Delegasi asosiasi sepak bola mengikuti pertemuan resmi UEFA di sebuah ruang konferensi di Berlin

BERLIN – UEFA mendorong perubahan besar dalam tata kelola FIFA setelah menggelar pertemuan bersama presiden dan sekretaris jenderal 55 asosiasi sepak bola nasional anggotanya di Berlin, Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, UEFA menyatakan asosiasi-asosiasi Eropa telah menyepakati arah reformasi FIFA, dengan pengecualian Asosiasi Federasi Sepak Bola Azerbaijan.

Pertemuan itu juga menjadi panggung bagi Aleksander Čeferin untuk menyampaikan rencana politiknya di tubuh UEFA. Presiden UEFA tersebut menyatakan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan terakhir pada Kongres UEFA yang dijadwalkan berlangsung di Astana, Kazakhstan, 22 April 2027.

Agenda reformasi FIFA yang dibahas mencakup pembagian kewenangan yang lebih tegas di antara berbagai organ organisasi, penguatan independensi badan-badan pengawasan, serta perubahan dalam mekanisme pengambilan keputusan terkait kalender pertandingan internasional dan kompetisi FIFA.

UEFA Bahas Arah Baru Tata Kelola FIFA

Menurut agenda yang disampaikan UEFA, salah satu pokok utama reformasi adalah memperjelas batas kewenangan antara Kongres, Dewan, Biro, Presiden, dan Sekretaris Jenderal FIFA. Pembagian tersebut dinilai penting agar setiap organ memiliki fungsi dan tanggung jawab yang lebih terukur dalam menjalankan organisasi sepak bola dunia.

Usulan itu juga menempatkan penguatan Biro dan Dewan FIFA sebagai bagian penting dari perubahan tata kelola. UEFA mendorong agar kedua organ tersebut memiliki peran yang lebih kuat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kewenangan tidak terlalu terpusat pada fungsi eksekutif tertentu.

Dalam pembahasan yang sama, UEFA menekankan pentingnya perlindungan terhadap independensi badan etik, disiplin, audit, dan kepatuhan FIFA. Badan-badan tersebut diusulkan memiliki jarak yang memadai dari intervensi eksekutif maupun presiden.

Rencana tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat pengawasan internal FIFA. UEFA ingin mekanisme etik, disiplin, audit, dan kepatuhan dapat menjalankan tugasnya secara independen, termasuk ketika menangani persoalan yang menyangkut kepentingan organisasi atau pejabat sepak bola.

Perubahan Kalender Tidak Boleh Sepihak

UEFA juga mengusulkan aturan yang mencegah perubahan sepihak terhadap kalender pertandingan internasional dan kompetisi FIFA. Dalam arah reformasi yang disepakati asosiasi-asosiasi Eropa, keputusan mengenai kalender dan kompetisi perlu melalui mekanisme yang lebih terbuka serta melibatkan organ terkait.

Usulan ini menempatkan proses konsultasi dan pembagian kewenangan sebagai bagian dari tata kelola yang lebih seimbang. UEFA tidak hanya menyoroti siapa yang berwenang mengambil keputusan, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut dibuat dan diterapkan kepada asosiasi anggota.

Meski demikian, pertemuan di Berlin belum menjadi keputusan final FIFA. UEFA menyatakan diskusi mengenai reformasi dan kepemimpinan FIFA masih akan berlanjut. Pertemuan lanjutan asosiasi anggota UEFA dijadwalkan berlangsung sebelum 17 November 2026.

Usulan Transparansi Cadangan Keuangan FIFA

Aspek finansial juga masuk dalam agenda reformasi. UEFA mengusulkan kebijakan yang lebih transparan terkait tingkat, investasi, dan penggunaan cadangan keuangan FIFA.

Melalui usulan tersebut, UEFA mendorong agar informasi mengenai cadangan FIFA dapat dikelola dan disampaikan dengan kerangka yang lebih jelas. Transparansi itu mencakup besaran cadangan, cara dana tersebut diinvestasikan, serta penggunaan dana untuk mendukung anggota dan program sepak bola.

UEFA juga mengusulkan tambahan pendanaan minimal 10 juta dolar AS bagi setiap asosiasi anggota yang memenuhi syarat. Dana tersebut diharapkan diberikan di luar alokasi yang sudah tersedia melalui program FIFA Forward.

Usulan pendanaan tambahan itu menjadi bagian dari agenda reformasi yang menghubungkan tata kelola dengan distribusi sumber daya. Namun, rincian mengenai mekanisme penyaluran, kriteria kelayakan, dan waktu pelaksanaannya belum dijelaskan lebih lanjut dalam hasil pertemuan tersebut.

Čeferin Siap Maju untuk Periode Terakhir

Selain membahas reformasi FIFA, pertemuan UEFA di Berlin menegaskan rencana Aleksander Čeferin untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden UEFA. Čeferin menyatakan akan maju untuk masa jabatan terakhir pada Kongres UEFA di Astana, Kazakhstan, pada 22 April 2027.

Pencalonan tersebut akan diproses melalui agenda kongres UEFA. Hingga pertemuan di Berlin, informasi yang disampaikan hanya menyebutkan kesiapan Čeferin untuk maju kembali dan statusnya sebagai periode terakhir. Belum ada rincian mengenai kandidat lain atau dinamika pemilihan yang akan berlangsung.

Rencana tersebut membuat pembahasan mengenai kepemimpinan UEFA berjalan beriringan dengan agenda perubahan FIFA. UEFA menyatakan diskusi terkait kedua isu itu akan diteruskan dalam pertemuan asosiasi anggotanya sebelum 17 November 2026.

Langkah Berikutnya Menunggu Pembahasan Lanjutan

Hasil pertemuan Berlin menunjukkan adanya kesamaan arah di antara mayoritas asosiasi anggota UEFA mengenai reformasi tata kelola FIFA. Namun, posisi Asosiasi Federasi Sepak Bola Azerbaijan disebut menjadi pengecualian dalam kesepakatan arah perubahan tersebut.

Usulan yang dibawa UEFA mencakup berbagai lapisan, mulai dari struktur kewenangan, independensi badan pengawasan, proses perubahan kalender, hingga transparansi cadangan keuangan dan dukungan pendanaan untuk asosiasi anggota. Keseluruhan agenda itu masih berada dalam tahap pembahasan dan belum menjadi perubahan resmi dalam tata kelola FIFA.

Pertemuan lanjutan sebelum 17 November 2026 akan menjadi kesempatan bagi asosiasi-asosiasi UEFA untuk membahas kembali detail reformasi dan kepemimpinan organisasi sepak bola dunia. Setelah itu, perkembangan mengenai usulan tersebut akan menentukan langkah berikutnya dalam proses pembahasan di tingkat FIFA.

Untuk saat ini, dua perkembangan utama dari Berlin adalah dorongan UEFA terhadap reformasi FIFA dan keputusan Aleksander Čeferin untuk bersiap maju dalam pemilihan Presiden UEFA periode terakhir pada Kongres di Astana, April 2027.

lensabola
Oktober 10, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *