Petugas keamanan dan panitia lokal berkoordinasi di area akses stadion sepak bola sebelum pertandingan

Keselamatan pertandingan Liga Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah petugas di stadion. Semua pihak membutuhkan rencana kerja yang jelas agar risiko terhadap pemain, ofisial, penonton, media, dan perangkat pertandingan dapat dicegah serta ditangani dengan cepat. Dokumen yang menjadi dasar perencanaan tersebut adalah safety & security plan pertandingan Liga Indonesia.

Secara umum, safety & security plan menjelaskan bagaimana klub tuan rumah merencanakan dan menjalankan sistem keamanan serta kenyamanan sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Rencana ini bukan sekadar daftar petugas, melainkan dokumen koordinasi yang menghubungkan klub, panitia pelaksana, kepolisian, pengelola stadion, dan unsur terkait lainnya.

Apa Itu Safety & Security Plan?

Safety & security plan adalah rencana terpadu untuk melindungi seluruh pihak dan area yang berkaitan dengan pertandingan. Penyusunannya merujuk pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021 serta ketentuan kompetisi yang berlaku.

Dalam regulasi kompetisi, klub tuan rumah menjadi pihak yang bertanggung jawab merencanakan dan menjalankan sistem keamanan serta kenyamanan pertandingan. Tanggung jawab tersebut berlaku untuk area pertandingan dan lokasi lain yang memiliki hubungan langsung dengan penyelenggaraan laga.

Rencana itu setidaknya perlu memperhatikan perlindungan bagi:

  • Pemain dan ofisial kedua tim.
  • Perangkat pertandingan.
  • Awak pers atau media.
  • Sponsor dan mitra komersial.
  • Fans serta seluruh penonton.

Ruang Lingkup yang Harus Dicakup

Safety & security plan tidak boleh hanya berfokus pada tribun penonton. Ruang lingkupnya mencakup stadion atau lapangan, hotel tim tamu, serta lokasi yang digunakan oleh perangkat pertandingan. Setiap area memiliki karakter risiko dan kebutuhan koordinasi yang berbeda.

Stadion atau lapangan

Bagian ini menjadi pusat rencana karena melibatkan akses masuk, area penonton, area kerja tim, ruang perangkat pertandingan, media, sponsor, dan jalur pergerakan orang di dalam venue. Panpel perlu memastikan pengaturan area terkendali dapat dipahami oleh petugas dan pihak yang memiliki akses.

Hotel tim tamu dan perangkat pertandingan

Perlindungan tidak berhenti ketika rombongan meninggalkan stadion. Hotel tim tamu dan lokasi penginapan perangkat pertandingan juga termasuk dalam cakupan rencana. Koordinasi untuk area ini penting agar aspek keamanan tetap diperhatikan sebelum dan sesudah pertandingan.

Perlindungan kelompok terkait pertandingan

Setiap kelompok memiliki kebutuhan berbeda. Pemain dan ofisial memerlukan perlindungan selama mobilisasi dan aktivitas pertandingan. Media dan sponsor membutuhkan akses kerja yang aman, sedangkan penonton memerlukan lingkungan stadion yang tertib dan nyaman. Perbedaan kebutuhan tersebut harus diterjemahkan menjadi pembagian tugas yang jelas.

Perbedaan Safety & Security Plan, Risk Assessment, dan Contingency Plan

Ketiga istilah ini saling berhubungan, tetapi tidak memiliki fungsi yang sama. Memahami perbedaannya membantu panpel menyusun dokumen secara tepat.

  • Risk assessment adalah proses untuk mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menjadi dasar penentuan langkah pengendalian. Dalam kompetisi Super League, klub juga disyaratkan mendaftarkan hasil risk assessment atau re-risk assessment stadion yang dilakukan oleh DITPAMOBVIT POLRI kepada I.League.
  • Safety & security plan menerjemahkan kebutuhan pengamanan dan keselamatan ke dalam rencana operasional pertandingan, termasuk cakupan area, unsur yang dilindungi, dan koordinasi antarpihak.
  • Contingency plan berisi langkah yang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat atau gangguan tertentu. Dokumen ini menjadi bagian penting dari kesiapan, tetapi bukan pengganti safety & security plan.

Dengan kata lain, risk assessment membantu memahami risikonya, safety & security plan mengatur pelaksanaan pencegahan dan pengamanan, sedangkan contingency plan menyiapkan respons ketika kondisi luar biasa terjadi.

Pembagian Tanggung Jawab dalam Penyelenggaraan

Klub tuan rumah

Klub tuan rumah memegang tanggung jawab utama untuk merencanakan serta menjalankan sistem keamanan dan kenyamanan pertandingan. Klub perlu memastikan rencana disusun, dikoordinasikan, dan dijalankan oleh unsur yang terlibat dalam operasional laga.

Tanggung jawab ini juga mencakup pemenuhan ketentuan pelatihan. Klub wajib mengikuti program pelatihan pengamanan yang diselenggarakan oleh PSSI dan/atau I.League. Pelatihan membantu menyamakan pemahaman mengenai prosedur pengamanan dan pengelolaan pertandingan.

Local Organizing Committee dan panitia pelaksana

Local Organizing Committee atau panitia pelaksana berperan menerjemahkan rencana menjadi kegiatan operasional di lapangan. Koordinasi internal perlu memastikan setiap petugas memahami area kerja, alur komunikasi, serta hubungan kerja dengan klub dan aparat keamanan.

Kepolisian dan unsur keamanan

Kepolisian menjadi bagian penting dalam koordinasi keamanan pertandingan, termasuk dalam konteks risk assessment dan pengendalian kerumunan. Rencana panpel harus dibahas bersama pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi terkait, bukan disusun secara terpisah.

Safety & Security Officer

Safety & Security Officer membantu mengawal aspek keselamatan dan keamanan dalam persiapan maupun pelaksanaan pertandingan. Perannya perlu terhubung dengan panpel, klub, kepolisian, dan pihak lain sehingga informasi mengenai potensi risiko dapat ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

Alur Koordinasi Sebelum Matchday

Penyusunan rencana sebaiknya dilakukan sebelum hari pertandingan, bukan ketika penonton mulai memasuki stadion. Alur praktisnya dapat dilakukan melalui tahapan berikut:

  1. Menelaah regulasi dan hasil penilaian risiko. Klub dan panpel merujuk pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021 serta memperhatikan hasil risk assessment atau re-risk assessment stadion.
  2. Memetakan seluruh area dan kelompok yang dilindungi. Pemetaan mencakup stadion atau lapangan, hotel tim tamu, perangkat pertandingan, pemain, ofisial, media, sponsor, dan penonton.
  3. Mengadakan koordinasi lintas pihak. Panitia lokal, klub, kepolisian, Safety & Security Officer, serta pihak terkait membahas pembagian tugas dan kebutuhan pengamanan.
  4. Menyiapkan rencana operasional dan kondisi darurat. Safety & security plan perlu terhubung dengan prosedur respons apabila muncul keadaan darurat atau luar biasa.
  5. Memastikan kesiapan personel. Pihak yang bertugas perlu memahami tanggung jawab masing-masing dan mengikuti program pelatihan pengamanan yang diwajibkan.
  6. Melakukan evaluasi dan penyesuaian. Perubahan situasi atau hasil penilaian ulang dapat menjadi dasar untuk memperbarui rencana sebelum pertandingan berlangsung.

Workshop I.League bagi unsur Local Organizing Committee juga menjadi ruang penting untuk memperkuat pemahaman tentang crowd management dan risk assessment bersama kepolisian serta praktisi keamanan stadion.

Hubungan dengan Keputusan Darurat Pertandingan

Rencana keamanan berfungsi sebagai dasar kesiapan, tetapi situasi di lapangan dapat berubah. Karena itu, safety & security plan harus dipahami bersama prosedur pengambilan keputusan dalam keadaan darurat atau luar biasa.

I.League dan/atau Match Commissioner dapat mengambil keputusan segera dalam kondisi tersebut dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan. Keputusan ini menunjukkan bahwa kelancaran pertandingan bukan satu-satunya pertimbangan. Jika terdapat kondisi yang mengancam keselamatan, respons harus mengutamakan perlindungan manusia dan pengendalian situasi.

Checklist Singkat untuk Panpel

  • Apakah rencana merujuk pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021?
  • Apakah stadion, hotel tim tamu, dan lokasi perangkat pertandingan sudah tercakup?
  • Apakah pemain, ofisial, media, sponsor, mitra komersial, dan penonton masuk dalam perlindungan?
  • Apakah hasil risk assessment atau re-risk assessment stadion sudah diperhatikan?
  • Apakah klub, panitia lokal, kepolisian, dan Safety & Security Officer sudah berkoordinasi?
  • Apakah personel memahami tugas dan telah mengikuti pelatihan pengamanan yang diwajibkan?
  • Apakah terdapat kesiapan menghadapi keadaan darurat atau luar biasa?

Pada akhirnya, safety & security plan pertandingan Liga Indonesia adalah alat kerja bersama untuk memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Kualitasnya bergantung pada kelengkapan pemetaan risiko, kejelasan tanggung jawab, kedisiplinan koordinasi, serta kesiapan mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan.

lensabola
November 6, 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *