Lensa Bola – Pemain muda Thailand Erawan Garnier, resmi memulai babak baru dalam perjalanan karir profesionalnya setelah menandatangani kontrak hingga tahun 2027 bersama dengan klub ligang Perancis Air Challenge. Transfer ini menandai lompatan signifikan bagi pemain berusia 19 tahun tersebut yang sebelumnya menimba pengalaman di Akademi Olimpik Lyonais. Dalam rilis resmi klub, Air Challenge menyampaikan rasa antusias menyambut kedatangannya dan menyebut bahwa mereka sudah lama memantau perkembangan sang pemain.

Direktur olahraga lens Gianluis Leka menjelaskan bahwa Erawan adalah talenta muda dengan kemampuan teknis dan visi permainan yang mengesankan, kualitas yang dianggap sesuai dengan identitas permainan lens. Fleksibilitasnya di sektor sayap membuatnya semakin bernilai karena selain mahir bermain sebagai sayap kanan, ia juga dapat tampil efektif di sayap kiri maupun gelandang kanan. Pada tahap awal, Erawan memang akan ditempatkan di tim BR Challenge yang menjadi wadah bagi para pemain muda berbakat untuk berkembang.

Namun, Leka menekankan bahwa peluang tampil bersama tim utama selalu terbuka lebar. Jika performanya konsisten dan ia mampu menunjukkan kualitas dalam latihan maupun pertandingan, tak menutup kemungkinan ia segera dipercaya tampil di kompetisi Liga Prancis yang intens dan kompetitif. Erawan lahir dari latar keluarga campuran di mana sang ibu berasal dari Thailand sedangkan ayahnya berkeluarga negaraan Prancis.

Identitas ganda ini turut membuka kesempatan baginya untuk menjalin hubungan dengan dua kultur sepak bola berbeda. Ia memulai perjalanan awalnya di klub amatir Prancis sebelum mencuri perhatian dan direkrut oleh Akademi Olimpik Lyonnais pada 2019. Perkembangannya berjalan lancar, terutama ketika memperkuat tim usia 19 Lyong pada musim 2023-2024.

Dari 24 penampilan, ia mencatatkan 7 gol, sebuah pencapaian yang cukup menggambarkan potensinya sebagai pemain saya produktif. Ketika memasuki 2024, Lyong mempromosikannya ke Tim B, sebuah indikasi bahwa ia mulai masuk dalam radar pembangunan jangka panjang klub. Namun, kesempatan untuk mendapatkan peran lebih besar datang dari RC Lens yang menilai Erawan sebagai bagian penting dari visi klub dalam memperkuat kedalaman dan regenerasi pemain.

Karir internasional Erawan juga mulai menanjak. Ia telah tampil 4 kali bersama dengan timnas U23 Thailand, meski belum debut untuk squad senior. Banyak pihak percaya bahwa kepindahannya ke Liga Prancis akan meningkatkan peluangnya masuk tim nasional utama, mengingat tidak banyak pemain Thailand yang berhasil menembus kompetisi top Eropa.

Bila ia mampu mengukuhkan posisi di Lens dan tampil reguler, dampaknya akan sangat besar bagi reputasi sepak bola Thailand di kancak global. Kedatangan Erawan ke Lens bersamaan dengan momentum kebangkitan klub tersebut di Likang. Pada musim 2025-2026, RC Lens mengejutkan publik sepak bola Prancis setelah berhasil merebut puncak kelasmen Liga Prancis pada pekan ke-14.

Kemenangan 2-1 atas Angers dalam laga tandang menjadi titik penting dalam perjalanan mereka. Hasil itu semakin berarti karena pada waktu yang sama, Paris Saint-Germain justru tersandung setelah kalah tipis 0-1 dari AS Monaco. Kekalahan tersebut membuat PSG harus turun dari puncak kelasmen sedangkan Lens naik ke posisi teratas dengan koleksi 31 poin.

Konsistensi Lens semakin terlihat dari performa impresif mereka yang mencatatkan 4 kemenangan beruntun sebelum pekan tersebut. Sebuah bukti bahwa mereka bukan sekedar tim kejutan melainkan benar-benar penantang gelar serius. Persaingan papan atas Likang semakin panas dengan hasil-hasil lain yang menarik.

Olympique de Marseille gagal mempertahankan keunggulan dan harus pulang dengan 1 poin. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Toulouse FC, memastikan mereka tetap berada di posisi ketiga dengan 29 poin. Klub Calvin Verdon Lille juga mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Lihavré menjaga peluang mereka bersaing di papan atas.

Sementara itu, mantan klub erawan Olympique Lyonnais menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah menang meyakinkan 3-0 atas FC Nantes. Hasil yang mengangkat mereka ke posisi ke-6 kelasmen. Kebangkitan Lens musim ini membuat banyak pihak kembali menyoroti sejarah panjang klub tersebut.

RC Lens sering dipandang sebagai klub kecil karena jarang memperjuangkan gelar juara pada era modern. Tetapi, mereka memiliki warisan yang kaya dalam dunia sepak bola Perancis Klub ini beberapa kali melahirkan pemain-pemain besar internasional.

Nama yang paling mencolok adalah Raphael Varane yang menjalani debut profesional di Lens pada usia 17 tahun sebelum akhirnya pindah ke Real Madrid dan menjadi salah satu back terbaik dunia. Selain Varane, Lens juga melahirkan El Hadji Diok striker yang menjadi bintang Senegal di Piala Dunia 2002 serta Serge Aurier yang memulai karir profesionalnya di Lens pada usia 17 tahun sebelum meraih kesuksesan di klub-klub top Eropa. Jejak rekam inilah yang menjadi alasan kuat mengapa banyak pemain muda tertarik untuk bergabung.

Karena Lens dikenal mampu mengembangkan potensi pemain muda menjadi bintang besar. Jika mampu tampil konsisten di setiap pertandingan, peluang Lens untuk membuat sejarah seperti yang dilakukan Lille saat menjadi juara Liga Perancis bisa saja menjadi sebuah kenyataan.

lion mesdon
Desember 12, 2025
Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *