Xavi Hernández resmi mendapatkan pekerjaan baru. Mantan pelatih Barcelona tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda untuk menggantikan Ronald Koeman. Kehadiran Xavi membuka peluang lahirnya gaya permainan baru di tubuh Oranje, dengan sepak bola menyerang dan penguasaan bola menjadi salah satu ciri yang sangat identik dengan sang legenda Barcelona.

Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) mengonfirmasi penunjukan Xavi sebagai pelatih baru Timnas Belanda. Pelatih asal Spanyol berusia 46 tahun itu mendapatkan kontrak hingga Piala Dunia 2030.

Penunjukan tersebut menjadi langkah besar bagi Xavi karena untuk pertama kalinya dalam karier kepelatihannya ia akan menangani sebuah tim nasional. Sebelumnya, Xavi lebih banyak bekerja di level klub bersama Al Sadd dan Barcelona.

Xavi Resmi Gantikan Ronald Koeman

Xavi ditunjuk setelah Ronald Koeman meninggalkan kursi pelatih Timnas Belanda seusai Piala Dunia 2026. Di bawah Koeman, Belanda mencapai semifinal Euro 2024 sebelum perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti.

Bagi Belanda, kedatangan Xavi juga menjadi sebuah keputusan bersejarah. Reuters melaporkan bahwa Xavi menjadi pelatih asing pertama Belanda sejak Ernst Happel dari Austria menangani Oranje pada 1978.

Dengan kontrak hingga 2030, Xavi mendapatkan waktu yang cukup panjang untuk membangun fondasi baru Timnas Belanda.

Tiki-Taka ala Barcelona Siap Dibawa ke Oranje?

Nama Xavi tentu langsung dikaitkan dengan tiki-taka dan sepak bola berbasis penguasaan bola. Semasa menjadi pemain Barcelona, Xavi merupakan salah satu pusat permainan tim yang mengandalkan sirkulasi bola, pergerakan tanpa bola, serta kemampuan mengontrol tempo pertandingan.

Menariknya, Xavi sendiri memberikan gambaran mengenai sepak bola yang ingin ia tampilkan bersama Belanda.

Dalam pernyataannya yang dikutip The Guardian, Xavi menyebut dirinya tertarik dengan visi sepak bola Belanda yang mengedepankan permainan menyerang, penguasaan bola, kreativitas, gairah, dan keyakinan.

Hal tersebut membuat kedatangannya terasa sangat cocok dengan identitas sepak bola Belanda.

Meski begitu, penting dicatat bahwa KNVB belum menyatakan secara resmi bahwa Xavi akan menerapkan tiki-taka Barcelona secara utuh. Istilah tersebut lebih tepat digunakan untuk menggambarkan filosofi permainan yang selama ini melekat pada Xavi, khususnya sepak bola berbasis penguasaan bola.

Filosofi Xavi Punya Hubungan dengan Sepak Bola Belanda

Ada alasan khusus mengapa Xavi merasa memiliki kedekatan dengan sepak bola Belanda.

Dalam pernyataannya, Xavi menjelaskan bahwa pendidikan sepak bolanya di akademi Barcelona sangat dipengaruhi oleh tokoh seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels. Ia bahkan menyebut dirinya seperti “anak” dari sepak bola Belanda.

Hubungan tersebut menarik karena Cruyff sendiri merupakan salah satu tokoh terbesar yang menghubungkan filosofi sepak bola Belanda dengan Barcelona.

Karena itu, kedatangan Xavi bukan sekadar membawa pelatih asal Spanyol ke Belanda. Ada kemungkinan terjadi pertemuan dua filosofi besar: Total Football Belanda dan permainan penguasaan bola ala Barcelona.

Oranje Bisa Mendapat Wajah Baru

Tugas Xavi tentu tidak mudah. Ia harus membangun tim nasional yang memiliki karakter kuat sekaligus mampu bersaing di turnamen besar.

Berbeda dengan klub, Xavi tidak bisa bekerja setiap hari bersama pemain Timnas Belanda. Ia harus memanfaatkan periode jeda internasional untuk memperkenalkan sistem permainan dan membangun pemahaman antarpemain.

Namun, kontrak jangka panjang hingga Piala Dunia 2030 memberikan kesempatan kepada Xavi untuk melakukan proses tersebut secara bertahap.

Belanda juga memiliki fondasi pemain yang menarik untuk dikembangkan. Tantangan Xavi adalah menemukan kombinasi terbaik antara pemain berpengalaman dan generasi baru Oranje.

Debut Xavi Bersama Belanda Langsung Berat

Xavi tidak perlu menunggu lama untuk menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Timnas Belanda.

Reuters melaporkan bahwa pertandingan debut Xavi akan berlangsung menghadapi Jerman pada 24 September 2026 di UEFA Nations League.

Laga tersebut bisa menjadi ujian awal yang menarik. Jerman merupakan salah satu lawan kuat di Eropa, sehingga publik dapat langsung melihat seperti apa pendekatan Xavi terhadap Timnas Belanda.

Apakah Oranje akan langsung tampil dominan dengan penguasaan bola?

Atau Xavi akan melakukan penyesuaian karena karakter sepak bola internasional berbeda dengan kompetisi klub?

Jawabannya baru akan terlihat ketika Xavi mulai memimpin pertandingan.

Era Baru Oranje Dimulai

Penunjukan Xavi Hernández menandai dimulainya era baru Timnas Belanda. Ia bukan hanya membawa pengalaman sebagai mantan pemain dan pelatih Barcelona, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan filosofi sepak bola yang berkembang dari Belanda ke Catalunya.

Tiki-taka mungkin belum tentu menjadi istilah resmi untuk menggambarkan permainan Oranje di bawah Xavi. Namun, jika melihat filosofi yang disampaikan sang pelatih—sepak bola menyerang, penguasaan bola, kreativitas, dan keberanian—penggemar Belanda punya alasan untuk menantikan perubahan besar.

Kini pertanyaannya tinggal satu: bisakah Xavi menggabungkan tiki-taka ala Barcelona dengan Total Football khas Belanda dan membawa Oranje kembali menjadi kekuatan utama Eropa?

Jawabannya akan mulai terlihat saat Xavi menjalani debutnya melawan Jerman pada September mendatang.

lensabola
Agustus 13, 2026
Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *