
JAKARTA – I.League memasang target tinggi untuk meningkatkan daya saing kompetisi sepak bola Indonesia di level Asia. Operator kompetisi tersebut menargetkan BRI Super League menembus jajaran 10 besar Asia dalam AFC Club Ranking Competition.
Target itu disampaikan Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, dalam seremoni dan konferensi pers persiapan BRI Super League 2026/2027 yang digelar bersama BRI dan Emtek Group di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Menurut Ferry, target masuk 10 besar Asia menjadi langkah berikutnya setelah kompetisi Indonesia dinilai telah berada di posisi teratas di kawasan Asia Tenggara.
“Hari ini, syukur alhamdulillah, ranking pertama di ASEAN,” ujar Ferry dalam acara tersebut.
I.League menilai pencapaian tersebut menjadi modal untuk membawa kompetisi Indonesia naik ke level yang lebih tinggi. Namun, untuk mengejar posisi 10 besar Asia, peningkatan kualitas kompetisi tidak bisa dilakukan oleh operator liga seorang diri.
I.League Ingin Tingkatkan Kualitas Kompetisi
Ferry Paulus menegaskan bahwa target 10 besar Asia membutuhkan kerja sama dari seluruh ekosistem sepak bola Indonesia.
I.League menyebut peningkatan kualitas kompetisi menjadi salah satu fokus utama. Operator liga ingin perkembangan kompetisi tidak hanya terlihat dari sisi pertandingan, tetapi juga dari aspek industri dan penyelenggaraan.
“Target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem sepak bola Indonesia,” demikian keterangan resmi I.League.
Artinya, ambisi menuju 10 besar Asia akan melibatkan banyak unsur, mulai dari operator kompetisi, klub, pemain, wasit, sponsor, media, hingga federasi.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir juga menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan. Menurutnya, pembangunan sepak bola Indonesia tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Erick menilai pertumbuhan kompetisi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dan integritas pertandingan. Peningkatan kualitas perwasitan juga menjadi salah satu aspek yang disorot.
Kerja Sama dengan BRI Jadi Salah Satu Penopang
Salah satu fondasi yang disebut I.League dalam perkembangan kompetisi adalah kerja sama dengan BRI.
Kolaborasi I.League dan BRI telah berlangsung sejak 2021 dan memasuki tahun keenam pada musim 2026/2027. Ferry Paulus menilai kerja sama tersebut ikut mendorong pertumbuhan kompetisi sepak bola Indonesia, khususnya dari sisi bisnis dan keberlangsungan kompetisi.
Dalam seremoni persiapan musim baru, BRI kembali menjadi sponsor utama BRI Super League 2026/2027.
Menurut I.League, keberlanjutan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kompetisi yang semakin kuat dan kompetitif.
Emtek Kembali Jadi Official Broadcaster
Strategi I.League untuk meningkatkan eksposur kompetisi juga didukung oleh keberlanjutan kerja sama dengan Emtek Group.
Emtek kembali dipercaya sebagai official broadcaster BRI Super League 2026/2027. Kerja sama penyiaran tersebut telah berlangsung sejak 2018 dan menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan kompetisi kepada masyarakat.
Untuk musim baru, Indosiar menjadi salah satu kanal utama yang akan menayangkan pertandingan BRI Super League.
I.League menilai pertumbuhan jumlah penonton dan semakin luasnya eksposur kompetisi merupakan bagian penting dari perkembangan industri sepak bola nasional.
Super League 2026/2027 Jadi Momentum Baru
Target 10 besar Asia tersebut muncul menjelang bergulirnya BRI Super League 2026/2027.
I.League telah menetapkan musim baru kompetisi kasta tertinggi Indonesia tersebut mulai bergulir pada 4 September 2026. Dengan demikian, target peningkatan kualitas yang dicanangkan I.League akan mulai diuji ketika kompetisi musim baru resmi berjalan.
Musim 2026/2027 juga menjadi bagian dari upaya I.League membangun kompetisi Indonesia secara lebih luas. Selain BRI Super League, I.League juga mengelola Championship dan sejumlah kompetisi usia muda.
Bahkan, I.League menyiapkan League Cup 2026/2027 sebagai kompetisi pendamping yang dijadwalkan mulai 3 November 2026. Penambahan kompetisi tersebut menjadi bagian dari kalender sepak bola domestik yang semakin terstruktur.
Bukan Target yang Mudah
Masuk 10 besar Asia tentu bukan target sederhana. I.League sendiri mengaitkan ambisinya dengan AFC Club Ranking Competition, sehingga peningkatan posisi membutuhkan performa kompetisi dan klub Indonesia di level yang lebih tinggi.
Ferry Paulus sebelumnya menyebut posisi kompetisi Indonesia telah mengalami perkembangan dibandingkan periode setelah Tragedi Kanjuruhan. Sejumlah laporan mengenai pernyataannya menyebut posisi Indonesia kini berada di sekitar peringkat 20, setelah sebelumnya sempat berada di sekitar posisi 30.
Karena itu, target 10 besar dapat dipandang sebagai proses bertahap. Indonesia perlu mempertahankan perkembangan di tingkat ASEAN sekaligus meningkatkan daya saing klub-klub Indonesia ketika tampil di kompetisi Asia.
Tantangan Besar Menanti Klub Indonesia
Ambisi I.League tersebut pada akhirnya akan sangat bergantung pada kemampuan klub Indonesia bersaing di kompetisi kontinental.
Semakin baik performa klub Indonesia di level Asia, semakin besar peluang sepak bola nasional meningkatkan reputasinya di kawasan. Karena itu, peningkatan kualitas Super League tidak hanya berkaitan dengan bagaimana pertandingan domestik diselenggarakan, tetapi juga bagaimana klub mampu menghasilkan tim yang kompetitif ketika menghadapi lawan dari negara lain.
Selain kualitas teknis, aspek profesionalisme klub, perwasitan, integritas pertandingan, infrastruktur, komersialisasi, penyiaran, dan dukungan suporter juga menjadi bagian dari ekosistem yang harus terus diperkuat.
I.League sendiri menegaskan bahwa target 10 besar Asia membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. PSSI, klub, operator, sponsor, media, wasit, pemain, dan suporter memiliki peran masing-masing dalam mendorong kompetisi Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
Target 10 Besar Asia Mulai Dikejar
Dengan BRI Super League 2026/2027 yang segera dimulai, I.League kini memiliki tantangan untuk membuktikan ambisinya.
Posisi teratas di ASEAN yang diklaim Ferry Paulus menjadi titik awal, bukan tujuan akhir. Sasaran berikutnya jauh lebih tinggi, yakni membawa BRI Super League masuk jajaran 10 besar Asia dalam AFC Club Ranking Competition.
Jika target tersebut ingin diwujudkan, konsistensi menjadi kunci. Perbaikan kualitas kompetisi domestik harus berjalan beriringan dengan performa klub Indonesia di pentas Asia.
Musim 2026/2027 pun menjadi salah satu momentum penting untuk melihat sejauh mana sepak bola Indonesia mampu melanjutkan tren positif dan mendekati target besar yang dicanangkan I.League.






