnya tertutup, terutama di tengah revolusi kepelatian dan pendekatan baru dalam tim nasional yang membuka kemungkinan evaluasi ulang terhadap pemain-pemain yang sebelumnya tersisih. Namun, syarat utama untuk kembali menarik perhatian tim pelatih timnas hampir pasti adalah mendapatkan menit bermain reguler di level klub, sesuatu yang saat ini belum ia miliki. Dari sisi kontrak, Elkan Bagot masih terikat cukup panjang dengan Ipswich Town hingga musim panas 2028 yang menunjukkan bahwa klub sebenarnya masih melihat potensi jangka panjang dalam dirinya.

Oleh karena itu, opsi peminjaman ke-6 lebih dipandang sebagai langkah strategis untuk pengembangan pemain, bukan sebagai indikasi bahwa detraktor West ingin melepasnya secara permanen. Bursa transfer Januari 2026 pun menjadi momen yang sangat menentukan bagi Elkan Bagot karena keputusannya apakah ia akan kembali dipinjamkan atau tetap bertahan akan sangat mempengaruhi arah karirnya ke depan. Jika kembali dipinjamkan, tantangan berikutnya adalah menemukan klub yang tepat, yang mampu memberinya kepercayaan bermain secara konsisten dan di level kompetisi yang sesuai dengan tahap perkembangan karirnya saat ini.

Pada akhirnya, Elkan Bagot mencerminkan realitas keras sepak bola profesional di Eropa, di mana bakat dan potensi saja tidak selalu cukup tanpa momentum dan kesempatan yang tepat. Dengan usia yang masih 23 tahun, karirnya sejatinya masih panjang dan penuh dengan kemungkinan. Tetapi, tanpa jam terbang yang memadai, potensi tersebut beresiko stagnan.

lion mesdon
Januari 21, 2026
Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *